Perbedaan Simpati dan Empati

Simpati dan Empati

Kata simpati dan empati sering kali membingungkan. Sepertinya keduanya memiliki arti yang sama untuk menjelaskan bagaimana hubungan dan perasaan seseorang terhadap orang lain, bahkan sering dipakai saling bertukar. Namun keduanya sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Kami akan menjelaskan perbedaan simpati dan empati dan bagaimana keduanya digunakan dalam kalimat sehari – hari.

SimpatiEmpati
DefinisiMengakui perasaan / kesulitan orang lain.Mengerti perasaan atau pengalaman orang lain, dan merasakannya sesaat seakan - akan anda sendiri yang merasakan.
HubunganMengerti pengalaman orang lainIkut merasakan secara pribadi
ContohHey disana gelap? Kasihan sekali kamu, mau roti?Hey aku tahu disana gelap. Aku akan menemanimu disana.
ContohDokter menghibur pasien dan keluarganya.Dokter membantu pasien dengan sangat karena ia pernah merasakan beratnya pengalaman yang sejenis.

Arti Kata Simpati dan Empati

Simpati berasal dari dua kata bahasa Yunani yaitu: pathos, yang berarti perasaan, dan kata awalan syn-, yang berarti bersama. Sehingga secara arti kata simpati berarti merasakan bersama orang lain. Jika anda bersimpati pada orang, anda berbagi atau mengerti perasaan orang tersebut.

Empati juga berasal dari bahasa Yunani yaitu: pathos, yang berarti perasaan, dan kata awalan en-, yang berarti didalam. Sehingga arti kata empati berarti mengerti perasaan atau pengalaman orang lain, dan merasakannya sesaat seakan – akan anda sendiri yang merasakan Jika anda berempati pada orang lain, berarti anda ikut merasakan kesedihan orang tersebut.

Hubungan antara Simpati dan Empati

Dasar dari hubungan, baik simpati ataupun empati adalah perasaan, bagaimana mengakui dan mengerti perasaan atau keadaan orang lain yang sedang menderita.

Baik simpati ataupun empati berarti peduli terhadap orang lain, namun empati memiliki nilai lebih, karena ikut merasakan “aku” didalam “kamu”, benar – benar ikut merasakan kesedihan yang dialami, bukan sekedar mengerti kemudian menghibur.

Video perbedaan Simpati dan Empati

Contoh Simpati dan Empati

Simpati dan empati tidak saling bertentangan, namun mereka juga tidak sama. Contohnya bagaimana seseorang yang kehilangan anaknya, karena sakit kemudian meninggal, tentu banyak orang yang dapat bersimpati dan merasa kasihan terdahap kejadian tersebut, namun mungkin hanya beberapa orang saja yang dapat merasakan kesedihannya bersama, yaitu orang yang pernah merasakan kejadian serupa.

Atau mungkin kejadian seseorang yang mengalami kesulitan ekonomi dan kebangkrutan usaha. Hampir semua orang akan merasa kasihan terhadap kejadian ini, namun hanya orang yang pernah merasakan hidup di kemiskinan, bangkrut dan hidup dalam kesulitan serupa yang benar – benar dapat berempati.

Simpati dan Empati pada kemanusiaan

Kemampuan untuk bersimpati dan berempati merupakan salah satu tanda penting dalam kemanusiaan, bagaimana manusia yang satu ikut mengerti dan merasakan perasaan orang lain. Orang yang tidak dapat merasakan ini biasanya dikategorikan sebagai orang yang apatis, narsistik, sosiopat atau bahkan psikopat. Bagaimana psikopat dapat menyiksa orang lain atau malah merasa senang diatas penderitaan orang lain.

Pada beberapa kasus orang tidak bisa bersimpati atau berempati karena kurangnya pengetahuan atau pengalaman yang benar – benar berbeda, hal ini kadang bukan tindakan yang aneh. Seperti bagaimana orang yang biasa tinggal di daerah yang tidak ada internet, tidak dapat merasakan bagaimana gelisahnya orang kota ketika tidak menemukan akses internet.

Pada beberapa kasus orang mungkin justru merasa berempati berlebihan, karena mereka merasa kondisi orang lain tersebut, benar – benar seperti kesulitan yang ia hadapi dimasa lalu, sehingga ia sungguh merasa terkait dengan mereka.

Referensi:

 

Comments

comments