Perbedaan Unsur dan Senyawa

Unsur dan Senyawa

Jika kita perhatikan ternyata dalam planet bumi ini terdiri atas kandungan mineral yang bermacam-macam yang jumlahnya tidak terhitung. Mineral ini bisa terdiri atas zat tunggal seperti unsur dan senyawa hingga kumpulan berbagai macam zat atau campuran.

Sebagai contoh pengeboran minyak bumi yang berlokasi di laut lepas, dimana minyak bumi tersebut mengandung aneka macam mineral yang begitu melimpah. Ternyata di dasar laut tersebut terdiri atas sejumlah unsur, senyawa dan campuran.

UnsurSenyawa
PenyusunZat murni yang hanya terdiri dari 1 jenis atomSecara kimia tersusun dari 2 jenis unsur maupun lebih yang terikat secara bersama-sama
PenguraianTidak bisa diuraikan menjadi zat yang lebih sederhanaBisa diuraikan menjadi elemen penyusun dengan menggunakan reaksi kimia biasa
SifatSifat-sifatnya kerap berubah secara penuh saat menjadi bagian dari sebuah senyawaMemiliki sifat yang berbeda dengan sifat yang dimiliki elemen penyusunnya
Proses PembentukanTelah tersedia di alamTerbentuk akibat reaksi kimia
Jenis117 elemen sampai saat ini sudah diketahui, dikelompokkan menjadi metal, non-metal dan metaloidJumlahnya tak terbatas
ContohEmas, Perak, Nikel, Tembaga dll.Air (H2O), Natrium Klorida (NaCl), dll

Penyusun

Secara kimia, unsur hanya tersusun atas satu jenis atom saja. Meski terdiri dari zat tunggal yang tidak dapat diuraikan atau dibagi kembali melalui reaksi kimia, namun elemen ini mempunyai bagian terkecil yang dinamakan atom. Contohnya: alumunium, emas, tembaga, perak, karbon.

Sementara senyawa secara kimia tersusun dari 2 jenis elemen maupun lebih yang terikat secara bersama-sama. Elemen ini mempunyai bagian terkecil yang dinamakan molekul yakni gabungan dari dua atom maupun lebih. Contohnya gula yang dibakar

Jika Diuraikan

Dengan reaksi kimia sederhana, unsur tidak dapat diuraikan kembali menjadi sebuah zat yang lebih kecil. Contoh: Kalsium (Ca) dan Carbon (C).

Sementara senyawa bisa diuraikan kembali menjadi elemen yang menyusunnya tersebut dengan reaksi kimia sederhana. Zat yang terurai dari elemen tersebut tidak sama dengan zat yang pertama sebelum diurai. Contohnya: gula pasir yang berwujud padat, berwarna putih dan memiliki rasa manis jika dibakar akan mengalami reaksi dan menghasilkan zat yang baru dan berbeda dari sebelumnya. Zat baru tersebut terjadi akibat pembakaran merupakan proses reaksi kimia. Zat baru yang terbentuk setelah reaksi antara lain:

  1. Karbon yakni zat yang berwarna hitam, memiliki rasa pahit dan berwujud padat
  2. Air yakni titik-titik cairan yang tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna
  3. Karbon dioksida yakni zat yang tidak berbau, tidak berwarna dan bisa membuat air kapur menjadi keruh

Dari penjelasan tersebut kita bisa mengetahui bahwa melalui reaksi pembakaran gula bisa dipecah menjadi karbon, air serta gas karbon dioksida.

Sifat

Unsur memiliki sifat yang kerap berubah secara penuh saat menjadi bagian dari sebuah senyawa. Berdasarkan sifatnya bisa digolongkan menjadi metalloid atau semi logam, logam dan non logam. Contoh metalloid adalah germanium dan silikon. Contoh logam adalah tembaga, seng dan besi, sedang non logam contohnya: oksigen, nitrogen dan karbon.

Senyawa mempunyai sifat yang tidak sama dengan berbagai elemen yang menyusunnya. Sifat elemen ini berbeda dengan sifat pembentuknya membuatnya ini tidak bisa dipisahkan menjadi unsur-unsur maupun senyawa yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Contohnya: air yang bisa diuraikan dengan menggunakan alat elektrosis air ternyata menjadi zat yang lebih sederhana. Elemen yang membentuk air ialah hydrogen dan oksigen. Air yang memiliki rumus kimia H2O mempunyai sifat yang tidak sama dengan elemen yang membentuknya yakni O2 dan H2 yang berbentuk gas. Sedang oksigen dan hydrogen dinamakan unsur, sehingga senyawa merupakan zat yang terbentuk dari elemen dengan perbandingan tetap dan tertentu melalui sebuah reaksi kimia.

Proses pembentukan

                Unsur adalah zat yang telah tersedia di alam. Hingga kini secara keseluruhan terdapat 117 jenis yang dikenal dan 94 darinya merupakan zat yang ditemukan di alam. Misalnya: karbon, oksigen dan hydrogen. Sedang 22 sisanya merupakan zat buatan atau yang sudah mengalami sejumlah proses radioaktif. Proses radioaktif tersebut terjadi akibat elemen tersebut tidak stabil dan membuatnya meluruh selama pada periode waktu tertentu. Dengan proses tersebut bisa membuat jenis yang sangat berbeda sekali dengan elemen penyusunnya.

Sedang senyawa terbentuk akibat reaksi kimia. Elemen ini cenderung cenderung mempunyai struktur kimia yang betul-betul unik dari berbagai struktur elemen yang membentuk senyawa tersebut. Ia bisa dipisahkan melalui beberapa proses yang berbeda dalam urutan guna memisahkan berbagai elemen berbeda yang membentuk senyawa tersebut. Biasanya ia ini dibentuk oleh elemen alami untuk membuatnya lebih stabil. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa tidak keseluruhan unsur yang ditemukan pada bumi merupakan stabil. Hal yang menentukan stabilitasnya ialah jumlah elektron yang terdapat di tingkat energinya yang paling luar. Tingkat energy terluar yang pertama wajib mencapai batas maksimal guna mencapai stabilitas.

Banyak mahasiswa jurusan kimia yang sedikit rumit dengan definisi definisi kedua hal tersebut. Sebab unsur sudah didefinisikan sebagai zat yang hanya terdiri dari 1 jenis atom. Namun mereka cenderung melihat melihat sebuah elemen tertentu sebagai senyawa bukan unsur, misalnya; ozon. Dari ozon ini perbedaan utama yang signifikan bisa dilihat dari keduanya. Untuk kasus ozon ini sebenarnya hanya terdiri dari 3 atom dari 1 jenis unsur yakni oksigen. Selain itu yang membedakan keduanya ialah struktur kimia senyawa wajib mempunyai bentuk tertentu dari ikatan antara 2 elemen yang berbeda guna mencapai sebuah stabilitas. Namun bentuk-bentuk ikatan tersebut tidak didapatkan dalam molekul yang mengandung sejumlah atom yang berasal dari elemen yang sama.

Referensi:

http://www.diffen.com/difference/Compound_vs_Element

Comments

comments