perbedaan kue dan roti

Kue dan Roti

Banyak orang yang bingung apa perbedaan kue dan roti. Dalam bahasa inggris kedua kata ini juga memiliki kata yang berbeda. Kue dalam bahasa inggris disebut sebagai cake, sedangkan roti disebut bread. Bagaimana perbedaan keduanya, mari perhatikan beberapa poin berikut.

Bahan

Bahan kue dan roti bisa sedikit mirip. Keduanya merupakan makanan berkarbohidrat tinggi yang harus dipanggang untuk bisa dimakan. Alih-alih kemiripannya, ada perbedaan utama dari keduanya. Yang pertama adalah bahan yang digunakan untuk mempersiapkan keduanya. Roti, seperti kue, akan memerlukan tepur sebagai bahan utamanya. Namun, roti juga memasukkan agen ragi, biasanya ragi. Bahan lain yang ditemukan dalam roti juga bisa termasuk garam, air, sirup jagung, atua sedikit minyak. Bahan-bahan ini juga bisa digunakan untuk kue tetapi kue juga membutuhkan telur, garam, susu, sirup berasa atau coklat. Hal ini berarti kue biasanya mendapat tambahan sumber protein sebagaimana pemanis. Selain itu, kue cenderung mendapat frosting sebagai topping, yang merupakan hal yang tidak dimiliki roti.

Persiapan

Proses persiapan untuk kue dan roti juga berbeda. Ketika membuat roti, kamu akan secara keseluruhan mencampur semua bahan-minimal tepung, air, dan ragi. Ragi akan memerlukan pengaktifan(kecuali Anda menggunakan ragi yang bisa aktif sendiri), yang berarti Anda harus pertama mencampurnya ke dalam air hangat. Ini terutama merupakan langkah yang susah karena suhu air harus tepat. Jika terlalu hangat akan mematikan ragi tetapi jika terlalu dingin akan tidak cukup aktif yang akan mengakibatkan roti tidak mengembang. Segera sesudah ragi diaktifkan, Anda bisa mencampurnya dengan bahan lain. Mendapat jumlah air yang tepat juga penting sebagaimana bisa berberda sesuai dengan tingkat kelembapan di lokasi manapun, tetapi segera setelah roti mulai bersatu adalah indikasi bahwa Anda sudah menambah cukup air. Setelah mencampurnya, roti harus diatur hanya beberapa menit untuk membiarkan gluten terbentuk, yang memberi roti tekstur kenyal, dan setelah ini roti perlu diuleni pada permukaan datar. Hal ini bisa dibilang langkah paling penting pada persiapan roti dan memerlukan ulenan konstan selama palign sedikit 5-10 menit. Setelah roti diuleni dengan baik, roti perlu mengembang selama 3 jam. Roti harus ditutupi dan berada pada lokasi hangat, bukan panas. Setelah rentang waktu tersebut, Anda hendak menguleninya lagi dengan sangat cepat dan mengembalikannya untuk pengembangan kedua selama 90 menit. Langkah ini bisa dilewati, tetapi dengan adanya pengembangan kedua akan memberi tekstur yang lebih ringan. Akhirnya, Anda bisa membentuk adonan ke dalam bentuk roti yang Anda pilih dan memanggangnya.

Ketika menyiapkan kue dari awal, seperti roti Anda haru mencampur bahan bersama. Namun, ini merupakan proses bertahap. Pertama, mulai dengan mentega atau minyak dan gula. Bahan-bahan ini harus dicampur bersama selama tiga sampai lima menit sampai mereka menjadi ringan, mengembang, dan lembut. Sesudah mencapai tahap tersebut, Anda harus menambah telur sekaligus. Telur bertindak sebagai emulsi untuk adonan dan lebih baik jika berada pada suhu kamar sementara telur dingin akan mengental. Lalu Anda akan menambah bahan-bahan bubuk (khususnya campuran tepung, baking powder, dan garam) dan susu. Mulai dari setengah dari campuran bubuk, biarkan mereka tercampur sedikit, kemudian tambahkan susu, campur sedikit, dan akhirnya tambahkan susu, campur dikit, dan akhirnya tambahkan sisa dari campuran bubuk. Melakukan hal seperti ini akan membentuk adonan yang lebih terpadu dan lembut dan memastikan bahwa tidak ada kantong kering. Akhirnya, Anda bisa menuangkan adonan ke dalam loyang kue dan memanggangnya selama jumlah waktu yang diperlukan. Aturan praktisnya adalah bahwa itu akan selesai ketika tusuk gigi bisa dimasukkan di tengah kue dan akan bersih ketika ditarik keluar. Setelah dingin, frosting dan icing bisa ditambahkan ke kue untuk dekorasi dan rasa lebih. Bisa ada sedikit variasi untuk proses ini untuk kedua kue dan roti, tetapi secara umum, ini merupakan proses dasar untuk keduanya dan ditandai oleh corak yang sangat berbeda.

Rasa

Karena bahan kedua kue dan roti sangat berbeda, rasa mereka juga agak berbeda. Perbedaan yang paling terasa adalah tingkat kemanisannya. Kue lebih manis karena gulanya. Sebagai tambahan, roti sering lebih kenyal dibanding kue karena kandung glutent yang ada di roti tetapi tidak ada di kue.

Nutrisi

Lagi, karena perbedaan pada bahan-bahannya, nilai nutrisi kedua kue dan roti sangat beragam. Nilai rata-rata kalori pada sepotong roti regula kira-kira 69. Ini kontras dengan terhadap kue, yang khususnya mengandung 235 kalori setiap potong jika dibekukan. Ini hampir empat kali lipat lebih besar.

Ketika Dimakan

Roti, dalam beberapa bentuk, dikonsumsi oleh hampir semua budaya di seluruh dunia dan hampir selalu memegang posisi sebagai sumber makanan yang lebih signifikan. Pada dasarnya, dianggap sebagai makanan utama karena merupakan barang umum yang di biasanya konsumsi, jika tidak setiap hari, oleh hampir semua individu. Karena banyaknya lemak, kue dianggap sebagai makanan yang biasanya hanya dikonsumsi sewaktu-waktu, sering sebagai makanan penutup. Banyak budaya bahkan memesan kue untuk acara spesial seperti festival, ulang tahun atau hari raya seperti Tahun Baru dan Natal. Meskipun mungkin untuk memakannya secara biasa, hal ini harus dilakukan dengan hati-hati karena jumlah gulanya bisa mengarah ke resiko kesehatan seperti makanan tidak sehat lainnya.

Referensi:

Comments

comments