Perbedaan Qada dan Qadar

Qada dan Qadar

Rukun iman yang diyakini umat Islam ada 6 perkara. Iman yang pertama iman kepada Allah SWT, kedua iman kepada malaikat, ketiga iman kepada kitab-kitab, keempat iman kepada nabi dan rasul, kelima iman kepada hari kiamat, dan iman yang keenam kepada qada dan qadar. Karenanya qada dan qadar menjadi salah satu hal yang wajib dipercayai atau diyakini oleh umat muslim. Keduanya kerap dikaitkan dengan takdir atau ketentuan Allah. Dimana qada dan qadar sama-sama menentukan kehidupan setiap manusia dan makhluk lain ciptaan Allah SWT. Sedangkan perbedaan qada dan qadar diberikan sebagai berikut:

Tabel Perbandingan

QadaQadar
Pengertian menurut bahasaHukum, ketetapan, pemberitahuan, penciptaan, perintah, dan kehendakKepastian, peraturan, dan ukuran
Pengertian menurut istilahKetetapan Allah sejak zaman azali terkait semua hal yang berhubungan dengan makhluk ciptaan-NyaPerwujudan dari ketetapan (qada) Allah terhadap semua yang berkenaan dengan mahkluk-Nya yang sudah ada sejak zaman azali
PerubahanDapat diubahTidak dapat diubah
ContohRezekiAjal manusia

Pengertian menurut bahasa

Qada dan qadar adalah rukun iman yang disebut bersamaan namun memiliki pengertian menurut bahasa yang berbeda. Jadi tidak hanya pelafalannya saja yang berbeda meskipun keduanya sama-sama mengacu pada takdir Allah. Menurut bahasa qada berarti hukum, ketetapan, pemberitahuan, penciptaan, perintah, dan kehendak. Ada tokoh ulama yang berpendapat bahwa qada merupakan ketetapan yang sudah terjadi. Karena itulah qada bisa diartikan pula sebagai keputusan. Untuk lebih jelasnya qada mencakup ketetapan Allah SWT bagi makhluk ciptaan-Nya seperti penciptaan, perubahan, dan termasuk peniadaannya.

Sementara, dari segi bahasa qadar memiliki arti berbeda. Qadar menurut bahasa memiliki arti kepastian, peraturan, dan ukuran. Selebihnya ada ulama yang menjelaskan bahwa qadar mencakup semua ketetapan yang belum terjadi. Adapun mengetahui qada dan qadar merupakan bagian dari rukun iman, maka beriman kepada qada dan qadar yang benar yaitu meyakini dengan segenap hati akan adanya takdir Allah SWT. Takdir yang berlaku pada semua mahkluk hidup ciptaan Allah. Takdir tersebut menjadi bukti akan kekuasaan dan kebesaran Allah. Sehingga segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak lain dan tidak bukan sudah ditetapkan oleh Allah SWT, Tuhan semesta alam.

Pengertian menurut istilah

Menurut istilah qada adalah ketetapan Allah sejak zaman azali terkait semua hal yang berhubungan dengan makhluk ciptaan-Nya dan sesuai dengan iradah-Nya. Dalam hal ini qada mencakup semua hal baik dan buruk, hidup dan mati, dan sebagainya. Bila sesuatu telah datang pada waktu terjadinya sesuai ketetapan sebelumnya, maka hal tersebut disebut qada. Adapun yang dimaksud dengan zaman azali itu sendiri yaitu zaman saat segala sesuatu belum tercipta.

Bila dilihat dari segi istilah, qadar terlihat jelas berbeda dari qada. Qadar menurut istilah dapat diartikan sebagai perwujudan dari ketetapan (qada) Allah terhadap semua yang berkenaan dengan mahkluk-Nya yang sudah ada sejak zaman azali sesuai iradah-Nya. Qadar juga dapat dikatakan sebagai takdir Allah SWT yang berlaku kepada semua makhluk hidup. Mencakup takdir yang sudah terjadi, sedang terjadi, ataupun yang akan terjadi di masa mendatang. Bila Allah SWT sudah menentapkan terjadinya sesuatu hal pada waktu yang ditetapkan, maka hal tersebut disebut qadar. Dari uraian ini bisa diambil kesimpulan bahwa sejatinya qadar sudah ada lebih dulu baru kemudian disusul qada atau qada ada setelah qadar.

Perubahan

Beriman kepada qada dan qadar sejatinya bermakna untuk meyakini dan mempercayai akan apa saja yang sudah terjadi dan yang bakal terjadi di masa yang akan datang. Keyakinan tersebut berlaku untuk semua hal baik atau buruk, taat atau maksiat, iman atau kafir, dan semua hal yang sudah dikehendaki oleh Allah SWT. Takdir memang hak prerogatif Allah yang sudah tidak bisa diubah. Qada pun termasuk kehendak Allah yang mana bila Allah menginginkan suatu hal terjadi, maka pasti akan terjadi. Akan tetapi dalam hal ini qada termasuk dalam takdir yang masih berjalan dan bisa diubah asal dengan usaha, ikhtiar, dan juga tawakkal sungguh-sungguh agar bisa mendapat hasil terbaik. Seperti yang tercantum dalam kitab Allah bahwa tidak akan berubah nasib seseorang kecuali dia mengubah nasibnya menjadi penguat penjelasan ini.

Lain halnya dengan qada. Qadar merupakan takdir yang tidak bisa diubah-ubah. Hal ini karena qadar sudah ditulis di dalam kita Lauhul Mahfuz. Dimana isi kitab Lauhul Mahfuz tersebut tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui isinya sehingga tidak bisa diubah. Karenanya qadar bisa diartikan pula sebagai puncak atau akhir.

Contoh

Setelah mengetahui mungkin tidaknya perubahan itu terjadi pada takdir qada dan qadar, tentu akan lebih mudah untuk memahami contoh masing-masing. Contoh dari qada adalah rejeki. Bila menginginkan rejeki berlimpah dan banyak, maka seseorang mesti bersungguh-sungguh dalam usaha dan tawakkal untuk mengubah nasibnya agar mendapat tambahan rejeki. Seperti yang diketahui, rejeki tidak akan datang begitu saja bila tidak dicari. Seseorang yang hanya bertopang dagu seharian pun tentu tidak akan menjadi kaya bila tidak berusaha atau bekerja mencari rejeki. Demikian pula dengan kecerdasan seorang siswa. Seorang siswa tidak akan menjadi pintar bila tidak berusaha belajar. Karenanya bila seorang siswa menginginkan nilai yang bagus mesti sungguh-sungguh belajar.

Sudah jelas pula bahwa qadar merupakan ketetapan Allah yang tidak bisa diubah, maka sekuat apapun upaya yang dilakukan bila sudah menjadi kehendak Allah ketentuan tersebut akan tetap terjadi. Contoh dari qadar yang paling jelas adalah ajal atau kematian manusia. Kapan seseorang meninggal sudah tertulis di kitab Lauhul Mahfuz. Lengkap mulai dari tanggal, hari, dan waktu. Bila seseorang menderita sakit jantung dan sudah berupaya berobat ke sejumlah tempat dengan semaksimal mungkin agar sembuh, tetapi karena Allah sudah menetapkan takdirnya sejak zaman azali dan ditulis dalam kitab Lauhul Mahfuz, maka bila seseorang tersebut harus mati karena penyakit jantung hal tersebut akan tetap terjadi. Ketentuan Allah SWT lainnya yang termasuk qadar yaitu kelahiran dan jodoh.

Referensi:

Comments

comments