Monokotil dan Dikotil

Tanaman berbunga terbagi menjadi dua jenis yaitu: monokotil dan dikotil. Perbandingan ini meliputi perbedaan morfologi di daun, batang bunga, buah dan lain – lain.

Klasifikasi tanamn berbunga atau angiosperms menjadi dua ini pertama kali di terbitkan oleh John Ray di 1682, dan kemudian ahli botanika Antoine Laurent di 1789, menggantikan klasifikasi yang sebelumnya. Menurut klasifikasi ini tanaman berbunga dibagi menjadi 8 grup, dan jumlah terbesar dimiliki oleh monokotil dan dikotil.

MonokotilDikotil
Embrio (Biji Keping)1kotiledon
1
2kotiledon
2
Tulang Daundaunparalel
sejajar / paralel
daunmenjari
menyirip / menjari
Jumlah Bagian Bungabunga3
kelipatan 3
bunga5
Kelipatan 4 / 5
Akarakarserabut
Serabut
akartunggang
Tunggang
KambiumTidak BerkambiumBerkambium
CabangTidak BercabangBercabang
Pembuluh AngkutTersebar
(Kolateral tertutup)
Teratur dalam lingkaran
(Kolateral terbuka)
Jari-jari Empulurtidak adaAda, berupa deretan jaringan parenkim diatantara berkas pengangkut
Serbuk Sari1 pori3 pori
Ujung akar lembaga
(kaliptra)
Mempunyai pelindung
(koleoriza)
Tidak mempunyai pelindung
Ujung PucukMempunyai pelindung
(koleoptil)
Tidak mempunyai
Buahbuahterbuka
Terbuka
buahtertutup
Tertutup
Potongan Penampang Batangbatangmonokotilbatangdikotil
Potongan vPenampang Akarakarmonokotilakardikotil
ContohPisang, Kelapa, Jagung, BawangMangga, Rambutan, Jambu, Durian

Kotiledon (keping biji)

Jumlah dari kotiledon dibagi menjadi dua jenis, dan menjadi dasar penggolongan monokotil dan dikotil. Kotiledon adalah biji disekitar embrio yang mengandung nutrisi untuk embrio sampai mereka dapat menumbuhkan daun dan dapat memproduksi makanan mereka sendiri melalui proses fotosintesis. Seperti namanya monokotil memiliki satu kotiledon dan dikotil memiliki dua kotiledon.

Batang

Salah satu cara termudah untuk membedakan tumbuhan monokotil atau dikotil lewat mikroskop adalah melihat potongan penampang batangnya. Dari potongan penampang batang, akan terlihat sistem vaskular yang berbeda antara monokotil dan dikotil. Sistem vaskular pada monokotil terpisah-pisah. Xilem dan Floem tidak terkumpul pada suatu area. Berbeda dengan sistem vaskular pada dikotil yang terpusat membentuk silinder di tengah.

Bunga

Baik monokotil dan dikotil termasuk klasifikasi tumbuhan berbunga. Namun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Bunga pada tumbuhan monokotil mempunyai jumlah dengan kelipatan 3, sedangkan bunga pada tumbuhan dikotil memiliki jumlah dengan kelipatan 4 atau 5.

Serbuk Sari

Selain pada kelompak bunga, serbuk sari monokotil dan dikotil juga berbeda. Tumbuhan monokotil memiliki alur tunggal dalam serbuk sari mereka, sedangkan pada dikotil memiliki tiga alur di setiap serbuk sarinya.

Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder hanya terlihat pada tumbuhan dikotil, tidak terlihat pada monokotil. Pertumbuhan sekunder terlihat pada besarnya suatu tumbuhan (membesar, tidak hanya meninggi) dan terbentuknya kayu pada kulit pohon.

Akar

Tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki struktur akar yang berbeda. Tumbuhan monokotil memiliki akar serabut, dimana akar sudah mulai bercabang mulai dari ujung batang. Sedangkan tumbuhan dikotil meiliki akar tunggang, yaitu akar yang tumbuh kebawah dengan besar, kemudian terdapat cabang – cabang kecil dari akar tersebut.

Contoh Tumbuhan

Tumbuhan monokotil memiliki kurang lebih 65.000 spesies, beberapa contohnya antara lain: padi, jagung tebu, pisang, bambu dan lainnya.

Tumbuhan dikotil memiliki sekitar 250.000 spesies, beberapa contohnya antara lain: kacang – kacangan, tomat, mangga, rambutan, mint dan lainnya.

 

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berkeping_biji_tunggal

https://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berbiji_belah

http://www.ucmp.berkeley.edu/glossary/gloss8/monocotdicot.html

 

Comments

comments