Perbedaan Organic dan Anorganic

Senyawa Organik dan Anorganik

Pembedaan paling umum untuk membantu membedakan antara senyawa organik dan anorganik biasanya menjadi fakta bahwa senyawa organik dihasilkan dari aktivitas mahkluk hidup, sementara senyawa anorganik baik hasil dari proses alami yang tidak berkaitan dengan bentuk hidup apa pun atau hasil dari eksperimen manusia di laboratorium.

Tetapi definisi ini tidak semata-mata benar karena senyawa organik belakangan ini bisa secara buatan dibuat oleh manusia, dan lebih lagi senyawa organik telah ditemukan di luar angkasa dimana tidak ada mahkluk hidup. Perbedaan yang paling bisa diterima mengenai sifat pembuatan garam dari senyawa anorganik yang tidak ada pada senyawa organik. Tetapi definisi ini juga tidak terlalu sakral sebagaimana kedua senyawa organik kadang-kadang diketahui melawan trend ketika hal itu berkaitan dengan ada tidaknya sifat ini.

Beberapa memegang prinsip bahwa senyawa organik memiliki karbon sementara anorganik tidak. Hal ini juga tidak semata-semata 100% benar. Penjelasan yang lebih dapat dipegang adalah bahwa senyawa organik memiliki ikatan karbon-hidrogen, sementara anorganik tidak. Hal ini sebagian besar benar dan karenanya merupakan karakteristik pembeda yang nyata.

Namun, perbedaan lain adalah fakta bahwa senyawa anorganik mengandung atom logam, sementara senyawa organik tidak. Hal ini juga tidak 100% benar. Mungkin seseorang bisa menyimpulkan kata kimia anorganik dan organik dari apa yang merupakan senyawa organik atau anorganik. Senyawa organik bersifat biologis dan anorganik adalah mineral di alam.

Cara lain menunjukkan perbedaannya adalah dengan menunjuk bahwa senyawa organik adalah bagian dari kelas senyawa kimiawi, molekul yang mengandung karbon dan hidrogen. Dengan logika ini, karbit, karbonat, oksida karbon, dan karbon dasar tidak memenuhi sebagai senyawa organik. Senyawa anorganik berasal terutama dari sumber mineral dari sumber non biologis. Pandangan modern dari senyawa anorganik percaya bahwa senyawa anorganik kebanyakan meliputi logam yang mengadung senyawa bahkan jika mereka kebetulan ada pada organisme hidup.

Jadi, kita lihat bahwa apa yang merupakan senyawa organik atau anorganik telah berubah selama periode waktu, dan terjadi bahwa tidak ada kompartmen tahan air yang akan membedakan keduanya. Namun, satu selalu bisa dibedakan antara senyawa organik dan anorganik.

Kesimpulan:

  1. Senyawa organik merupakan hasil aktivitas dari mahkluk hidup sementara senyawa anorganik diciptakan baik oleh proses alami yang tidak berkaitan dengan bentuk hidup apa pun atau hasil dari percobaan manusia di lab.
  2. Senyawa anorganik bisa membuat garam, sementara organik tidak.
  3. Senyawa organik mengandung karbon, sementara anorganik tidak.
  4. Senyawa organik memiliki ikatan karbon-hidrogen, sementara anorganik tidak.
  5. Senyawa anorganik mengandung atom logam, sementara senyawa organik tidak.
  6. Senyawa organik bersifat biologis dan anorganik merupakan mineral di alam.
  7. Senyawa organik merupakan bagian dari kelas senyawa kimiawi dari molekul yang mengandung karbon dan hidrogen, sementara senyawa anorganik kebanyakan meliputi senyawa yang mengandung logam bahkan jika terjadi pada organisme hidup.

Comments

comments