Perbedaan Kapitalis dan Sosialis

Kapitalisme dan Sosialisme

Kapitalisme dan sosialisme agak menentang pemikiran di bidang ekonomi. Argumen pokok pada debat sosialisme vs kapitalisme adalah mengenai kesetaraan ekonomi dan peran pemerintah. Sosialist percaya bahwa ketidaksetaraan ekonomi tidak baik untuk masyarakat, dan pemerintah bertanggung jawab untuk menguranginya lewat program yang menguntungkan yang miskin (contohnya: pendidikan publik gratis, layanan kesehatan bersubsidi atau gratis, jaminan sosial untuk mereka yang tua, pajak yang lebih tinggi bagi mereka yang kaya). Di sisi lain, kapitalis percaya bahwa pemerintah tidak menggunakan sumber daya ekonomi secara efisien sebagaimana yang dilakukan pengusaha pribadi, dan karenanya masyarakat lebih baik dengan pasar bebas menentukan yang menang dan yang kalah secara ekonomi.

U.S. secara luas dianggap kubu pertahanan kapitalisme, dan bagian besar dari Skandinavia dan Eropa Barat dianggap sebagai demokrasi sosialis. Namun, kenyataannya tiap negara berkembang memiliki beberapa program sosialis.

Bentuk ekstrim sosialisme adalah komunisme.

Tabel Perbandingan

KapitalismeSosialisme
FilosofiKapital (atau sarana produksi) dimiliki, dioperasikan, dan diperdagangkan untuk menghasilkan keuntungan untuk pemilik pribadi atau pemangku kepentingan. Dari tiap orang tergantung kemampuannya, untuk tiap orang tergantung kontribusinya. Penekanan pada keuntungan dibagi rata di antara masyarakat atau pekerja untuk pemenuhan gaji/ upah individual.
IdeLaissez-faire berarti biarlah; berlawanan dengan intervensi pemerintahan pada ekonomi karena kapitalis percaya itu mengenalkan ketidakefisienan. Suatu pasar bebas menghasilkan hasil ekonomi terbaik untuk masyarakat. Pemerintah seharusnya tidak memilih yang menang dan yang kalah Semua individu harus memiliki akses terhadap pasal dasar dari pemakaian dan barang publik untuk memperbolehkan aktualisasi diri. Industri skala besar merupakan usaha kolektif dan karenanya pengembalian dari industri hari menguntungkan masyarakat keseluruhan.
DefinisiSuatu teori atau sistem dari organisasi sosial yang berdasarkan suatu pasar bebas dan privatisasi yang mana kepemilikan berasal dari orang pribadi. Kepemilikan bersama juga diperbolehkanSebuah teori atau sistem organisasi sosial berdasrakan kepemilikan kebanyakan properti bersama, dengan kepemilikan sesungguhnya yang dianggap berasal dari pekerja.
Penyokong UtamaRichard Cantillon, Adam Smith, David Ricardo, Frédéric Bastiat, Ludwig von Mises, Fredrich A. Hayek, Murray N. Rothbard, Ayn Rand, Milton Friedman.Charles Hall, François-Noël Babeuf, Henri de Saint-Simon, Robert Owen, Charles Fourier, Louis Auguste Blanqui, William Thompson, Thomas Hodgskin, Pierre-Joseph Proudhon, Louis Blanc, Moses Hess, Karl Marx, Friedrich Engels, Mikhail Bukinin.
Elemen KunciKompetisi dari kepemilikan kapital memicu aktivitas ekonomi dan membuat suatu sistem harga yang menentukan alokasi sumberdaya; keuntungan diinvestasi kembali dalam ekonomi. “Produksi untuk keuntungan”: barang-barang dan layanan berguna merupakan hasil sampingan dari pengejaran profit.Perhitungan dalam bentuk barang, kepemilikan kolektif, kepemilikan umum koperatif, demokrasi ekonomi, perencanaan ekonomi, Kesempatan sama, asosiasi bebas, demokrasi industrial, model input-output, Internasionalisme, penjamin buruh, penyeimbangan material.
Sistem PolitikBisa berdampingan dengan beragam sistem politik, termasuk kediktatoran, republik demokratis, anarkisme, dan demokrasi langsung. Kebanyakan kapitalis menganjurkan republik demokratisBisa berdampingan dengan sistem politik yang berbeda. Kebanyakan sosialis mengajurkan demokrasi partisipatori, beberapa (demokrat sosial) menganjurkan demokrasi parliamenter, dan Marxist-Leninists menganjurkan “Demokrasi sentral”.
Sistem EkonomiEkonomi berbasis pasar yang dikombinasi dengan kepemilikian perusahaan atau pribadi. Barang-barang dan layanan diproduksi untuk menghasilkan keuntungan, dan keuntungan ini diinvestasi kembali ke dalam ekonomi sebagai bahan bakar pertumbuhan ekonomiSarana produksi dimiliki oleh perusahaan publik atau koperatif, dan individu dikompensasi berdasarkan prinsip kontribusi individual. Produksi mungkin secara beragam dikoordinasi melalui baik perencanaan ekonomi atau pasar.
Struktur SosialKasta muncul berdasarkan hubungan mereka dengan kapital: kapitalis memiliki saham sarana produksi dan memperoleh pendapatan mereka dengan cara itu sementara kelas pekerja tergantung dari gaji atau upah. Tingkat besar pergerakan anta kelasPerbedaan kelas dikurangi. Status lebih berasal dari perbedaan politik daripada perbedaan kelas. Beberapa mobilitas.
AgamaKebebasan beragamaKebebasan beragama, tetapi biasanya mendukung sekularisme.
Properti PribadiProperti kapital pribadi dan barang-barang lainnya adalah bentuk dominan dari properti. Properti publik dan properti negara memainkan peran sekunder dan mungkin ada juga beberapa properti kolektif ekonomiDua macam properti: properti personal, seperti rumah, baju, dl. Dimiliki oleh individu. Properti publik termasuk pabrik, dan sarana produksi yang dimiliki oleh negara tetapi dengan kontrol pekerja.
Pilihan BebasSemua individu membuat keputusan untuk diri mereka sendiri. Orang akan membuat keputusan terbaik karena mereka harus hidup dengan konsekuensi dari tindakan mereka. Kebebasan memiliki memperbolehkan konsumen memacu ekonomi.Agama, pekerjaan, dan pernikahan terserah masing-masing orang. Pendidikan wajib. Akses sama dan gratis ke layanan kesehatan dan pendidikan yang diberikan melalui sistem yang tersosialisasi didanai oleh perpajakan. Keputusan produksi diatur lebih oleh keputusan negara daripada keinginan konsumen.
Koordinasi EkonomiBergantung secara utama pada pasar untuk menentukan investasi, produksi, dan keputusan distribusi. Pasar mungkin pasar bebas, pasar teregulasi, atau mungkin dikombinasi dengan suatu tingkat perencanaan ekonomi terarah oleh negara atau perencanaan di dalam perusahaan pribadi.Sosialisme terencana bergantung secara prinsip pada perencanaan untuk menentukan keputusan produksi dan investasi. Perencanaan mungkin tersentralisasi atau terdesentralisasi. Sosialisme pasar bergantung pada pasar untuk mengalokasikan modal untuk usaha yang dimiliki secara sosial yang berbeda.
ContohEkonomi dunia modern secara luas bergantung pada prinsip kapitalisme. UK, US, dan Hong Kong adalah yang paling kapitalis. Singapore merupakan contoh negara kapitalisUnion of Soviet Socialist Republics (USSR): meskipun kategorisasi sebenarnya dari sistem ekonomi USSR berada pada perdebatan, biasanya dianggap suatu bentuk sosialisme terencana terpusat.
Struktur KepemilikanSarana produksi merupakan kepemilikna pribadi dioperasikan untuk keuntungan pribadi. Hal ini mendorong insentif untuk produsen untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi. Perusahaan bisa dimiliki oleh individu, kelompok pekerja, atau pemangku kepentinganSarana produksi dimiliki secara sosial dengan nilai keuntungan diproduksi bertambah untuk semua masyarakat (pada model kepemilikan publik) atau untuk semua pekerja dari perusahaan (dalam model kepemilikan koperatif).
DiskriminasiPemerintah tidak mendiskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, atau klasifikasi sewenang-wenang lainnya. Di bawa kapitalisme negara (tidak seperti kapitalisme pasar bebas), pemerintah mungkin memiliki kebijakan bahwa dengan sengaja atau tidak menyukai kelas kapitalis daripada pekerjaOrang-orangnya dianggap sama; hukum dibuat ketika perlu untuk melindungi orang dari diskriminasi. Imigrasi sering dikontrol dengan ketat.
Pandangan tentang PerangPerang, meskipun baik untuk industri tertentu, tidak baik untuk ekonomi secara keseluruhan. Perang secara sia-sia mengalihkan sumberdaya dari produksi yang mana meningkatkan standar kehidupan konsumen (yaitu yang mana diinginkan oleh konsumen), kepada kehancuranOpini bervariasi dari pendukung perang (Charles Edward Russell, Allan L. Benson) sampai anti perang (Eugene V. Debs, Norman Thomas). Sosialis cenderung setuju dengan Keynesian bahwa perang baik untuk ekonomi dengan mendorong produksi.
Pergerakan PolitikLiberalisme klasik, liberalisme sosial, libertarianisme, neo liberalisme, demokrasi sosial modern, dan anarcho-kapitalismeSosialisme Demokratis, komunisme, sosialisme libertartian, anarkisme sosial, dan sindikalisme.
Cara PerubahanPerubahan yang cepat di dalam sistem. Secara teori, konsumen menginginkan apa yang mendorong pilihan produksi. Pemerintah bisa mengubah aturan pengadaan dan/ atau praktek bisnis melalui regulasi atau peringanan regulasiPekerja pada negara sosialis merupakan agen perubahan nominal daripada pasar atau keinginan dari sisi konsumen. Perubahan oleh negara atas nama pemerintah bisa cepat atau lambat, tergantung pada perubahan ideologi atau bahkan pikiran.
VariasiKapitalisme market bebas (juga dikenal sebagai kapitalisme lasissez-faire), kapitalisme negara (juga dikenal sebagai neo-mercantilisme).Sosialisme Pasar, komunisme, sosialisme negara, anarkisme sosial.
Awal MulaIde dari dagang, membeli, menjual, dan semacamnya telah ada sejak peradaban. Market bebas atau kapitalisme lasseiz-faire dibawa ke dunia selama abad ke 18 oleh John Locke dan Adam Smith, membidik alternatif dari feudalisme.Pada 1516, Thomas More menulis pada “Utopia” tentang suatu masyarakat yang berdasar kepemilikan properti bersama. Pada 1776, Adam Smith menganjurkan teori nilai buruh, mengabaikan pandangan Cantillonian sebelumnya bahwa nilai-nilai berdasarkan pasokan dan keinginan.
Sarana KontrolKapitalisme mendukung suatu “masyarakat kontrak” sebagai penentangan terhadap “masyarakat status.” Keputusan produksi didorong oleh keinginan konsumen dan alokasi dana didorong oleh sistem harga yang timbul dari kompetisi atas keuntungan.Penggunaan pemerintahaan.
Pandangan DuniaKapitalis melihat kapitalistik dan masyarakat berbasis pasar sebagai suar kebebasan, membanggakan diri mereka dalam memperbolehkan kebebasan ekonomi dan sosial yang tidak dialami dibawah komunisme dan fasisme. Fokusnya pada individualisme sebagai pertentangan terhadap nasionalisme.Sosialisme adalah pergerakan pekerja dan kelas menengah, semua untuk tujuan demokratis bersama.

Prinsip

Salah satu argumen utama dalam ekonomi, khususnya pada debat kapitalisme vs sosialisme, adalah peran pemerintah. Sistem kapitalis berdasarkan  atas kepemilikan pribadi atas sarana produksi dan karya atas barang-barang dan layanan untuk keuntungan. Sistem sosialis dikarakterisasi oleh kepemilikan sosial atas sarana produksi, contohnya perusahaan koperatif, kepemilikan bersama, kepemilikan publik langsung, atau perusahaan negara otonom.

Pendukung dari kapitalisme mendukung pasar bebas dan kompetitif dan pertukaran sukarela (daripada pertukaran yang dipaksa dari tenaga kerja atau barang-barang). Sosialis mendukung keterlibatan pemerintah yang lebih besar, tetapi opini pendukung berbeda dalam hal tipe kepemilikan sosial yang didukung, tingkat sampa mana mereka bergantung pada perencanaan dibanding pasar, bagaimana manajemen diorganisir di dalam perusahaan ekonomi, dan peran negara di dalam regulasi bisnis untuk memastikan keadilan.

Kritik terhadap Sosialisme dan Kapitalisme

Kritisk terhadap Kapitalisme

Ketika angka pengembalian kapital melebihi angka pertumbuhan pengeluaran dan pemasukan, seperti yang dilakukan pada abad 19 dan agak tampaknya dilakukan lagi pada awal 20an, kapitalisme secara otomatis menghidupkan kembali ketidaksetaraan yang sewenang-wenang dan tidak berkelanjutan yang secara radikal melemahkan nilai meritocratic yang mana merupakan dasar dari masyarakat demokratis.” —Ahli Ekonomi Perancis Thomas Piketty pada Capital in the Twenty-First Century.

Kapitalisme dikritik atas pendorongan praktek eksploitatif dan ketidaksetaraan antar kelas sosial. Khususnya, kritik memperdebatkan bahwa kapitalisme tidak dapat dipungkiri mengarah ke monopoli dan oligarki, dan bahwa penggunaan sumber dari sistem tersebut tidak berkelanjutan.

Di Das Kapital, salah satu kritikus kapitalisme yang paling terkenal, Karl Marx dan Friedrich Engels menyatakan bahwa kapitalisme memusatkan keuntungan dan kekayaan di tangan beberapa yang menggunakan tenaga kerja orang lain untuk mendapatkan kekayaan.

Konsentrasi uang (kapital dan keuntungan) di kapitalisme bisa mengarah ke pengadaan monopoli atau oligopoli. Seperti dikemukakan oleh ahli ekonomi Inggris John Maynard Keynes, oligopoli dan monopoli bisa nanti mengarah ke oligarki (pemerintahan oleh jumlah sedikit) atau fasisme (gabungan pemerintahan dan korporasi dengan kekuatan monopolistik). Kapitalisme Laissez faire, sebagaimana didukung pada abad 19an pertumbuhan bisnis U.S. mencapai titik dimana monopoli dan oligopoli terbentuk (contohnya Standard Oil) yang mana meningkatkan hukum antipakat, gerakan serikat perdagangan, dan undang-undang untuk melindungi pekerja.

Kritikus seperti Richard D. Wolff dan kelompok lingkungan juga menyatakan bahwa kapitalisme destruktif terhadap sumber daya alam dan manusia, sebagaimana mengacaukan stabilitas ekonomi, meskipun ini sebenarnya dianggap suatu nilai plus dalam segi penghancuran karya teori ekonomi Josep Schumpeter. Faktor tidak terencana, hampir kisruh dari ekonomi kapitalis dengan resesinya, pengangguran, dan kompetisi, sering dilihat sebagai usaha negatif. Seperti didefinisikan oleh ahli sejarah Greg Grandin dan ahli ekonomi Immanuel Wallerstein, sifat destruktif kapitalisme bergerak melebihi pekerja dan komunitas sampai sumber daya alam, dimana pengejaran pertumbuhan dan keuntungan cenderung mengabaikan atau melanda masalah lingkungan. Ketika dihubungkan dengan imperialisme, sebagaimana pada karya Vladimir Lenin, kapitalisme juga dilihat sebagai penghancur perbedaan budaya, menyebarkan pesan “persamaan” melintasi dunia yang merusak atau menenggelamkan tradisi lokal dan selebihnya.

Kritik terhadap Sosialisme

Kebijakan sosialis menjijikkan terhadap pandangan Inggris terhadap kebebasan. Sosialisme secara tidak terpisah terjalin dengan totalitarianism dan pemujaan objek negara. Itu akan ditentukan untuk setiap orang dimana mereka bekerja, apa yang mereka kerjakan, kemana mereka akan pergi dan apa yang mereka akan katakan. Sosialisme adalah adalah serangan yang benar untuk benafas bebas. Tidak ada sistem sosialis yang bisa terpancang tanpa kebijakan politik. Mereka harus mundur dalam beberapa bentuk Gestapo, tanpa keraguan dengan sangat manusiawi diarahkan pada kejadian pertama.” —British Prime Minister Winston Churchill, 1945.

Kritikus sosialisme cenderung fokus pada tiga faktor: kehilangan kebebasan dan hak individual, ketidakefisienan dari ekonomi terkontrol atau terencana, dan ketidakammpuan untuk menetapkan gagasan sosialisme berteori ideal.

Berasarkan pertumbuhan jangka panjang dan kemakmuran, ekonomi terkontrol dan terencana, tipikal sosialis menyatakan bernasib malang. Ahli ekonomi austria Friedrich Hayek mencatat bahwa harga dan kuota produksi tidak akan memadai didukung oleh informasi pasar, sejak pasar pada sistem sosialis pada dasarnya tidak reaktif terhadap harga dan surplus, hanya kekurangan. Ini akan mengarah pada keputusan dan kebijakan ekonomi yang irasional dan sangat destruktif. Ludwig von Mises, ahli ekonomi austria yang lain, membantah bahwa harga rasional tidak mungkin ketika ekonomi hanya memiliki satu pemilik barang (negara), sebagaimana ini mengarah ke ketidakseimbangan pada produksi dan distribusi.

Karena sosialisme menyukai komunitas daripada individu, kehilangan kebebasan dan hak-hak dianggap tidak demokratis sebaik-baiknya dan totalitarian seburuk-buruknya. Objektivis dan ahli filsafat Ayn Rand menyatakan bahwa hak ayas properti pribadi adalah hak fundamental, karena jika seseorang tidak bisa memiliki hasil kerjanya, orang tersebut selalu takluk pada negara. Argumen serupa juga diangkat oleh pendukung kapitalisme, dan karenanya sering oleh kritikus sosialisme, bahwa kompetisi (dianggap sebagai sifat dasar manusia) tidak bisa dilegalkan begitu saja tanpa mengurangi keinginan untuk mendapatkan lebih, dan bahwa tanpa kompensasi yang wajar atas usaha seseorang, insentif melakukan sesuatu dengan baik dan produktif (atau lebih produktif) hilang.

Sosialisme sering dikritik atas prinsipnya yang tidak sosialis tetapi lebih ke komunis atau perpaduan dua sistem ekonomi. Kritikus menunjukkan bahwa rezim “yang paling sosialis” telah gagal membawa hasil yang mumpuni dalam aspek kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi. Contoh mengutip jajaran dari pendahulu U.S.S.R. sampai rezim sekarang di Cina, Korea Utara, dan Kuba, yang kebanyakan lebih pada bagian komunis pada spektrumnya.

Berdasarkan bukti historis dari pemerintah komunis, sampai sekarang, kelaparan panjang, kemiskinan parah, dan kehancuran adalah hasil akhir dari percobaan untuk mengontrol ekonomi berdasarkan “rencana 5 tahun” dan menetapkan pekerjaan dan tugas orang sebagaimana negara adalah mesin daripada masyarakat. Sebuah observasi umum terutama tentang sosialis restriktif atau ekonomi komunis adalah bahwa mereka akhirnya mengembangkan “kelas” dengan pejabat pemerintah sebagai “yang kaya”, “kelas menengah”, dan sejumlah besar “kelas bawah” terdiri dari pekerja, yang mana pendukung kapitalisme sering cepat tunjukkan adalah struktur sosialisme yang sama mengelak sebagai “eskploitatif”.

Garis Waktu Sosialisme vs Kapitalisme

1776 – Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations, terpancang pada sudut pandang ekonomi sejarah, sustainabilitas, dan kemajuan.

1789 – Revolusi Perancis mendukung suatu filosofi kesetaraan untuk semua, pembangunan di atas prisip tersebut juga mengikutsertakan Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusi U.S.

1848 – Karl Marx dan Frederich Engels menerbitkan The Communist Manifesto, menegaskan usaha sosial antara kelas beruang dan pekerja, yang pertama mengeksploitasi yang terakhir.

1864 – International Workingman’s Association (IWA) didirikan di London.

1866 – Serikat Buruh Nasional U.S. didirikan.

1869 – International Workingman’s Association (IWA) didirikan di London.

1886 – The American Federation of Labor (AFL) dibentuk. (Nanti akan bergabung dengan Congress of Industrial Organizations (CIO) pada tahun 1955).

1890 – The Sherman Antitrus Act lolos, dengan tujuan mendorong kompetisi terhadap perusahaan kuat dan besar.

1899 – Partai Buruh Australia menjadi partai sosialis pertama yang terpilih.

1902 – Partai Buruh Inggris memenangkan kursi pertamanya pada House of Commons.

1911 – John D. Rockefeller’s Standard Oil bubar di bawah hukum anti monopoli. Setelah pembubaran Standard Oil, kekayaan Rockefeller naik hingga ia menjadi milliarder dunia pertama.

1917 – Revolusi Rusia menggulingkan rezim Tsarist dan memaksakan pemerintahan komunis dipimpin oleh Vladimir Lenin. Eropa dan U.S. bereaksi terhadap pengambilalihan tersebut dengan sangkut paut bahwa Komunis akan menghapus demokrasi.

1918 – Revolusi Jerman mendirikan Republik Weimar dengan Partai Demokrasi Sosial secara nominal berkuasa, menghadapi tantangan dari pendukung komunis dan sosialis nasional.

1922 – Benito Mussolini mengambil kontrol atas Italia, memanggil perpaduan kekuatan pemerintah dan korporasi “fascism”

1924 – Partai Buruh Inggris membentuk pemerintahan pertamanya di bawah Perdana Menteri Ramsay MacDonald.

1926-1928 – Joseph Stalin memperkuat kekuatan di Rusia, tampil sebagai kekuatan yang mempimpin komunis di seluruh dunia.

1929 – Tekanan hebat dimulai, menceburkan dunia ke dalam perlambatan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kapitalisme disalahkan atas perbuatan yang keterlaluan, dan partai sosialis dari pendirian ideologikal yang beragam muncul, utamanya di Eropa.

1944 – Provinsi Saskatchewan di Kanada membentuk pemerintah sosialis pertama di Amerika Utara.

1945 – Partai Buruh Inggris kembali berkuasa, mengusir Perdana Menteri Winston Churchill.

1947 – Cina diambil alih oleh rezim komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong.

1959 – Fidel Castro menggulingkan rezim Fulgencio Batista di Kuba, kemudian secar mengejutkan mengumumkan aliansi dengan Partai Komunis U.S.S.R.

1960an-1970an – Negara nordik, seperti Norwegia, Denmark, Swedia, dan Finlandia, secara meningkat mencampur sosialisme dan kapitalisme untuk membentuk standar hidup yang lebih tinggi, dengan kemajuan tertentu pada edukasi, layanan kesehatanan, dan pekerjaan.

1991 – Uni Soviet (U.S.S.R) runtuh, dan pendahulu republik Soviet mencoba menyingkirkan masa lalu komunis mereka untuk menjelajahi sistem kapitalis dan demokratis, dengan kesuksesan terbatas.

1995 – Cina memulai praktek kapitalis di bawah perlindungan Partai Komunis, meluncurkan pertumbuhan ekonomi tercepat sepanjang sejarah.

1998 – Hugo Chaves terpilih sebagai Presiden Venezuela dan memulai program nasionalisasi, mengarah pada gerakan demokrasi sosial di Amerika Latin yang dipimpin oleh Bolivia, Brazil, Argentina, dan lain-lain.

2000an – Keuntungan perusahaan mencetak rekor tinggi hampir setiap tahun, sementara upah sesungguhnya stagnan atau menurun dari level 1980 (dalam dollar sesungguhnya). Capital in the Twenty-First Century oleh Ahli ekonomi Perancis Thomas Pikety yang menganalisa ketidaksetaraan ekonomi di bawah kapitalisme, menjadi bestseller internasional.

 

Comments

comments