Perbedaan Orde Baru dan Reformasi

Orde Baru dan Reformasi

Perbedaan Orde Baru dan Reformasi hingga saat ini masih menjadi topik yang menarik untuk dikaji, tidak sedikit yang membincangkannya dalam forum-forum ilmiah atau hanya sekedar obrolan ditengah masyarakat. Masih besarnya pengaruh dari kedua masa tersebut tidak terlepas dari banyaknya peristiwa-peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Orde Baru maupun Reformasi, dan apa pula perbedaan diantara keduanya? Berikut rangkuman semua penjelasan diatas akan disajikan dalam bentuk tabel.

Orde BaruReformasi
Tahun1966 - 19981998 - sekarang
Kebebasan dalam Menyampaikan pendapatTerbatasnya kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Teratasnya ruang gerak pres.Masyarakat dan pers bebas menyampaikan pendapatnya termasuk memberikan saran sampai kritik kepada pemerintah secara terbuka.

HukumMuncul ketidakadilan dan adanya rekayasa pada proses peradilan. Pembagian kekuasaan dapat hukum tidak sesuai dengan UUD 45. Penyimpangan diperbaikisecara menyeluruh, batasanwewenang kekuasaan antar lembaga Legislatif, Eksekutif serta Yudikatif diatur dengan tegas.

EkonomiMasa perkembangan ekonomi bangsa Indonesia dan pembangunan nasional sertabekerja sama dengan negara lain lancar. Banyak prestasi yang dicapai khususnya dari bidang pertanian. Merajalelanya praktik KKN hingga kesenjangan ekonomi yang semakin melebar.Membuat kebijakan kebijakan untuk keluar dari krisis.
Ketimpangan ekonomi jauh lebih tinggi.
PolitikTerjadi pengelompokan danpenyederhanaan partai politikdengan pelaksanaan kepartaian didasarkan pada persamaan program.
Pemilu diikuti oleh 3 partai politik dengan asas Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia
Bermunculannya berbagai partai politik dengan latarbelakang yang berbeda baik dari segi golongan maupun ideology.
Pemilu diikuti oleh 48 partai politik tiga partai politik dengan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.
PendidikanBanyak mengukir prestasi dengan program-program yang berperan besar pada perkembangan pendidikan di Indonesia serta pembangun lembaga-lembaga pendidikan yang terbatas untuk kalangan tertentu.

Fasilitas pendidikan terbuka untuk semua kalangan termasuk untuk etnis Cina

Awal Kelahiran

Orde Baru merupakan sebutan yang menunjukan masa peralihan dari pemerintahan Orde Lama. Masa Orde Baru lahir pada tahun 1966 dan diawali dengan keberhasilan dalam menumpas G.30.S/PKI di tanggal 1 Oktober 1965, pemerintahan ini berakhir pada tahun 1998. Ketika itu pemerintahan Indonesia dipimpin oleh Presiden Soeharto, itulah sebabnya kenapa Orde Baru juga dikenal dengan era pemerintahan Soeharto. Orde Baru hadir dengan berbagai inovasi baru untuk masa depan bangsa yang lebih baik termasuk kaitannya dalam mengoreksi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di masa Orde Lama. Pada era kekuasaan Soekarno keamanan dalam negeri dianggap sangat tidak kondusif, ketika itu muncul peristiwa pemberontakan yang didalangi oleh G30S PKI. Kondisi inilah yang dianggap sebaagi cikal bakal runtuhnya pemerintahan Orde Lama

Ada banyak prestasi yang dicapai pada masa Orde Baru khususnya dari segi ekonomi. Namun meskipun demikian, maraknya KKN turut melukai kepercayaan rakyat yang sudah terbangun untuk negara hingga memunculkan sebuah pergerakan yang akhirnya terjadi masa peralihan ke masa Reformasi.

Secara umum Reformasi berarti perubahan atas suatu sistem yang sudah berjalan pada suatu masa, kata ini pertama kali muncul dari gerakan pembaruan yang dilakukan oleh kalangan Gereja Kristen yang berada di Eropa Barat (abad ke-16) yang dipimpin oleh Ulrich Zwingli, Martin Luther, Yohanes Calvin, dan sebagainya. Di Indonesia sendiri umumnya kata Reformasi ini merujuk pada masa setelah Orde Baru atau pergerakan mahasiswa yang turun ke jalan untuk mengakhiri kekuasaan presiden Soeharto yang berlangsung pada tahun 1998.

Kebebasan dalam Menyampaikan Pendapat

Era Orde Baru begitu identik dengan pemerintahan yang diktator, keikutsertaan TNI dalam pemerintahan dan berbagai aturan yang mengikat membuat ruang lingkup menjadi terbatas, tidak ada kebebasan menyampaikan pendapat. Namun meskipun demikian perlu diakui pada saat tersebut tingkat keamanan di Indonesia sangatlah tinggi, rakyat dapat hidup dengan aman dan juga damai. Berbeda dengan era Orde Baru, pada masa Reformasi masyarakat bahkan pers bebas untuk menyampaikan pendapatnya. Masyarakat dapat memberikan saran sampai kritik kepada pemerintah secara terbuka, sementara Pers juga bebas dalam melakukan liputan dan mempublikasikannya selama memiliki SIUP atau Surat Ijin Usaha Penerbitan.

Ekonomi

Era Orde Baru bisa dikatakan sebagai masa-masa keemasan Indonesia, bangsa ini jelas unggul dari segi ekonomi dan tidak kalah dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Dalam kurun waktu 26 tahun, ekonomi bangsa Indonesia berkembang dengan pesat bahkan Indonesia dikenal sebagai ‘Macan Asia’. Perkembangan ekonomi Indonesia terlihat dari segi industri, pertaniaan dan sebagainya. Dari bidang pertanian prestasi lain yang dicapai pada masa Orde Baru adalah adanya swasembada pangan. Pada masa tersebut pemerintah giat melakukan pembangunan nasional dan bekerja sama dengan negara lain. Namun merajalelanya praktik korupsi hingga kesenjangan antara ‘Si miskin’ dan ‘Si kaya’ yang semakin melebar juga turut menjadi masalah serius yang harus dihadapi pada masa pemerintahan Soeharto, meskipun ketimpangan ekonomi sampai kemiskinan yang terjadi pada saat itu dinilai tidak separah saat zaman penjajahan.

Munculnya masa Reformasi, dikarenakan semakin berkurangnya kepuasan masyarakat Indonesia atas pemerintahan Orde Baru, khususnya karena semakin melemah ekonomi Indonesia akibat krisis finansial Asia dan tindakan KKN yang hampir menyentuh seluruh jajaran pemerintah.Secara umum masa Orde Baru dengan Reformasi tidak jauh berbeda, dalam sebuah data diketahui jika ketimpangan ekonomi di masa Orde Baru juga dialami rakyat Indonesia pada masa Reformasi bahkan ketimpangan tersebut jauh lebih tinggi dimasa Reformasi. Kondisi ini pun menggiring opini bahwa pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi ketika itu tidak dirasakan merata kepada masyarakat, dimana orang-orang kaya mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Hukum

Dari segi hukum muncul ketidakadilan, yang terjadi pada masa Orde Baru. Faktanya yang terjadi dilapangan para hakim lebih banyak melayani penguasa, terdapat pelaksanaan hukum yang lebih memihak keluarga pejabat sehingga tidak jarang adanya rekayasa pada proses peradilan yang merugikan satu pihak. Hal ini tentu bertentangan dengan apa yang tertuang dalam UUD 45. Untuk memperbaiki penyimpangan disegi hukum dilakukan reformasi yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari sistem dan ajaran-ajaran hukum termasuk peraturan perundang-undangan sampai merambah kepada para aparatur penegak hukum. Dengan berbagai pembenahan di bidang hukum sebagian besar menyatakan bahwa peradilan di masa Reformasi lebih maju dibandingkan dengan era Orde Baru, pembagian wewenang kekuasaan antar lembaga Legislatif, Eksekutif serta Yudikatif pun diatur dengan tegas.

Politik

Pada masa Orde Baru terjadi pengelompokan dan penyederhanaan partai politik, tepatnya etelah pemilu tahun 1971. Penyederhanakan jumlah partai ini bukan menghapuskan partai yang sudah terbentuk melainkan menggabungkan atau fusi sejumlah partai. Kondisi ini membuat pelaksanaan kepartaian tidak didasarkan pada ideologi melainkan pada persamaan program. Dari penggabungan tersebut dihasilkan tiga partai politik yaitu : Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Pada era Reformasi yang merupakan tanda berakhirnya pemerintahan Orde Baru, bermunculannya berbagai partai politik dengan latarbelakang yang berbeda baik dari segi golongan maupun ideology. Pada masa ini sistem kepartaian yang digunakan adalah sistem multipartai.

Selama Orde Baru telah berlangsung setidaknya enam kali pemilihan umum yaitu: tahun 1971 sampai tahun 1997. Dengan dilandasi LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia), pelaksanaan Pemilu secara teratur ini memberi kesan atas terciptanya demokrasi di Indonesia, terutama dengan terciptanya kondisi yang tertib selama penyelenggaraan event lima tahunan tersebut. Meskipun demikian kenyataan bahwa Golkar selalu menjadi partai politik yang mendominasi kemenangan pemilu 1971-1997 ini menimbulkan keraguan bagi beberapa pihak, ahkan tidak sedikit yang menggelontorkan prasangka mengenai adanya kecurangan. Kemenangan Golkar dinilai sangat menguntungkan pemerintah, karena setiap Pertangungjawaban maupun Rancangan Undang-undang selalu memperoleh persetujuan MPR maupun DPR selain itu hal ini juga dianggap sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan. Pada masa Reformasi yang merujuk pada pemerintahan B.J. Habibie pemilihan umum berhasil diselenggarakan dengan sistem kepartaian multipartai dan pemilihan presiden secara demokratis yang terlaksana dengan damai. Adapun jumlah partai yang terlibat adalah sekitar 48 partai politik dengan dilandasi asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil..

Pendidikan

Selain dibidang ekonomi, di bidang pendidikan Orde Baru juga mengukir banyak prestasi dibidang pendidikan. Terdapat banyak program pemerintah yang dinilai berperan besar pada perkembangan pendidikan di Indonesia diantaranya adalah program beasiswa bagi para siswa yang berprestasi, program bebas buta huruf, program Wajib Belajar dan sebagainya. Di masa tersebut juga turut dibangun  lembaga-lembaga pendidikan mulai dari kursus sampai pendidikan formal, sebagai bekal untuk memasuki bidang profesi. Hanya saja adanya kebijakan diskriminasi membuat fasilitas pendidikan ini tidak bisa dirasakan oleh semua kalangan berbeda dengan pendidikan pada masa Reformasi yang lebih terbuka termasuk untuk etnis Cina.

Slideshare

Comments

comments