Perbedaan Metamorfosi sSempurna dan TidakSempurna

Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Di kelas IPA sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, kita sering mendengar istilah metamorfosis. Penjelasan mengenai metamorfosis di masing-masing jenjang berbeda secara kuantitas namun dengan pengertian utama yang sama. Metamorfosis adalah proses biologis dimana hewan secara fisik tumbuh dan berkembang setelah dilahirkan atau ditetaskan.

Perubahan tersebut terlihat cukup drastis sebab adanya pertumbuhan dan diferensiasi sel di dalam tubuhnya. Umumnya, hewan-hewan yang mengalamai proses metamorfosis adalah kelas insect, amfibi, moluska, pisces, crustacean, cnidarians, echinoderms dan juga tunicates. Secara garis besar hewan dapat dikelompokkan ke dalam species holometaboly atau yang mengalami metamorfosis sempurna danhemimetaboly atau ametaboly yang berarti tidak mengalami metamorfosis sempurna. Selain pengertian tersebut, Free dictionary mengartikan metamorfosis sebagai perubahan bentuk hewan yang terjadi dengan cepat dari larva menuju dewasa. Pengertian lain dari sumber yang sama adalah perubahan struktur fisik (meliputi pertumbuhan, pembelahan sel, diferensiasi dan organogenesis) dan juga kebiasaan hewan selama proses pertumbuhan setelah proses kelahiran atau penetasan.

Metamorfosis SempurnaMetamorfosis Tidak Sempurna
FaseTelur-larva-pupa-imagoTelur-nimfa-imago
Bentuk Hewan mudaBerbeda dengan imagoSama dengan imago tetapi ukurannya lebih kecil, dan belum memiliki kematangan reproduksi
Histolisis HistogenesisTerjadi proses histolisis dan histogenesisTidak terjadi proses histolisis dan histogenesis

Fase

Fase metamorfosis sempurna meliputi empat tahap, yaitu:

  • Fase Telur merupakan hasil fertilisasi sel telur dengan sperma. Telur akan diletakkan sesuai dengan habitat alaminya. Telur nyamuk akan diletakkan di air, telur kupu-kupu akan diposisikan di wajah daun, dan lain sebagainya. Pada fase ini, telur akan tumbuh, membelah, melakukan diferensiasi, dan juga organogenesis.
  • Fase Larva ditandai dengan aktivitas makan yang tinggi. Makanan sebagai sumber energi yang dipakai untuk mempercepat proses metabolisme sel. Untuk hewan dengan eksoskeleton atau rangka luar seperti serangga, proses molting atau pengelupasan terjadi.Molting terjadi sebagai bentuk adapatasi serangga dengan ukuran tubuhya yang baru. Ukuran tubuh yang lebih besar pastinya memerlukan eksoskeleton yang lebih besar pula. Pengulangan proses pengelupasan atau molting antara hewan satu dengan yang lain berbeda. Pada serangga, molting terjadi sebanyak empat kali—tiga kali pada tahapan larva dan 1 kali pada fase pupa. Di akhir fase larva, larva akan berhenti makan dan memasuki tahap metamorfosis selanjutnya yakni fase pupa.
  • Fase Pupa (fase kepompong) memanfaatkan makanan yang dikonsumsi secara besar-besaran pada tahap sebelumnya. Pada fase ini, hewan tidak aktif makan tetapi aktif melakukan metabolisme membentuk organ-organ baru untuk menjadi hewan dewasa. Ini adalah masa transisi dimana larva bersembunyi di dalam rangka luar yang keras atau disebut kokon.
  • Fase Dewasa/ Imago Ini adalah tahapan puncak dimana hewan keluar dari cangkangnya. Imago memiliki bentuk yang sangat berbeda dengan larva-nya. Hewan dewasa tersebut akan melakukan proses reproduksi untuk membentuk generasi baru Siklus pun terulang kembali.
4 fase metamorfosis sempurna

4 fase metamorfosis sempurna

Fase metamorfosis tidak sempurna meliputi tiga tahap, yaitu:

  • Fase telur, pada fase ini embrio akan dikondisikan oleh induknya pada habitat yang sesuai seperti terjadi pada metamorfosis sempurna. Embrio dilindungi oleh cangkang dari zat kitin. Di akhir periode ini, telur akan menetas menjadi nimfa.
  • Fase nimfa, Nimfa memiliki bentuk sama persis dengan induknya, hanya saja ukurannya lebih kecil. Nimfa tumbuh dan berkembang untuk mematangkan alat reproduksi dan memperbesar ukuran tubuhnya. Cangkang luar nimfa mengalami molting atau pengelupasan untuk menyesuaikan dengan ukuran tubuhnya.
  • Fase imago, Imago atau hewan dewasa memiliki bentuk yang sama dengan hewan muda tetapi alat reproduksinya lebih matang dan ukuran tubuhnya lebih besar. Imago siap melakukan regenerasi membentuk embrio-embrio baru.
3 fase metamorfosis tidak sempurna

3 fase metamorfosis tidak sempurna

Singkatnya, tahapan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna dibedakan oleh ada dan tidaknya fase pupa. Metamorfosis sempurna mengalami fase pupa sedangkan metamorfosis tidak sempurna tidak mengalaminya.

Bentuk Hewan Muda

Jika pada metamorfosis sempurna hewan muda dan hewan dewasa memiliki wujud yang berbeda, lain halnya dengan metamorfosis tidak sempurna dimana hewan muda dan hewan dewasa sangat mirip dan hanya ukuran dan kematangan reproduksinya saja yang berbeda. Larva atau hewan muda pada metamorfosis tidak sempurna disebut dengan nimfa.

Histolisis dan Histogenesis

Ini adalah alasan utama mengapa hewan yang mengalami metamorfosis sempurna mengalami perubahan bentuk yang signifikan seperti ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. Bagaimana hal tersebut terjadi. Kokon yang dimiliki hewan pada fase pupa seperti ruang ganti ajaib yang mampu mengubah wujud hewan.  Kenapa tidak demikian halnya dengan hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna? alasannya adalah adanya proses histolisis dan histogenesis. Metamorfosis sempurna mengalami hal tersebut dan lain halnya dengan metamorfsis tidak sempurna.

Histolisis bermakna penghancuran dari dalam jaringan atau penghancuran oleh tubuh hewan itu sendiri. Proses ini dibantu oleh cairan yang sebelumnya dipakai untuk mencerna makanan. Apa yang dihancurkan? Yang dihancurkan adalah wujud larvanya. Proses histogenesis terjadi, sel bernama histoblast dalam tubuh hewan tersebut akan menyusun jaringan baru yang sama dengan hewan dewasa. Proses ini memanfaatkan sisa nutrisi yang dipeoleh pada tahap larva. Tubuh larva yang telah hancur dijadikan cairan pada fase ini. Itulah sebabnya, setelah dorman di dalam kepompong, hewan dewasa akan muncul dengan wujud berbeda dengan sebelumnya. Lain halnya pada proses metamorfosis tidak sempurna yang tidak mengalami proses histolisis dan histogenesis. Kedua proses tersebut hanya terjadi pada tahap pupa dimana metamorfosis tidak sempurna tidak mengalaminya.

Contoh Hewan

Contoh hewan yang mengalami proses metamorfosis sempurna antara lain: nyamuk, kupu-kupu, lalat, ngengat, semut, kutu, kumbang, undur-undur, lalat terbang atau sawflies, lebah dan juga kalajengking terbang.

Contoh hewan yang mengalami proses metamorfosis tidak sempurna adalah: belalang, tonggeret, capung, kutu daun, kepik, anggang-anggang, walang, rayap, jangkrik, serangga sisik, dan sebagainya.

Video Perbedaan Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Comments

comments