Perbedaan Galaksi dan Tata Surya

Galaksi dan Tata Surya

Tata surya dan galaksi adalah dua istilah yang berbeda tapi terkadang saling membingungkan. Untuk memahami tata surya, kita harus mengetahui definisi sistem bintang. Sistem bintang adalah sistem di mana planet mengorbit di sekitar bintang masif. Hal ini disebabkan oleh daya tarik gravitasi yang ada di antara keduanya. Sistem tata surya adalah jenis sistem bintang tertentu dimana Matahari berada di tengahnya. Tata surya terdiri dari apapun yang mengorbit matahari atau mengorbit planet yang mengorbit matahari. Bulan bumi, misalnya, adalah bagian dari tata surya kita. Sebuah galaksi, di sisi lain, adalah kumpulan besar bintang yang disatukan oleh daya tarik gravitasi. Bisa ada 100 juta sampai lebih dari satu triliun bintang di dalam sebuah galaksi. Terdiri dari gas antar bintang, cluster bintang dan berbagai sistem bintang. Banyak sistem bintang bisa menjadi bagian dari satu galaksi tapi bukan sebaliknya.

Mungkin perbedaan terbesar antara tata surya dan galaksi adalah ukurannya. Sementara tata surya hanya berjarak satu tahun cahaya, sebuah galaksi biasanya berukuran sampai 100.000 tahun cahaya. Satu tahun cahaya berarti dibutuhkan waktu satu tahun untuk menempuh jarak ini. Analogi komposisi tata surya dan galaksi dapat digambar dengan membayangkan secarik kertas raksasa dengan ratusan juta titik di atasnya. Tata surya akan menjadi titik tunggal pada kertas semacam itu, di mana Bima Sakti, galaksi tempat tata surya berada, akan membentuk semua titik di atas kertas.

Galaksi biasanya memiliki lubang hitam besar di bagian tengahnya. Namun, tidak ada lubang hitam yang ada di pusat tata surya. Sebenarnya tata surya tidak bisa mengakomodasi benda masif seperti itu di dalamnya.

Galaksi terdiri dari materi gelap. Materi gelap pada dasarnya adalah jenis materi yang memiliki efek gravitasi yang telah terdeteksi. Namun, materi gelap tidak dapat terlihat karena tidak memancarkan radiasi apapun. Bertentangan dengan ini, tidak ada hal seperti itu yang teridentifikasi di tata surya kita.

Di planet tata surya mengorbiti pusat, di mana seperti di galaksi banyak sistem bintang mengorbit di sekitar pusat galaksi. Mengingat tata surya, planet mengorbit Matahari, dan Matahari pada gilirannya mengorbit pusat Bima Sakti.

Galaksi dikategorikan sesuai dengan bentuk dan materialnya yang membentuknya. Ini melahirkan klasifikasi yang berbeda dimana mereka dapat diletakkan seperti elips, spiral atau tidak teratur. Namun, sistem tata surya belum diklasifikasikan lebih jauh ke dalam bentuk seperti itu.

Perbedaan lain adalah bahwa jarak antara tata surya dan sistem bintang lain jauh lebih kecil daripada jarak antara satu galaksi dan galaksi lain. Ini karena galaksi memiliki banyak bintang yang saling berkelompok, jarak antara dua sistem bintang dari cluster semacam itu akan jauh lebih kecil daripada jarak antara dua cluster masing-masing memiliki pusat yang berbeda.

Ringkasan

  • Banyak sistem tata surya bisa menjadi bagian dari galaksi tapi galaksi tidak bisa menjadi bagian dari tata surya.
  • Panjang tata surya besarnya sangat lebih kecil dari pada panjang sebuah galaksi.
  • Sebuah sistem tata surya berisi satu bintang di sekitar planet yang mengorbit sementara galaksi dapat berisi dari 100 juta sampai lebih dari satu triliun bintang.
  • Sistem tata surya terdiri dari Matahari di pusatnya, dimana galaksi biasanya memiliki lubang hitam di bagian tengahnya.
  • Sebuah galaksi dapat berisi materi gelap dimana tata surya tidak.
  • Dalam tata surya planet mengorbit matahari di sisi lain, dalam sistem bintang galaksi mengorbit di sekitar pusat galaksi.
  • Sebuah galaksi bisa berbentuk berbeda, dimana tata surya memiliki bentuk tertentu.
  • Jarak antara tata surya dan sistem lain jauh lebih kecil daripada jarak antara dua galaksi.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.