Perbedaan Kitab dan Suhuf

Kitab dan Suhuf

Tidak banyak orang yang tahu tentang perbedaan kitab dan suhuf. Kita dan suhuf berisi panduan atau acuan yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memutuskan hal-hal yang perlu dihindari dan dilakukan. Meskipun keduanya ditulis dalam bentuk teks, keduanya tetap memiliki perbedaan. Mengetahui perbedaan antara kitab dan suhuf kiranya sangat penting rasanya. Terlebih keduanya adalah sumber ilmu. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, kita dapat mengetahui sumber dalil; apakah berasal dari suhuf atau kitab. Untuk lebih jelasnya, berikut telah dipaparkan perbedaan antara kitab dan suhuf yang terangkum dalam tabel.

DefinisiKitab adalah kumpulan wahyu Allah SWT yang diberikan dan disampaikan untuk para rosul dengan tujuan untuk disampaikan dan diajarkan kepada umat manusia (kitab merupakan sebagai pedoman dan petunjuk hidup manusia).Suhuf adalah wahyu Allah SWT yang telah disampaikan kepada rosul, hanya saja wahyu tersebut masih berupa kumpulan lembaran yang masih terpisah.
Kemudian dilihat dari makna leksikal, kata shahifah (bentuk tunggal dari shuhuf) artinya sesuatu yang ditulis, sedang bentuk jamak dari shahifah, yaitu shuhuf memiliki makna lembaran-lembaran yang berisi berbagai hal tentang ajaran pokok agama Tauhid.
Definisi
Jumlah/ Kuantitas
Kumpulan wahyu Allah SWT pada kitab jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kumpulan wahyu Allah SWT pada suhuf (jumlahnya bisa mencapai ribuan)Kumpulan wahyu Allah SWT pada suhuf berjumlah sedikit (tidak lebih dari sertaus)
Rosul PenerimaNabi Musa AS (Kitab Taurat), Nabi Isa AS (Kitab Injil), Nabi Daud AS (Kitab Zabur), dan Nabi Muhammad SAW (Kitab Alqur’an)Nabi Idris AS (30 suhuf), Nabi Syis (50 suhuf), Nabi Ibrahim AS (10 suhuf), Nabi Adam AS (10 suhuf), dan Nabi Musa AS (10 suhuf).
Media PenulisanBukuLembaran kertas atau lembaran media tulis lainnya (seperti pelepah dan batu)
Penjelasan IsiKumpulan wahyu Allah SWT yang terdapat pada kitab dijelaskan secara rinciKumpulan wahyu Allah SWT yang terdapat pada Suhuf hanya dijelaskan secara umum saja
IsiKitab umumnya juga berisi cerita, peraturan, dan hal-hal yang berkaitan dengan kebaikan. Semua hal di atas dijelaskan secara lengkap dan detail.Suhuf berisi peraturan dan hanya dijelaskan secara umum
Alasan DiturunkanKitab diturunkan sesuai dengan keadaan umat yang dihadapi oleh para rosul penerima kitabSuhuf diturunkan tanpa disesuaikan dengan keadaan umat yang dihadapi nabi/ rosul penerima
Kewajiban MenyampaikanSemua isi wahyu Allah SWT yang terdapat dalam kitab wajib disampaikan kepada umat dari masing-masing rosul penerima kitabSemua wahyu Allah SWT yang terdapat pada suhuf tidak wajib disampaikan kepada umat nabi/ rosul penerima suhuf
WujudWujud dari kitab yang berisi wahyu-wahyu Allah SWT berupa buku sehingga terlihat tebalWujud dari suhuf yang berisi kumpulan wahyu Allah SWT berupa lembaran yang terpisah sehingga terlihat tipis
KelengkapanKitab-kitab Allah sangat lengkap dan isi kitab memiliki keterkaitan satu sama lain dan urutSuhuf kurang lengkap
Masa BerlakuKeempat kitab berlaku untuk kurun waktu lama. Misalnya Kitab Suci Alqur’an yang diturunkan dalam waktu kurang lebih 22 tahunSuhuf berlaku untuk kurun waktu yang pendek alias menyesuaikan kondisi zaman dan waktu. Shuhuf juga diturunkan dari waktu ke waktu.

Seorang mukmin wajib meyakini adanya kitab yang diturunkan kepada para rosul penerima. Sebagai umat Muslim yang mengimani kitab suci Alqur’an, kita juga wajib percaya kepada kitab-kitab yang telah diturunkan kepada rosul-rosul sebelumnya. Selain kitab suci, Allah SWT juga telah menurunkan suhuf kepada beberapa nabi (Musa, Isa, Syif, dan Ibrahim). Tiap suhuf yang diterima oleh masing-masing nabi penerimanya tentu isinya berbeda-beda. Suhuf yang diterima oleh Nabi Ibrahim AS, misalnya, berisi tentang sejumlah ciri orang yang beriman, konsekuensi keimanan, dan ajaran pokok tentang pertaubatan.

Masih seputar suhuf; keberadaan suhuf juga pernah disinggung dalam salah satu surat Alqur’an yang mana dalam Alqur’an disebutkan bahwa terdapat shahifah-shahifah yang disampaikan kepada Nabi Musa AS dan Nabi Ibrahim AS. Demikian juga dengan kitab-kitab suci lainnya yang juga pernah disinggung tentang keberadaan suhuf yang diberikan kepada nabi-nabi Allah SWT. Dari informasi ini, bisa dikatakan bahwa kitab-kitab Samawi tidak terbatas hanya 4 macam kitab saja (Alqur’an, Zabur, Taurat, dan Injil) seperti yang disinggung dalam kitab suci Alqur’an; hal ini karena masih ada wahyu-wahyu Allah lainnya yang juga dapat dijadikan petunjuk tambahan selain wahyu-wahyu Allah SWT yang tercantum dalam Alqur’an.

Berbicara soal suhuf, hingga saat ini masih ada pendapat-pendapat yang berbeda mengenai tujuan diturunkannya suhuf kepada sejumlah nabi penerimanya. Salah satu pendapatnya yaitu bahwa suhuf tak lain adalah wahyu Allah SWT yang tersebar dalam bentuk beberapa bentuk seperti batu dan pelepah, bukan kertas karena pada zaman dahulu kertas belum diciptakan. Pendapat lainnya, suhuf adalah satu surah yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi/ rosul penerimanya. Dengan demikian, Alqur’an adalah sebuah kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada umatnya yang mana kitab ini berisi 114 suhuf. Keberadaan suhuf ini tertulis dalam Alqur’an surat Al-A’la ayat 1819 yang mana berisi tentang sihuf-suhuf Nabi Musa dan Nabi Ibrahim. Nah, dari beberapa hal di atas dapat dikatakan bahwa suhuf memiliki kedudukan yang sama dengan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada keempat rosul-Nya. Kita juga wajib mengimaninya.

Lembaran-lembaran suhuf yang berisi wahyu Allah SWT lebih banyak berisi tentang zikir dan pujian-pujian kepada Allah SWT. Berbeda dengan kitab yang mana kitab-kitab memuat 4 hal utama, yaitu Syariah, Akidah, Ibadah, dan Muamalah. Seperti yang telah disebutkan bahwa isi kitab-kitab jauh lebih kompleks bila dibandingkan dengan suhuf yang hanya memuat hal-hal dasar saja. Dalam lembaran-lembaran shuhuf, sebagian besar ayatnya disebut dengan istilah alwah.

Bersumber dari beberapa literatur agama, kitab-kitab samawi diturunkan pada masa-masa yang berbeda. Misalnya saja, kitab suci Alqur’an diturunkan pada Bulan Ramadhan tepatnya pada malam Lailatul Qadar. Kemudian, shuhuf yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim AS diturunkan tepat pada awal Bulan Ramadhan. Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS diturunkan pada hari ke-6 Bulan Ramadhan, sedang Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS pada hari ke-12 Bulan Ramadhan. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS pada hari ke-18 di Bulan Ramadhan.

Referensi

Comments

comments