Perbedaan Sistolik dan Diastolik

Sistolik dan Diastolik

Tekanan darah pada dasarnya adalah ukuran seberapa kuat jantung bisa memompa darah ke seluruh tubuh, seseorang harus memiliki tekanan darah yang normal agar kinerja tubuh menjadi maksimal. Tekanan darah juga merupakan kata umum yang sering digunakan untuk merujuk pada jumlah tekanan darah dalam arteri manusia. Tekanan darah digolongkan menjadi dua macam, yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Berikut penjelasannya untuk anda:

Tabel Perbandingan

SistolikDiastolik
DefinisiTekanan darah atas, dimana tekanan darah tercipta karena adanya kontraksi jantung sehingga mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh kita, dengan mengacu pada jumlah tekanan darah yang ada dalam arteri inilah yang disebut dengan tekanan darah sistolik.Tekanan darah bawah atau angka bawah yang memperlihatkan jumlah tekanan darah di dalam arteri ketika jantung kita sedang beristirahat (antara ketukan/ detak), seperti saat kita tidur.
Range normal90 - 120 mmHg
(untuk dewasa), 95 mmHg (untuk bayi), dan 100 mmHg (untuk 6 - 9 tahun).
60 - 80 mmHg (untuk dewasa), 65 mmHg (untuk bayi), dan 65 mmHg (untuk 6 – 9 tahun).
Tekanan darahTekanan darah maksimum yang ada dalam arteri manusia.Tekanan darah minimum yang ada dalam arteri manusia.
Membaca tekanan darahJumlah tekanan darah yang lebih tinggi ialah tekanan darah sistolik.Jumlah tekanan darah yang lebih rendah ialah tekanan darah diastolik.
Terjadi hipertensiKetika tekanan darah > 120 – 139 mmHg.Ketika tekanan darah > 80 – 89 mmHg.
Membaca mansetKetika mengempis, maka tekanan darah yang pertama kali di dengar melalui stesoskop ialah tekanan darah sistolik.Ketika suara hilang, maka tekanan darah yang di dengar melalui stesoskop ialah tekanan darah diastolik.
Vertikel jantungKontraksi pada vertikel kiriDiisi dengan darah
Pembuluh darahSaat terjadi kontrasiksi otot jantungsantai
Secara etimologiSistolik adalah kata yang berasal dari Yunani yang berarti kontraksi atau gambar bersama.Diastolik adalah kata yang berasal dari Yunani yang bearti gambar terpisah.

Tekanan darah sistolik merupakan tekanan darah yang tercipta karena adanya kontraksi jantung sehingga mendorong darah melalui arteri ke seluruh tubuh kita,   dengan mengacu pada jumlah tekanan darah yang ada dalam arteri inilah yang disebut dengan tekanan darah sistolik, biasa disebut dengan tekanan darah atas.

Jantung ialah organ yang bertindak sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh manusia, saat jantung memompa darah, darah tersebut akan diarahkan ke pembuluh utama yang dimulai dari vertikel kiri jantung dan kemudian memberikan darah ke organ (di arahkan ke aorta). Saat darah yang bertekanan tinggi masuk ke aorta maka akan memberikan tekanan pada dinding aorta, hal ini menyebabkan aorta mempunyai kapasitas yang elastis untuk menjadi lebih gembung dan panjang. Tekanan darah pada akhir kontraksi jantung inilah yang disebut sebagai tekanan darah sistolik (tekanan darah saat terjadi kontraksi otot jantung).

  • Tekanan darah diastolik merupakan tekanan darahbawah atau angka bawah yang memperlihatkan jumlah tekanan darah di dalam arteri ketika jantung kita sedang beristirahat (antara ketukan/ detak), seperti saat kita tidur.

Saat tekanan darah pada kontradiksi jantung telah berakhir (yang sebelumnya dikatakan sebagai tekanan darah sistolik), selanjutnya organ jantung akan menjadi rileks sehingga suplai darah ke aorta akan berhenti. Pada kondisi inilah aorta akan kembali ke posisi semula atau tidak akan panjang dan gembung lagi. Langkah pengembalian atau mundur ini akan menyebabkan adanya tekanan ke darah, dan tekanan pada dinding pembuluh darah ketika rileksasi jantung inilah yang dikatakan sebagai tekanan darah diastolik (tekanan darah saat jantung sedang santai).

Yang harus anda ketahui ialah tekanan darah sistolik dan diastolik pada seorang manusia sangat bervariasi, hal disebabkan karena jumlah tekanan darah  tergantung pada aktivitas manusia tersebut. Misalnya, tekanan darah sistolik akan menjadi lebih tinggi saat seseorang mekakukan aktivitas berat, situasi manakutkan, dan lain-lain. Meskipun akan kembali menjadi normal lagi.

Cara Mengukur Tekanan Darah Sistolik Dan Diastolik

Cara mengukur tekanan darah ialah dengan menggunakan manset (alat pengukur darah sederhana yang biasa disebut sphygmomanometer). Caranya ialah dengan melilitkan manset karet pada lengan atas atau pergelangan tangan anda. Saat manset karet sedang mengukur tekanan darah anda, maka dokter biasanya akan mendengarkan darah anda yang bergerak melalui arteri dengan menggunakan stetoskop.

Pada saat itulah dokter akan mengetahui tekanan darah sistolik dan diastolik anda. Caranya ialah saat manset mengembang maka tekanan darah akan menjadi lebih tinggi dari tekanan sistolik. Saat manset mengempis, maka tekanan darah yang pertama kali di dengar melalui stesoskop ialah tekanan darah sistolik. Dan ketika suara hilang, maka tekanan darah yang di dengar melalui stesoskop oleh dokter ialah tekanan darah diastolik.

Penulisan untuk jumlah tekanan darah sistolik ialah selalu ditulis pertama kali dan diikuti garis miring dan terakhir jumlah tekanan darah diastolik.  Contohnya ialah jika tekanan darah anda dibaca 120 di atas 90, maka akan ditulis 120/90. Tekanan darah selalu diukur dengan menggunakan mmHg (satuan milimeter merkuri).

Perlu anda ketahui tekanan darah sistolik akan dikatakan normal jika 90 – 120 mmHg
(untuk dewasa), 95 mmHg (untuk bayi), dan 100 mmHg (untuk 6 – 9 tahun). Dan akan terjadi hipertensi ketika tekanan darah > 120 – 139 mmHg. Sedangkan untuk tekanan darah diastolik akan dikatakan normal jika 60 – 80 mmHg (untuk dewasa), 65 mmHg (untuk bayi), dan 65 mmHg (untuk 6 – 9 tahun), dan akan menimbulkan hipertensi saat tekanan darah > 80 – 89 mmHg. Untuk melancarkan kinerja tubuh menjadi maksimal, maka seseorang harus selalu  memiliki tekanan darah yang normal.

Pentingnya Memeriksa Tekanan Darah

Pemeriksaan tekanan darah sangat diperlukan, salah satunya ialah untuk menghindari hipertensi. Hipertensi memiliki dua tahapan, dimana yang paling membahayakan ialah ketika berada di tahap 2, di tahap ini tekanan darah sistolik berada di angka 160 bahkan lebih, dan ini sangat mengkhawatirkan. Apabila tekanan darah anda selalu normal, maka anda bisa memeriksanya setiap 2 tahun sekali (tergantung saran dokter). Jika tekanan darah di atas normal, maka anda wajib melakukan pemeriksaan setiap tahun (tergantung saran dokter).

Video Perbedaan

Referensi:

Comments

comments