Perbedaan pendidikan baik dan buruk

Pendidikan yang Baik dan Buruk

Setiap orang tua pasti ingin memberikan pendidikan yang baik untuk anak nya atau mungkin dirinya sendiri. Tapi apa itu pendidikan yang baik? Apakah pendidikan yang baik berarti harus di gedung yang mewah? Apakah pendidikan yang baik harus berbahasa internasional yaitu inggris? Seperti apa itu pendidikan yang baik? Sayangnya tidak satupun dari kriteria yang diatas merupakan hal yang terpenting dalam pendidikan.

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

Kebanyakan pendidikan yang kurang baik, hanya berfokus pada hard skill. Sejauh anda pintar pelajaran, anda dikategorikan sangat sukses disekolah. Mengapa demikian? Karena hal itu sangat mudah. Pendidikan yang baik tidak hanya berfokus pada hard skill namun juga soft skill. Mereka mengajarkan bagaiaman bekerja kelompok, presentasi di depan umum, berdebat mempertahankan argumen dan kemampuan lainnya yang sangat berguna di kehidupan nyata.

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

Sebagian besar siswa akan senang sekali ketika sekolahnya libur… Mengapa demikian? Banyak sekolah yang membuat siswanya takut / benci dengan sekolah dengan gurunya yang tidak bersahabat / killer atau pelajaran yang membosankan. Pendidikan yang baik harus membuat siswa betah di sekolah dengan materinya yang menyenangkan. Pelajaran sejarah tidak harus melulu menghafalkan tahun berapa kerajaan Majapahit berdiri dan sebagainya, namun lebih menceritakan hal – hal yang menarik pada kerajaan Majapahit. Menonton film Majapahit, bercerita kesuksesan Raja – rajanya, tiap anak berkelompok membuat drama cerita Majapahit sehingga siswa akan sangat tertarik mempelajari Majapahit, dan tidak sabar mendengar kelanjutan.

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

Banyak sekolah yang hanya memperhatikan nilai akademis siswanya. Sejauh siswa ini memiliki nilai bagus di rapot, urusan selesai. Namun bukan begitu seharusnya sekolah yang baik. Banyak sekali faktor yang harus diperhatikan seperti kecerdasan emosional, spiritual dan lainnya. Bagaimana siswa dapat bergaul dengan baik, menyelesaikan masalah antar sebayanya, saling mendukung dan mendoakan satu sama lain. 

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

“Jawabanmu benar, tapi karena tidak sesuai cara yang bapak/ibu guru ajarkan nilai mu dikurangi”, Betapa banyak siswa yang tidak boleh membuat keputusan sendiri, mengambil kelas apa yang diinginnya, cara mengerjakan soal yang diinginnya, semuanya harus sesuai dengan keinginan sekolah dan pengajar. Sehingga siswa tidak menjadi individu yang bebas, namun seperti tahanan penjara yang harus melakukan segala sesuatunya berdasarkan peraturan. Bayangkan jika siswa boleh memilih tugas akhirnya sendiri. Siswa dengan kesukaan menggambar, membuat komik kemerdekaan, siswa dengan kesukaan menyanyi mengkomposisi lagu dengan tema nasionalis, siswa dengan kesukaan berpuisi membuat puisi kemerdekaan. Pada kehidupan nyata hampir semua keputusan berada ditangan individu entah pilihan karir, tempat tinggal, pasangan hidup dan lainnya. Apa jadinya generasi masa depan jika dididik dengan pemikiran “ikut gurunya saja, daripada salah dimarahi”

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

Hal di dunia ini sangat banyak yang bisa dipelajari. Lebih baik mengajarkan siswa memancing, daripada memberikan ikannya. Sama dengan pembelajaran, lebih baik mengajarkan siswa cara belajar, dengan begitu apapun yang ingin diketahui dapat dikuasai oleh individu tersebut. Berapa banyak guru yang mengajarkan siswa “bagaimana cara belajar”. Ada teori yang mengajarkan bahwa anda dapat belajar apapun dalam 20 jam, bagaimana caranya? Pecahlah bahan pelajaran tersebut dengan sekecil mungkin.

Contohnya: “Belajar bermain bulu tangkis”

  1. Belajar memegang raket
  2. Belajar posisi berdiri/footwork
  3. Belajar teknik memukul
  4. Belajar teknik berpasangan
  5. dst…

Ternyata teknik memegang raket juga banyak bisa dibagi lagi menjadi:

  • Memegang posisi netral
  • Memegang posisi forehand
  • Memegang posisi backhand

dan seterusnya… Banyak sekali teknik belajar yang membuat proses belajar menjadi lebih efektif, namun sayangnya pendidikan yang kurang baik masih belum mengajarkan hal – hal ini disekolah, namun hanya mengajarkan materi pembelajarannya saja.

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

“Jangan banyak tanya” “Pokoknya ya begitu” “Kamu ini kurang ajar ya, menantang guru”, kalimat diatas merupakan ciri pendidikan yang kurang baik. Dimana siswa harus menerima mentah – mentah yang diajarkan pendidik, dan tidak boleh bertanya atau mengasah topik lebih dalam. Pendidikan yang baik akan mendorong siswa untuk menguji teori yang telah ada. Bayangkan jika semua siswa pasrah saja ketika guru di kelas menjelaskan bahwa matarilah yang mengitari bumi. Tidak ada orang yang berani berpikir bahwa ada kemungkinan teori ini salah. Guru / ilmuan juga manusia, semua ilmu yang berada di buku tulis tidak bisa dijamin 100% kebenarannya, siswa yang terlatih berpikir kritis, terbiasa mengolah segala informasi yang ada, tidak hanya mentah – mentah menerimanya.

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

Bagaimana jika pertanyaan pada ujian bukan “Apakah ideologi yang paling baik?” Dan jawaban yang benar sudah tercantum pada buku jawaban, selain itu salah. Melainkan “Apa menurutmu ideologi yang paling baik?”. Semua jawaban dapat dibenarkan, baik yang menjawab sosialis, komunis, liberal ataupun kapitalis. Mengapa demikian? karena untuk menjawab pertanyaan tersebut, siswa harus menguasai semua ideologi, apa kelebihan dan kelemahannya, dan bagaimana jika ideologi itu diimplementasikan ke kondisi masyarakat yang ada saat ini. Semua boleh memiliki pandangannya masing – masing, semua boleh berpendapat asalkan berlandaskan teori yang benar. Seberapa banyak siswa yang dapat mencontek? Tidak ada orang yang memiliki pemikiran 100% sama, pendidik tidak perlu menjaga siswa untuk tidak mencotek, semua bebas memberikan opini.

Perbedaan pendidikan baik dan buruk

Di sistem pendidikan yang buruk banyak siswa yang tidak bisa matematika, dan tertekan karena dianggap bodoh oleh guru dan teman sebayanya. Pendidikan yang baik tidak mempermasalahkan siswa yang lemah di suatu bidang, dan membantu mereka menemukan bidang terkuatnya. Tidak ada yang peduli apakah Lionel Messi / Cristiano Ronaldo jago di bidang matematika. Jika mereka menganut sistem pendidikan yang buruk, mereka mungkin akan dianggap kurang berbakat karena nilai matematikanya jelek. Tapi pendidikan yang baik tidak berfokus pada kelemahan siswa, namun ke bakat yang kemungkinan dimilikinya. Tidak masalah tidak pintar matematika, namun bisa jadi pelukis. Tidak masalah tidak pintar fisika, namun bisa menjadi sastrawan hebat.

 

Referensi: Lifehack

 

Comments

comments