Perbedaan Komunisme dan Sosialisme

Komunisme dan Sosialisme

Di satu sisi, komunisme adalah bentuk ekstrim sosialisme. Banyak negara memiliki partai politik sosialis dominan tetapi sangat sedikit di antaranya yang benar-benar komunis. Nyatanya, banyak negara – termasuk kubu kapitalis kuat seperti U.S. dan U.K. – memiliki program pemerintahan yang meminjam prinsip sosialis. “Sosialisme” kadang digunakan bergantian dengan “komunisme” tetapi kedua filosofi memiliki beberapa perbedaan mencolok. Yang terutama, sementara komunisme merupakan sistem politik, sosialime utamanya merupakan sistem ekonomi yang ada dalam berbagai bentuk di bawah rentang yang lebar dari sistem politik.

Tabel Perbandingan

KomunismeSosialisme
FilosofiDari setiap orang tergantung kemampuannya, untuk setiap orang tergantung kebutuhannya. Akses bebas ke pasal permakaian dibuat mungkin oleh perkembangan teknologi yang mengijinkan kelimpahan yang sangatDari setiap orang tergantung kemampuannya, untuk setiap orang tergantung kontribusinya. Titik berat pada keuntungan dibagi di antara masyarakat atau tenaga kerja untuk memenuhi gaji/ komisi individu.
GagasanSemua orang sama dan karenanya kelas tidak masuk akal. Pemerintahan harus memiliki semua sarana produksi dan lahan dan juga semuanya. Orang harus bekerja untuk pemerintah dan hasil yang terkumpul harus di bagikan sama rata.Semua individu harus memiliki akses terhadap pasal dasar dari pemakaian dan barang publik untuk memperbolehkan aktualisasi diri. Industri skala besar merupakan usaha kolektif dan karenanya pengembalian dari industri hari menguntungkan masyarakat keseluruhan.
Elemen KunciPemerintahan terpusat, ekonomi terencana, kediktatoran atas “proletariat”, kepemilikan umum atas peralatan produksi, tidak ada properti pribadi. Kesetaraan antar gender dan semua orang, fokus internasional. Biasanya anti demokrasi dengan sistem 1 partaiPerhitungan dalam bentuk barang, kepemilikan kolektif, kepemilikan umum koperatif, demokrasi ekonomi, perencanaan ekonomi, Kesempatan sama, asosiasi bebas, demokrasi industrial, model input-output, Internasionalisme, penjamin buruh, penyeimbangan material.
Penyokong UtamaKarl Marx, Friedrich Engels, Peter Kropotkin, Rosa Luxemburg, Vladimir Lenin, Emma Goldman, Leon Trotsky, Joseph Stalin, Ho Chi Minh, Mao Zedong, Josip Broz Tito, Enver Hoxha, Che Guevara, Fidel Castro.Charles Hall, François-Noël Babeuf, Henri de Saint-Simon, Robert Owen, Charles Fourier, Louis Auguste Blanqui, William Thompson, Thomas Hodgskin, Pierre-Joseph Proudhon, Louis Blanc, Moses Hess, Karl Marx, Friedrich Engels, Mikhail Bukinin.
DefinisiTeori internasional atau sistem organisasi sosial berdasarkan kepemilikan dari semua properti bersama, dengan kepemilikan sebenarnya dianggap berasal dari masyarakat atau negara. Penolakan atas pasar bebas dan ketidakpercayaan ekstrim dari kapitalisme dalam segala bentuk. Sebuah teori atau sistem organisasi sosial berdasrakan kepemilikan kebanyakan properti bersama, dengan kepemilikan sesungguhnya yang dianggap berasal dari pekerja.
Sistem politikMasyarakat komunis tidak berkewarganegaraan, tidak berkasta, dan dipimpin secara langsung oleh masyarakat. Namun ini tidak pernah dipraktekkanBisa hidup bersama dengan sistem politik yang berbeda. Kebanyakan sosialis mengajurkan demokrasi partisipatori, beberapa (demokrat sosial) menganjurkan demokrasi parliamenter, dan Marxist-Leninists menganjurkan “Demokrasi sentral”.
Properti PribadiDitiadakan. Konsep properti ditiadakan dan diganti dengan konsep barang umum dan kepemilikan dengan “kepemakaian”.Dua macam properti: properti personal, seperti rumah, baju, dl. Dimiliki oleh individu. Properti publik termasuk pabrik, dan sarana produksi yang dimiliki oleh negara tetapi dengan kontrol pekerja.
Koordinasi EkonomiPerencanaan ekonomi mengkoordinasi semua keputusan berkaitan dengan investasi, produksi, dan alokasi sumber daya. Perencanaan dilakukan perihal unit fisik daripada uang.Sosialisme terencana bergantung secara prinsip pada perencanaan untuk menentukan keputusan produksi dan investasi. Perencanaan mungkin tersentralisasi atau terdesentralisasi. Sosialisme pasar bergantung pada pasar untuk mengalokasikan modal untuk usaha yang dimiliki secara sosial yang berbeda.
Struktur KepemilikanSarana produksi dimiliki oleh umum, berarti tidak ada kesatuan atau individu memiliki properti produktif. Kepentingan berasal dari “kepemakaian” daripada “kepemilikan”Sarana produksi dimiliki secara sosial dengan nilai keuntungan diproduksi bertambah untuk semua masyarakat (pada model kepemilikan publik) atau untuk semua pekerja dari perusahaan (dalam model kepemilikan koperatif).
Struktur sosial Perbedaan semua kelas dihapuskan. Suatu masyarakat dimana setiap orang merupakan pemilik dari sarana produksi dan pekerjanya.Perbedaan kelas dikurangi. Status berasal lebih dari perbedaan politik daripada perbedaan kelas. Beberapa mobilitas.
Sistem EkonomiSarana produksi dipegang secara bersama, meniadakan konsep kepemilikan barang-barang kapital. Produksi diorganisasi untuk memberikan kebutuhan manusia langsung tanpa penggunaan uang. Komunisme dipredikat atas kondisi kelimpahan materialSarana produksi dimiliki oleh perusahaan publik atau koperatif, dan individu dikompensasi berdasarkan prinsip kontribusi individual. Produksi mungkin secara beragam dikoordinasi melalui baik perencanaan ekonomi atau pasar.
Agama Ditiadakan – semua agama dan metafisika ditolak. Engels dan Lenin setuju bahwa agama adalah obat atau candu spiritual dan harus dilawan. Bagi mereka, ateisme yang dipraktekkan berarti suatu “penggulingan yang dipaksakan atas semua kondisi sosial yang ada”.Kebebasan beragama, tetapi biasanya mendukung sekularisme.
Pilihan BebasBaik suara kolektif atau pemimpin negara membuat keputusan eknomi dan politik untuk semua orang. Prakteknya, demonstrasi, paksaan, propaganda, dll digunakan oleh pemimpin untuk mengontrol masa.Agama, pekerjaan, dan pernikahan terserah masing-masing orang. Pendidikan wajib. Akses sama dan gratis ke layanan kesehatan dan pendidikan yang diberikan melalui sistem yang tersosialisasi didanai oleh perpajakan. Keputusan produksi diatur lebih oleh keputusan negara daripada keinginan konsumen.
Gaya berubahPemerintahan pada negara komunis merupakan agen perubahan daripada pasar atau keinginan pada bagian konsumen. Perubahan oleh pemerintah bisa cepat atau lambat, tergantung pada perubahan ideologi atau bahkan pikiran.Pekerja pada negara sosialis merupakan agen perubahan nominal daripada pasar atau keinginan dari sisi konsumen. Perubahan oleh negara atas nama pemerintah bisa cepat atau lambat, tergantung pada perubahan ideologi atau bahkan pikiran.
ContohIdealnya, tidak ada pemimpin; masyarakat memimpin secara langsung. Ini tidak pernah benar-benar dipraktekkan, dan hanya memiliki sistem satu partai. Contoh dari negara komunis adalah pendahulu Soviet Union, Kuba, dan Korea UtaraUnion of Soviet Socialist Republics (USSR): meskipun kategorisasi sebenarnya dari sistem ekonomi USSR berada pada perdebatan, biasanya dianggap suatu bentuk sosialisme terencana terpusat.
DiskriminasiSecara teori, semua anggota negara dianggap sama satu sama lainOrang-orangnya dianggap sama; hukum dibuat ketika perlu untuk melindungi orang dari diskriminasi. Imigrasi sering dikontrol dengan ketat.
Pergerakan PolitikKomunisme Marxist, Leninisme dan Leninisme-Marxisme, Stalinisme, Trotskyisme, Maoisme, Dengisme, Prachanda Path, Hoxhaisme, Titoisme, Eurocommunisme, Luxemburgism, komunisme dewan, Komunisme Kiri.Sosialisme Demokratis, komunisme, sosialisme libertartian, anarkisme sosial, dan sindikalisme.
Peninggalan AwalDiteorisasi oleh Karl Marx dan Frederick Engels pada pertengahan abad ke-19 sebagai alternatif terhadap kapitalisme dan feudalisme, komunisme tidak dicoba sampai revolusi di Rusia pada awal 1910an.Pada 1516, Thomas More menulis pada “Utopia” tentang suatu masyarakat yang berdasar kepemilikan properti bersama. Pada 1776, Adam Smith menganjurkan teori nilai buruh, mengabaikan pandangan Cantillonian sebelumnya bahwa nilai-nilai berdasarkan pasokan dan keinginan.
VariasiAnarkisme Kiri, Komunisme Dewan, Komunisme Eropa, Komunisme Juche, Marxisme, Komunisme Nasional, Komunisme Pre-Marxist, Komunisme Primitif, Komunisme Beragama, Komunisme InternasionalSosialisme Pasar, komunisme, sosialisme negara, anarkisme sosial.
Pandangan PerangKomunis percaya bahwa perang baik untuk ekonomu dengan mendorong produksi tetapi harus dihindariOpini bervariasi dari pendukung perang (Charles Edward Russell, Allan L. Benson) sampai anti perang (Eugene V. Debs, Norman Thomas). Sosialis cenderung setuju dengan Keynesian bahwa perang baik untuk ekonomi dengan mendorong produksi.
Alat KontrolSecara teoritis tidak ada kontrol negaraPenggunaan pemerintahan
Pandangan DuniaKomunisme adalah pergerakan internasional; Komunisme adalah satu negara yang melihat dirinya dalam solidaritas dengan komunis di negara lain. Komunis tidak mempercayai negara nasionalistik dan pemimpin. Komunis dengan sangsi terhadap “bisnis besar”Sosialisme adalah pergerakan pekerja dan kelas menengah, semua untuk tujuan demokratis bersama.
SejarahPartai komunis besar termasuk Partai Komunis Uni Soviet (1912-91), Partai Komunis Cina (1921-ON), Partai Buruh Korea (1949-ON), dan Partai Komunis Kuba (1965-ON).Sosialis Historis contohnya termasuk Komune Paris, Komune Strandha, Hungary, Romania dan Bulgaria; tidak ada yang melanjutkan pemerintahan komunis.
Contoh ModernKediktatoran far-left baru-baru ini termasuk USSR (1922-1991) dan lingkupnya melalui Eropa Timur. Hanya 5 negara yang memiliki pemerintahan komunis sekarang: Cina, Korea Utara, Kuba, Laos, dan RusiaContoh modern dari negara sosialis termasuk Denmark, Finlad, Belanda, Kanada, Swedia, Norwegia, Irlandia; semuanya demokratis.
LiteraturThe Communist Manifesto, “Das Kapital”, The State and Revolution, The Jungle, Reform or Revolution, Capital (Vol I: A Critical Analysis of Capitalist Production), Socialism: Utopian and Scientific, the Grapes of Wrath.The Communist Manifesto, “Das Kapital”, The State and Revolution, The Jungle, Reform or Revolution, Capital (Vol I: A Critical Analysis of Capitalist Production), Socialism: Utopian and Scientific, the Grapes of Wrath.

Perbedaan Ekonomi antara Sosialis dan Komunis

Pada ekonomi sosialis, sarana produksi dan distribusi barang dimiliki secara kolektif atau oleh suatu pemerintahan terpusat yang sering merencanakan dan mengontrol ekonomi. Di sisi lain, pada suatu masyarakat komunis, tidak ada pemerintahan terpusat – ada kepemilikan properti kolektif dan organisasi buruh untuk keuntungan bersama dari semua anggota.

Untuk masyarakat kapitalis ke transisi, langkah pertama adalah sosialisme. Dari suatu sistem kapitalis, lebih mudah untuk memperoleh ideal sosialis dimana produksi dibagi menurut perbuatan orang (jumlah dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan. Bagi komunisme (untuk membagi produksi sesuai dengan kebutuhan), penting untuk pertama-tama memiliki produksi yang tinggi sehingga cukup untuk kebutuhan masing-masing orang. Dalam masyarakat komunis ideal, orang bekerja bukan karena harus tetapi karena mereka ingin dan di luar rasa tanggung jawab.

 Perbedaan Politik

Sosialisme menolak masyarakat berdasarkan kasta. Tetapi sosialis percaya bahwa mungkin untuk membuat transisi dari kapitalisme ke sosialisme tanpa perubahan dasar dalam sifat kenegaraan. Mereka memegang pandangan ini karena mereka tidak menganggap negara kapitalis sebagai institusi dasar untuk kediktatoran dari kelas kapitalis tetapi lebih sebagai bagian bagus dari perlengkapan yang bisa digunakan dalam kepentingan kelas manapun untuk mendapatkan perintah atasnya. Tidak perlu, lalu, untuk kasta pekerja dalam kekuatan untuk mendobrak aparat negara kapitalis tua dan mengaturnya miliknya sendiri – gerakan menuju sosialisme bisa dibuat setahap demi setahap dalam kerangka bentuk demokratis negara kapitalis. Sosialisme utamanya adalah sistem ekonomi jadi muncul dalam tingkat yang beragam dan berbentuk dalam banyak variasi sistem politik.

Di sisi lain, komunis percaya bahawa segera setelah kelas pekerja dan rekannya berada posisi untuk melakukannya mereka harus membuat perubahan dasar pada karakter negara; mereka haru menggantikan kediktatoran kapitalis atas kelas pekerja dengan kediktarotan pekerja atas kelas kapitalis sebagai langkah awal pada proses yang minan keberadaan kapitalis sebagai kelas (bukan sebagai individual) berakhir dan suatu masyarakat tanpa kelas akhirnya masuk.

Comments

comments