Perbedaan tumbuhan lumut dan paku

Tumbuhan Lumut dan Paku

Melalui proses evolusi yang panjang, bumi dipenuhi oleh tumbuhan vaskular (berpembuluh: xilem dan floem) maupun tumbuhan non-vaskular (tidak berpembuluh) atau sering juga disebut sebagai tumbuhan darat primitif. Tumbuhan lumut tergolong sebagai tumbuhan non-vaskular (tidak berpembuluh) sedangkan tumbuhan paku tergolong sebagai tumbuhan vaskular (berpembuluh). Kedua tumbuhan ini memiliki banyak persamaan maupun perbedaan, namun pada artikel ini akan lebih banyak dibahas perbedaan keduanya.

Lumut merupakan tumbuhan yang kecil, dimana secara taksonomi terletak diantara algae dan pteridophita. Tumbuhan ini memiliki tiga (3) Kelas utama yang dikenal sebagai Musci (Mosses), Hepaticae (Liversorts) dan Anthocerotae (Hornworts). Semua kelas ini tidak memiliki ciri yang ditemukan pada tumbuhan tingkat tinggi seperti adanya daun yang sejati, akar, sistem pembuluh ataupun dinding sel.

Secara ekologi, lumut adalah indikator yang sangat penting untuk mengetahui kondisi lingkungan, karena lumut sangat sensitif dengan polusi udara, air maupun tanah. Salah satu contoh lumut, yaitu Sphagnum, memiliki karakteristik untuk menahan kapasitas air dan menjaga udara, sehingga lumut jenis ini sering digunakan sebagai pengkondisi tanah. Lumut juga terkadang dipakai dalam dunia pengobatan.

Tumbuhan paku (Pteridophyta) mewakili tumbuhan vaskular (berpembuluh) sebagi tumbuhan paling awal di daratan, dimana memiliki 4 Filia yaitu: Psilotophyta, Lycophyta, Sphenophyta dan Pterophyta.

 

Comments

comments