Perbedaan Makanan Segar dan Beku

Makanan Segar dan Beku

Perkembangan teknologi, khususnya dalam pengolahan pangan berdampak pada ragam makanan yang semakin bervariasi. Salah satu ragam makanan yang mendapat sentuhan teknologi kekinian yaitu makanan beku. Dibalik kemunculan makanan beku, sebenarnya ada pro dan kontra seputar pengonsumsiannya. Tidak sedikit yang berpendapat bahwa kandungan nutrisi makanan beku cukup minim dibanding makanan segar. Karena sudah melalui proses pengolahan pabrik, makanan beku pun digadang-gadang kurang sehat. Apakah memang demikian? Untuk mengetahuinya jawaban pastinya berikut tabel perbedaan makanan segar dan beku yang bisa Anda pelajari lebih lanjut.

 Makanan SegarMakanan Beku
ProsesLangsungDiawetkan
PengkonsumsianBisa langsung dimakanHarus di cairkan
KetahananBeberapa hari
(diluar kulkas dan freezer)
Berbulan - bulan
Kandungan nutrisiTinggi, namun cepat menghilang jika tidak segera dimakanCukup tinggi, dan lebih awet karena melewati proses
PestisidaSering ditemukan, terutama di makanan segar imporJarang ditemukan
Bahan pengawaetTidak adaAda
(Pengawet makanan)
ContohBuah, Sayur, umbi, daging segar, ikan segar dll.Makanan kaleng, Daging olahan (sosis, ham), kentang beku dll.

Definisi

Makanan segar merupakan bahan makanan yang bersumber dari nabati atau hewani yang belum diolah. Jadi makanan segar benar-benar belum tersentuh teknologi pengolahan makanan. Karena belum melalui proses pengolahan, pada umumnya makanan segar memiliki cita rasa cukup kuat dengan warna alami yang lebih menarik.

Makanan beku merupakan bahan makanan yang dibekukan secara sengaja. Tujuan pembekuan tersebut tidak lain untuk mengawetkan makanan hingga bisa bertahan lebih lama sampai siap dimakan. Sayangnya proses pembekuan bisanya membuat rasa makanan menjadi hambar dengan tampilan warna lebih pucat. Sehingga makanan beku membutuhkan cukup banyak perasa seperti gula atau garam untuk menguatkan rasanya.

Pengonsumsian

Perbedaan makanan segar dan beku selanjutnya dalam hal pengonsumsian. Makanan segar bisa dikonsumsi langsung atau perlu diolah lebih dulu menjadi bahan baku pengolahan pangan. Makanan segar yang dikonsumsi langsung misalnya sayuran mentah sebagai lalapan atau buah segar yang dimakan langsung.

Makanan beku jenis siap saji bisa langsung disajikan tanpa perlu diolah. Makanan beku siap saji ini biasanya berupa buah-buahan atau sayuran yang dibekukan. Selain itu, ada pula makanan beku yang perlu dipanaskan atau diolah lebih dulu sebelum akhirnya bisa dimakan.

Ketahanan

Pada umumnya makanan segar akan membusuk setelah beberapa hari. Hal ini disebabkan adanya patogen penyebab kerusakan tumbuh bebas dalam makanan segar. Karena alasan ini pula makanan segar dianjurkan untuk cepat dihabiskan.

Dibanding makanan segar, makanan beku relatif lebih awet dan tahan lama sampai berbulan-bulan lamanya. Bahkan ada makanan beku bisa bertahan sampai 6 bulan. Proses pembekuan yang dilakukan dapat mengganggu pertumbuhan patogen dan tidak jarang mampu membuat patogen mati pada suhu beku. Akan tetapi dalam upaya melawan patogen, proses pembekuan memang masih kalah efektif dibanding proses pemanasan seperti perebusan. Meski pertumbuhan patogen terhenti, tetapi dimungkinkan masih bisa bertahan hidup pada suhu dingin. Risiko yang dihadapi yakni patogen kemungkinan bisa aktif kembali pasca makanan beku dinormalkan.

Kandungan nutrisi

Perbedaan makanan segar dan beku berikutnya berkaitan dengan kandungan nutrisi. Kandungan nutrisi makanan segar perlahan bisa menghilang seiring dengan umur makanan. Adapun 80% kandungan vitamin makanan segar bisa hilang hanya dalam waktu 3 hari sejak hari pertama makanan segar dipanen. Kandungan nutrisi dalam makanan segar seperti buah dan sayuran segar hanya mampu bertahan selama 5 hari. Lebih dari itu, tidak ada kandungan nutrisi yang bisa diperoleh dari makanan segar.

Kandungan nutrisi seperti vitamin dan mineral pada makanan beku dapat dipertahankan tetap ada. Dimana proses pembekuan diyakini dapat mengunci atau mempertahankan kandungan nutrisi dalam makanan. Proses pembekuan tidak akan merusak kandungan vitamin dan mineral dalam makanan. Malah beberapa bahan pangan diketahui lebih baik dikonsumsi setelah dibekukan. Dengan alasan kandungan vitamin, terutama vitamin C makanan beku bisa meningkat sampai dua kali lipat. Beberapa bahan pangan tersebut diantaranya jagung, wortel, kembang kol, brokoli, blueberry, dan daging. Kandungan vitamin C bahan pangan tersebut dikaji dapat meningkat setelah tiga hari disimpan di dalam kulkas. Namun, hal ini berlaku bila proses pembekuan dilakukan cepat ketika makanan masih segar. Bila terlambat melakukan pembekuan, maka pembentukan kristal es ikut melambat dan berisiko merusak struktur makanan.

Persentase pestisida

Adapun perbedaan makanan segar dan beku yang juga perlu menjadi catatan adalah ada tidaknya persentase pestisida dalam bahan pangan. Tidak jarang petani nakal menyemprotkan pestisida untuk mempercantik tampilan makanan segar. Ulah petani nakal inilah yang memungkinkan adanya persentase pestisida dalam makanan segar. Padahal keberadaan pestisida bisa merugikan. Diketahui persentase pestisida didapati lebih tinggi pada makanan segar, terutama makanan segar impor.

Kemungkinan persentase pestisida pada makanan beku lebih minim dan bahkan bisa dikatakan tidak ada. Hal ini karena makanan beku biasanya didapat dengan cara membekukan makanan segar yang benar-benar masih segar. Tujuannya agar didapat produk makanan segar berkualitas dan tahan lama.

Bahan pengawet

Makanan segar tidak ditemukan tambahan bahan pengawet. Hal ini karena makanan segar tidak melalui proses pengolahan. Dimana penambahan bahan pengawet biasanya dilakukan pada proses pengolahan bahan pangan.

Umumnya makanan beku tidak harus ditambahi bahan pengawet. Karena pertumbuhan patogen sudah bisa dihambat pada suhu beku. Hanya saja untuk pembekuan jangka panjang dengan suhu lebih rendah, memang sering ditambahkan bahan pengawet pada bahan makanan seperti CMC atau karboksimetilselulosa guna menjadi penstabil. Bahan pengawet CMC itu sendiri diketahui tidak berasa, tidak berbau, dan tidak menimbulkan kerusakan pada makanan yang dibekukan.

Contoh

Contoh makanan segar yaitu semua bahan pangan segar yang diambil langsung dari asalnya dan belum melalui proses pengolahan. Seperti buah-buahan segar, sayur-sayuran segar, umbi-umbian hasil panen langsung, daging segar, ikan segar, unggas segar, dan bahan pangan segar lainnya yang belum diolah.

Contoh makanan beku diantaranya yaitu buah dan sayur yang dibekukan, daging segar olahan, dan lainnya. Ringkasnya semua bahan pangan segar yang sudah melalui proses pembekuan. Pembekuan bahan pangan sebaiknya memang dilakukan saat makanan masih segar agar kandungan nutrisi yang tersimpan bisa optimal.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Makanan_beku

Comments

comments