Apa bedanya Vpn dan Proxy

VPN dan Proxy

VPN dan Proxy keduanya mempunyai kegunaan yang sama, yaitu untuk menyamarkan identitas, IP Address, dan lokasi dari pengguna.

Perbedaan utama dari keduanya adalah pada tingkat sekuritas dan penggunaan enkripsi.

VPN mempunyai sekuritas yang lebih tinggi, menggunakan enkripsi untuk melindungi privasi internet pengguna, sehingga orang lain tidak dapat mengetahui aktivitas internet, lokasi, dan IP address pengguna.

Proxy mempunyai sekuritas yang lebih rendah karena tidak menggunakan enkripsi, sehingga lebih mudah bagi hacker untuk menyelinap dan mengetahui aktivitas-aktivitas internet.

Keduanya bekerja sebagai perantara akses ke internet. Dimana komputer pengguna terhubung ke komputer server (baik VPN maupun Proxy), kemudian baru terhubung ke internet. Semua traffic atau data masuk dan keluar diarahkan/disalurkan melalui komputer lain (VPN/Proxy).

Contoh Skema Proxy Contoh Skema VPN

Tabel Perbandingan

 VPNProxy
Menggunakan enkripsiYaTidak
Tingkat sekuritasTinggiRendah
HargaRelatif mahalRelatif murah
Level aplikasiBerjalan pada tingkat Sistem OperasiBerjalan pada browser (HTTP Proxy)
atau Sistem Operasi (SOCKS Proxy)
Penyaluran data / traffic internetSemua aktivitas (Semua data disalurkan ke server VPN tanpa terkecuali)Hanya aktivitas penelusuran halaman website (HTTP Proxy)
atau semua aktivitas (SOCKS Proxy)

Penjelasan Singkat VPN

VPN bekerja pada level sistem operasi, dimana akan terbentuk sebuah secure tunnel dari komputer anda ke komputer VPN. Ketika sudah terhubung, semua aktivitas internet pada komputer pengguna akan tersalurkan melalui VPN ini tanpa terkecuali. Aktivitas-aktivitas tersebut diantara lain: menelusuri halaman website, menonton video di internet, bermain game online, chatting online, dan bahkan Windows update yang bekerja di balik layar. IP address dan lokasi asli komputer pengguna tidak akan bisa terlacak pada aktivitas-aktivitas tersebut.

VPN digunakan ketika privasi seseorang sangat penting untuk tidak diketahui. Sebagai contoh, para hacker sering menggunakan VPN ketika beraksi sehingga identitas dan keberadaannya sulit dilacak. Karena itu penggunaan VPN seringkali dianggap sebagai tindakan yang mencurigakan. Tetapi sebenarnya pengunaan VPN dapat menguntungkan pengguna internet. Keuntungan yang didapat adalah mencegah agar identitas pengguna dan aktivitas internet tidak bisa diketahui oleh hacker dan pihak-pihak yang mempunyai niat jahat, seperti menjual data, identitas, mencuri kartu kredit, dan sebagainya.

Banyak perusahaan yang menjual jasa VPN, dengan metode berlangganan dan pembayaran per bulan atau per tahun. Karena lebih secure dan kompleks, rata-rata harga VPN lebih mahal dibandingkan jasa Proxy.

Penjelasan Singkat Proxy

Semua traffic data yang tersalurkan ke Proxy tidak terenkripsi, yang artinya aktivitas internet pengguna dapat lebih mudah untuk disadap atau dilihat.

Karena itu, proxy sebaiknya digunakan ketika privasi tidak terlalu penting. Proxy digunakan hanya untuk menyamarkan IP Address atau lokasi saja. Contohnya, jika sebuah website tidak bisa diakses oleh pengguna-pengguna yang berada di lokasi Indonesia, proxy dapat digunakan untuk menyamarkan lokasi pengguna, misalkan mengganti lokasi menjadi Australia, sehingga dapat mengakses website tersebut. Contoh lainnya adalah untuk melakukan proses registrasi atau pendaftaran akun sebuah website, secara berulang kali, supaya mendapatkan akun tersebut dalam jumlah banyak. Dalam kasus ini proxy digunakan untuk mengelabui website tersebut seolah-olah semua proses pendaftaran tersebut dibuat di komputer yang berbeda-beda oleh pengguna yang berbeda-beda.

Proxy pada umumnya ada 2 macam, HTTP Proxy dan SOCKS Proxy.

HTTP Proxy hanya berjalan pada web browser atau ketika sedang menelusuri halaman-halaman website. Proxy ini tidak menutupi atau tidak bekerja pada aplikasi lainnya, seperti game online, messenger, dan semua aplikasi lain diluar web browser. Keuntungan dari penggunaan HTTP Proxy adalah murah (kadangkala gratis), mudah dan cepat digunakan. Kerugiannya adalah hanya bekerja pada browser, dan seperti proxy pada umumnya, data-data yang disalurkan tidak ter-enkripsi.

SOCKS Proxy bisa berjalan seterusnya di balik layar, mirip VPN. Tetapi mempunyai kecepatan proses data yang lebih lambat daripada HTTP Proxy.

Perusahaan yang menyediakan jasa Proxy umumnya memberi harga yang lebih murah daripada harga produk-produk VPN.

Penjelasan Singkat Enkripsi

Perbedaan utama VPN dan Proxy terletak pada adanya enkripsi. Apakah itu enkripsi?

Enkripsi (encryption) adalah suatu metode untuk menyamarkan sebuah data atau kalimat menjadi kalimat lain yang tidak bisa dibaca dengan mudah. Prinsip kerja enkripsi mirip dengan cara kerja kata sandi, seperti sandi Morse, dimana ada sebuah pesan awal (input) yang diubah menjadi pesan sandi (output).

Salah satu metode enkripsi yang terkenal adalah MD5, dimana metode itu dapat menyamarkan sebuah kalimat menjadi huruf dan angka acak yang tidak bisa dibaca.

Contoh enkripsi MD5 dari kalimat: “apa perbedaan vpn dan proxy” adalah “2d7ca0644af3827801b2e5ce19ff3da9”

Enkripsi ada 2 jenis, yaitu satu arah (one-way) dan dua arah (two-way).

Enkripsi satu arah, dimana biasanya disebut “hash”, adalah metode enkripsi dimana hasilnya tidak dapat atau sangat susah dikembalikan ke bentuk asalnya (bisa encrypt, namun tidak bisa di decrypt). Contoh di atas, enkripsi MD5 adalah termasuk enkripsi satu arah. Kalimat “apa perbedaan vpn dan proxy” bisa di enkripsi menjadi “2d7ca0644af3827801b2e5ce19ff3da9”, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Jadi jika seseorang mempunyai kalimat “2d7ca0644af3827801b2e5ce19ff3da9”, ia tidak bisa dengan mudah mendapat kembali kalimat “apa perbedaan vpn dan proxy”. Karena itu enkripsi ini disebut satu arah, yaitu hanya bisa meng-enkripsi, tetapi tidak bisa di kembalikan ke kalimat semula.

Enkripsi dua arah adalah metode enkripsi yang hasilnya bisa dikembalikan ke bentuk asal (bisa encrypt dan decrypt). Biasanya metode ini menggunakan kalimat tambahan sebagai “key“. Key ini bertujuan sebagai bentuk keamanan supaya hasil enkripsi tersebut tidak dapat di-decrypt ke kalimat semula jika key tidak cocok / tidak sama dengan key semula. Salah satu metode enkripsi dua arah adalah AES, contohnya adalah sebagai berikut:

Kalimat semula: “apa perbedaan vpn dan proxy”
Key: “apaperbedaan.com”
Hasil: “mVRDQMTjSucQA5H1PsSDIiuOLaKygWF/9gljjOg0b84=”

Jika seseorang mempunyai kalimat hasil (mVRDQMTjSucQA5H1PsSDIiuOLaKygWF/9gljjOg0b84=) dan key (apaperbedaan.com), maka ia dapat men-decrypt kalimat tersebut dan mendapatkan kalimat semula, yaitu “apa perbedaan vpn dan proxy”.

Tetapi jika seseorang hanya mempunyai kalimat hasil (mVRDQMTjSucQA5H1PsSDIiuOLaKygWF/9gljjOg0b84=), maka ia tidak dapat men-decrypt kalimat tersebut dan tidak bisa mendapatkan kalimat semula.

Sumber

HowToGeek – What’s the Difference Between a VPN and a Proxy?

Proxies vs. VPN – What’s the difference?

Comments

comments