Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan Fisika dan Kimia

Pernahkah Anda bertanya apa bedanya kayu yang digergaji dengan kayu yang dibakar? Atau mengapa karat berbeda dengan besinya? Kedua hal tersebut adalah contoh dari perubahan fisika dan juga perubahan kimia yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Cara terbaik untuk membedakan perubahan fisika dan perubahan kimia adalah bahwa perubahan fisika hanya mempengaruhi cara pandang atau persepsi subyek tentang materi tersebut padahal sejatinya secara komposisi tidak ada yang berubah sedangkan perubahan kimia mengubah sesuatu hingga ke struktur molekul terkecil sebuah materi. Materi perubahan fisika dan perubahan kimia bisa dengan mudah dipahami dengan cara mengetahui poin perbedaan dan juga melakukan observasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar lalu mengklasifikannya ke dalam perubahan fisika ataukah perubahan kimia.

Perubahan FisikaPerubahan Kimia
Yang berubahProperti fisik
(ukuran, berat, volume, fase, bentuk, warna, kekerasa, bau dll)
Properti fisik (ukuran, berat, volume, fase, bentuk, warna, kekerasa, bau dll) dan kimia (Terbakar, reaksi dengan oksigen, reaksi dengan air, pH dll.)
PenyebabSuhu, Pemberian GayaReaksi Kimia
(Oksidasi, Pencampuran zat kimia dll.)
Menghasilkan energiTidakYa
(panas, cahaya / suara)
Perubahan substansi atomTidakYa
Kembali kewujud semulaBisaTidak bisa
Beberapa bisa namun sulit
Contoh- Air menjadi Uap
- Air menjadi Es
- Kertas sobek
- Kayu dipotong
-
- Hidrogen Peroksida menjadi Air (H2O2 -> H2O)
- Kayu dibakar
- Besi berkarat
- Kue di panggang

Definisi

Menurut definisinya perubahan fisika adalah perubahan pada materi yang tidak menyebabkan terbentuknya materi baru. Sedangkan perubahan kimia adalah perubahan pada materi yang menyebabkan terbentuknya materi baru yang sama sekali lain dari materi utamanya. Materi yang mengalami perubahan fisika hanya akan menggiring persepsi atau cara pandang subyek untuk menyatakan bahwa materi tersebut berubah, padahal sejatinya pada level yang paling dasar materi tersebut masih memiliki komposisi yang sama dari materi semula. Jadi, pada perubahan fisika apa yang sebenarnya dilihat oleh subyek hanyalah perubahan superficial atau permukaannya saja yang secara substansi masih sama. Lain halnya dengan perubahan kimia yang mengubah struktur molekul terkecil dari sebuah materi dan berpotensi membentuk zat baru.

Apa yang berubah?

Perubahan fisika menyebabkan materi berubah secara warna, bentuk, ukuran dan juga wujudnya. Misalkan saja, kayu yang ditebang akan berubah bentuk menjadi lebih kecil sebab telah diberikan gaya tertentu (berupa tebangan). Materi yang mengalami perubahan fisika juga berpotensi mengalami perubahan wujud baik gas, cair maupun padat. Coba Anda recall memori bagaimana air (yang berupa zat cair) berubah menjadi es batu saat dimasukkan ke dalam freezer (dimana es batu tersebut merupakan zat padat) dan saat direbus akan menguap menjadi gas. Untuk perubahan kimia, yang berubah adalah materinya. Secara kasat mata materi tersebut akan berubah secara total dari bentuk materi awalnya.

Penyebab perubahan

Perubahan fisika terjadi karena adanya perubahan suhu dan pemberian gaya pada materi tertentu. Pengaruh perubahan suhu bisa dilihat seperti air pada suhu normal ruangan akan berubah menjadi beku saat dimasukkan ke dalam freezer. Suhu yang dingin dalam kulkas akan mengubah materi tersebut menjadi es batu.  Selain suhu dingin, suhu yang panas atau lebih tinggi juga berpengaruh pada perubahan materi. Misalkan air yang direbus lama kelamaan akan menguap menjadi gas dengan komposisi Hidrogen dan Oksigen di awan. Adapun contoh perubahan fisika karena pemberian gaya seperti pada pembukaan artikel ini. Saat Anda menebang pohon dengan kapak, kayu akan terbelah. Untuk mendapatkan performa yang bagus, kayu tersebut di gergaji sesuai dengan kegunaan. Menebang dengan kapak dan juga menggergaji adalah contoh pemberian gaya yang dapat mengubah bentuk kayu tersebut. Lain halnya dengan perubahan kimia, perubahan kimia terjadi karena reaksi kimia yang terjadi pada materi tertentu. Reaksi kimia yang dimaksud bisa dalam bentuk pembakaran dan juga oksidasi. Misal, kayu yang dibakar akan menghasilkan abu yang berbeda dengan kayu selaku materi awalnya. Selain itu, besi yang dibiarkan di luar, terkena sinar matahari secara langsung dan bereaksi dengan oksigen akan menghasilkan karat besi yang makin lama makin menumpuk. Peristiwa ini dalam dalam science disebut dengan iron oxide atau reaksi oksidasi pada besi yang merupakan bagian dari reaksi kimia.

Kemampuan kembali ke wujud semula

Materi yang mengalami perubahan fisika berpotensi untuk kembali ke wujud semula. Misalkan kayu yang ditebang dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian wujudnya tetap sama yaitu kayu. Serbuk hasil gergaji pun demikian, serbuk tersebut tetaplah kayu yang berubah bentuk menjadi lebih kecil. Beda halnya dengan perubahan kimia. Karat besi yang merupakan hasil dari reaksi oksidasi tidak akan bisa berubah menjadi besi kembali sebab ini adalah zat baru dimana materi awal bereaksi dengan oksigen di awan. Molekul besi dan juga oksigen di awan berinteraksi untuk membentuk substansi yang berbeda sifatnya dari kedua elemen pembentuknya.

Contoh lain, saat kaos yang Anda pakai robek, lalu Anda menjahitnya maka kaos akan kembali ke bentuk semula dan bisa dipakai kembali. Akan tetapi saat kaos tersebut dibakar lalu berubah menjadi abu, usaha menjahitpun akan jadi sia-sia. Ini adalah cara utama yang bisa Anda pakai untuk membedakan perubahan fisika dan kimia.

Kemampuan menyebabkan perubahan lain

Perubahan fisika tidak berpotensi menyebabkan perubahan kimia sedangkan perubahan kimia memungkinkan materi berubah secara fisika juga. Misalkan kayu yang dibakar menjadi abu. Perubahan fisika memiliki ciri berubah secara warna, bentuk, wujud dan juga ukuran. Kayu yang telah menjadi abu secara bentuk telah berubah, secara warnapun menjadi hitam, secara ukuranpun itu kayu berubah menjadi lebih kecil. Otomatis dalam proses pembakaran ini juga include indikasi perubahan fisika. Sedangkan kayu yang hanya diberikan gaya seperti ditebang atau digergaji tidak menyebabkan perubahan kimia sebab tidak ada reaksi kimia yang terjadi pada proses tersebut.

Satu contoh dimana perubahan fisika dan kimia terjadi secara bersamaan adalah saat  menggoreng gula. Secara fisik, tampilan gula yang digoreng akan menjadi hitam kecoklatan yang merupakan indikasi perubahan warna pada perubahan fisika. Selain itu, proses ini juga mengubah molekul gula. Gula yang memiliki rumus kimia C6H12O6 (rumus glukosa) akan diurai menjadi CO2 dan juga H2O yang akan mengalami evaporasi membentuk uap dalam bentuk karbon dioksida dan uap air di udara.

Catatan:

Proses perubahan kimia akan mengeluarkan sejumlah energi dalam bentuk kilatan cahaya, listrik, maupun perubahan suhu. Ketiga bentuk energi tersebut adalah katalis yang dapat mempercepat terjadinya reaksi kimia. Sebagian kecil energi dipakai untuk proses reaksi kimia yang berlangsung pada materi tersebut. Kenapa membutuhkan energi? karena ikatan molekul dalam materi itu perlu diurai. Molekul juga akan saling bertabrakan dengan atom lain saat proses kimia berlangsung. Perlu diketahui bahwa terjadinya perubahan kimia pada masing-masing materi memerlukan waktu yang berbeda-beda tergantung kondisi materi yang sedang bereaksi.

Slideshare

Referensi:

Comments

comments