Apa bedanya Negara Maju dan Negara Berkembang

Negara Maju dan Negara Berkembang

Istilah negara maju dan berkembang tidak lagi asing di telinga. Sebutan yang seringkali digunakan untuk mengelompokkan negara-negara di dunia ini sempat menimbulkan banyak kritik dari berbagai pihak. Meski begitu, pengelompokan negara-negara di dunia ke dalam negara maju dan berkembang tidak dapat dihindari. Hal ini karena pelaksanaan pembangunan pada setiap sektor kehidupan yang terjadi pada masing-masing negara memiliki tahapan dan perkembangan yang berbeda. Sehingga hasil yang didapatkan pun berbeda pula.

Negara MajuNegara Berkembang
Pendapatan per kapitaTinggi lebih dari 10,726 USD per tahunRendah kurang dari 10,275 USD per tahun. Berkisar antara 876-10,275 USD per tahun
Tingkat pengangguranRendahTinggi
Kegiatan ekonomi utamaIndustri dan jasaSektor primer pertanian, perikanan, tambang, kehutanan
Laju pertumbuhan pendudukRendahTinggi
Tingkat pendidikanTinggiRendah
Angka harapan hidupTinggiRendah
Contoh NegaraAmerika Serikat, Jerman, Australia, Inggris, Korea Selatan, dan lain – lainIndonesia, Afganistan, Argentina, Brazil, Ethiopia, Jamaica, Filipina, dan lain2

Pendapatan per kapita

Pada dasarnya tidak ada definisi khusus yang dijadikan acuan untuk mengelompokkan negara-negara di dunia ke dalam kelompok negara maju dan berkembang. Namun Bank Dunia membuat pengelompokan negara-negara di dunia ke dalam negara maju dengan mengacu pada pengelompokan yang dibuatnya. Berdasarkan pengelompokan yang dibuat, Bank Dunia membagi negara-negara di dunia ke dalam 4 kelompok negara yang berbeda.

Kelompok pertama adalah negara yang memiliki pendapatan rendah dengan pendapatan per kapita 975 USD atau kurang. Kelompok kedua adalah negara yang memiliki pendapatan menengah ke bawah dengan pendapatan per kapita 976-3,855 USD. Kelompok ketiga adalah negara pendapatan menengah ke atas dengan pendapatan per kapita 3,856-11,905 USD. Sementara kelompok keempat adalah negara pendapatan tinggi dengan pendapatan per kapita lebih dari 11,906 USD.

Berdasarkan pengelompokan tersebut, Bank Dunia menyebut negara dengan pendapatan rendah dan menengah ke bawah adalah negara berkembang. Sementara negara yang memiliki pendapatan menengah ke atas hingga tinggi dikelompokkan ke dalam negara maju. Pengelompokan ini telah dibuktikan oleh beberapa negara maju di dunia yang memiliki pendapatan per kapita mulai dari 3,855 USD hingga lebih dari 11,906 USD seperti Korea Selatan, Australia dan Jepang.

Tingkat Pengangguran

Selain dilihat dari pendapatan per kapita setiap tahunnya, ciri-ciri negara maju dan berkembang dapat dilihat dari tingkat pengangguran suatu negara. Negara maju memiliki pendapatan per kapita yang sangat tinggi setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan bahwa setiap penduduk di negara tersebut bukanlah pengangguran yang tidak memiliki pendapatan. Sehingga bisa dipastikan bahwa tingkat pengangguran di negara maju biasanya sangat rendah.

Rendahnya tingkat pengangguran di negara maju yang rendah dipicu oleh kegiatan ekonomi yang memanfaatkan sumber ekonomi secara maksimal. Bahkan ketika terdapat pengangguran di negara maju, biasanya pengangguran tersebut bersifat friksional. Dengan kata lain pengangguran yang ada merupakan akibat dari berganti atau pindahnya pekerjaan satu ke jenis pekerjaan lainnya. Sehingga tidak sampai menganggur tanpa pekerjaan.

Berbeda dengan negara maju, tingkat pengangguran di negara berkembang masih sangat tinggi. Kegiatan ekonomi utama yang dilakukan di negara berkembang seperti pertanian, perikanan atau peternakan menyebabkan lapangan pekerjaan semakin sulit didapatkan. Jenis pengangguran di negara berkembang sifatnya tidak lagi friksional. Melainkan setengah pengangguran atau pengangguran yang terselubung yang merugikan negara.

Kegiatan ekonomi utama

Sebagian besar negara maju menganut sistem ekonomi kapitalis yang cukup banyak memberikan andil dalam tingginya kegiatan ekonomi yang terjadi di dalamnya. Hampir sebagian besar kegiatan perekonomian utama di negara maju bergerak dalam bidang industri dan jasa. Negara seperti Korea Selatan dan Jepang akan lebih banyak menjalankan perekonomian di sektor-sektor industri seperti mobil, alat-alat elektronik hingga alat berat.

Selain lebih banyak bergerak dalam sektor industri, negara maju juga lebih banyak menjalankan perekonomian utama dalam bidang jasa seperti bidang keuangan yang berupa bank, lembaga peminjaman dan lain-lainnya. Selain bidang keuangan, jasa hiburan, pendidikan hingga konsultan juga lebih banyak menjadi kegiatan ekonomi utama penduduk negara maju. Sementara untuk negara berkembang justru lebih banyak melakukan kegiatan ekonomi pada sektor primer.

Salah satu kegiatan ekonomi yang bersifat primer adalah pertanian, perikanan, peternakan hingga kehutanan. Selain itu negara-negara berkembang juga lebih banyak melakukan kegiatan ekonomi di sektor primer tambang yang lebih banyak memanfaatkan sumber daya alam. Kecenderungan hanya mengerjakan kegiatan ekonomi primer disebabkan oleh rendahnya penguasaan terhadap teknologi. Sehingga penduduk negara berkembang hanya mengandalkan cara-cara tradisional.

Laju pertumbuhan penduduk

Ciri-ciri negara maju lainnya adalah rendahnya laju pertumbuhan penduduk. Rendahnya laju pertumbuhan penduduk ini dapat dibuktikan dengan rendahnya angka kelahiran sekaligus kematian bayi. Kondisi ini diperkuat dengan semakin tingginya kesadaran dalam membuat perencanaan untuk keluarga, semakin baiknya fasilitas kesehatan hingga persentase partisipasi wanita dalam dunia kerja yang semakin meningkat dari hari ke hari.

Sementara negara berkembang justru berkebalikan dari negara maju. Laju pertumbuhan negara berkembang justru sangat tinggi dan terus meningkat dari hari ke hari. Tingkat kelahiran bayi juga semakin tinggi demikian pula dengan tingkat kematian bayi. Tingginya angka kelahiran disebabkan oleh rendahnya pemahaman mengenai perencanaan yang harus dibuat untuk keluarga hingga pemahaman mengenai pernikahan usia dini.

Indonesia menjadi contoh negara berkembang yang menduduki peringkat kedua di dunia sebagai negara yang melaksanakan pernikahan usia dini paling banyak. Selain rendahnya pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keluarga, Indonesia juga memiliki partisipasi wanita dalam dunia kerja yang sangat rendah. Peran wanita terbatas pada cakupan kecil keluarga yang bertugas untuk mengasuh anak dan mengelola rumah tangga.

Tingkat pendidikan hingga harapan hidup

Masyarakat negara maju memiliki tingkat pendidikan yang sangat tinggi. Hal ini ditandai dengan bebasnya penduduk dari buta aksara. Di negara maju bisa dipastikan semua penduduknya bisa membaca dan menulis. Hal ini terjadi karena negara maju menerapkan sistem pendidikan wajib gratis dengan fasilitas ditunjang negara. Sehingga semua penduduk negara maju dapat menikmati fasilitas pendidikan yang disediakan.

Dengan semakin tingginya tingkat pendidikan, maka kesadaran pada kesehatan masyarakat pada negara maju juga semakin tinggi. Fasilitas kesehatan lengkap dan cukup sangat menunjang pelayanan kesehatan sehingga angka harapan hidup masyarakat negara maju juga sangat tinggi lebih dari usia 60 tahun. Hal ini sangat berbeda dengan negara berkembang yang justru memiliki tingkat pendidikan rendah tidak terkecuali fasilitas pendidikan dan kesehatannya.

Tingkat pendidikan yang rendah disebabkan oleh pemahaman tentang pendidikan dan fasilitasnya yang rendah. Hal ini menyebabkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga semakin rendah. Sehingga dengan adanya fasilitas kesehatan yang buruk dan tidak mencukupi, angka harapan hidup masyarakat negara berkembang juga sangat rendah. Angka harapan hidup masyarakat negara berkembang kurang dari usia 60 tahun.

Referensi:

Comments

comments