Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen

Perbedaan Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen – Terkadang terjadi beberapa perubahan yang seringkali luput dari perhatian, kita cenderung menerimanya saja tanpa ingin mencari tahu mengenai apa dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi misalnya kenapa besi bisa berkarat? Keingintahuan tentu memberikan kesempatan bagi manusia untuk mencari hal-hal menarik yang ada di langit dan di bumi, dengan mencari ilmu maka ada banyak hal baru yang bisa diketahui seperti unsur kimia yang ada dialam, manfaat sampai resiko yang mungkin ditimbulkannya atau yang lebih mudahnya adalah benda-benda yang sering ditemui disekitar kita. Perubahan-perubahan yang terjadi dikehidupan sehari-hari, beberapa erat hubungannya dengan reaksi-reaksi kimia termasuk proses korosi pada besi.

Ikatan kimia menjadi hal yang turut mempengaruhi kehidupan ini, beberapa ilmuan melakukan penelitian akan berbagai perubahan yang terjadi akibat gaya interaksi tarik dalam ikatan yang terbentuk tersebut. Ikatan kimia sendiri merupakan peristiwa dimana atom melakukan ikatan atau bergabung dengan atom lainnya hingga membentuk senyawa yang berbeda-beda, perbedaan ini disebabkan oleh adanya perbedaan sifat dan juga energi yang menyertainya.  Secara umum ikatan kimia dimaksudkan untuk membuat senyawa diatomik ataupun poliatomik menjadi lebih stabil. Ikatan kimia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ikatan ion dan ikatan kovalen, Anda tentu sudah sering mendengar kedua istilah ini saat masih berada dibangku sekolah. Walaupun bukan hal yang baru didengar namun ternyata beberapa orang masing dengan asing dengan keduanya bahkan kesulitan untuk membedakannya, oleh karena itu dalam artikel ini akan membahas mengenai perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen.

Ikatan IonIkatan Kovalen
Unsur PenyusunAtom logam dengan non logamNon logam dengan non logam
Perbedaan elektronegativitasBesarkecil atau hampir tidak ada
Ikatan Terbentuk karenaAtom logam melepaskan elektron dan non logam menangkap elektronPengunaan pasangan elektron bersama
Titik Didih dan Titik LeburTinggiRendah
Kelarutannyalarut dalam air atau dalam pelarut polarLarut dalam pelarut yang nonpolar namun

Atom-Atom Penyusunnya

Perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen tampak dari atom yang membentuknya. Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk dari atom logam dengan atom non logam, dimana ikatan elektrostatis yang terbentuk antara ion positif dan ion negatif ini akan menyebabkan gaya tarik menarik, hingga menghasilkan ion atau senyawa yang dikenal dengan nama senyawa ionik.

Pada ikatan ion, kation atau ion positif dibentuk oleh logam dengan melepaskan elektron, sedangkan non logam membentuk ion negatif atau anion dengan menangkap elektron yang dilepaskan logam. Sebagai contoh adalah ikatan ion yang terjadi antara Na (melepaskan elektron) dan Cl (menerima elektron) menghasilkan reaksi NaCl yang kita kenal sebagai garam dapur. Dengan kata lain perpindahan elektron dari atom satu ke atom lainnya, dapat menyebabkan terjadinya ikatan kimia tersebut. Senyawa lainnya yang termasuk ikatan ion adalah Ba(OH)2, NaOH dan ikatan lainnya yang sebagian besar terbentuk dari senyawa garam dan basa.

Sementara ikatan kimia yang terbentuk pada ikatan kovalen terbentuk dari atom non logam dengan atom non logam (menangkap elektron). Pada ikatan kovalen, ikatan kimia yang terjadi disebabkan oleh adanya pemakaian suatu pasangan elektron secara bersama-sama.

Untuk mengetahui bagaimana terjadinya ikatan kovalen, biasanya digunakan rumus titik elektron atau struktur lewis untuk membantu menggambarkannya. Berdasarkan jumlah elektronnya, ikatan kovalen dibagi menjadi tiga yaitu ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dan ikatan kovalen rangkap tiga.

  • Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan kovalen yang terbentuk melibatkan sepasang elektron untuk  digunakan bersama, misalnya HBr, H2O, HCl, CCldan sebagainya
  • Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen yang terbentuk melibatkan sebanyak dua pasang elektron untuk digunakan bersama, misalnya Ikatan pada molekul O2 (O=O)
  • Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan kovalen yang terbentuk melibatkan sebanyak tiga pasang elektron untuk digunakan bersama, misalnya ikatan pada molekul N2.

Perbedaan Elektronegativitas

Kedua buah atom yang tergabung didalam ikatan ion memiliki perbedaan elektronegativitas yang besar, dimana ikatan ion sendiri menghasilkan ion positif dan juga ion negatif yang berpisah. Adapun muatan ion tersebut biasanya berkisar antara -3 elektro sampai dengan +3 elektron. Pada umumnya ikatan ion terjadi pada atom-atom dengan energi ionisasi paling rendah dengan atom-atom dengan afinitas elektron besar.

Berbeda dengan ikatan kovalen yang mana atom-atom yang berikatan dalam ikatan tersebut memiliki perbedaan elektronegativitas (positif dan negatif) yang sangat kecil bahkan hampir tidak ada. Ikatan kovalen umumnya terdapat dalam sebagian besar ikatan dalam senyawa organik.

Titik Didih dan Titik Lebur

Ikatan kovalen dan ikatan ion masing-masing memiliki sifat yang berbeda, dimana hal ini turut dipengeruhi oleh senyawa-senyawa penyusunnya. Berbeda dengan sifat senyawa ion yang memiliki titik didih dan itik lebur yang tinggi, senyawa kovalen justru memiliki titik didih maupun titik lebur yang rendah. Sifat umum lainnya yang turut menjadi perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen adalah dari stuktur senyawanya. Sebagai besar senyawa-senyawa yang dapat membentuk ikatan ion juga memiliki struktur yang keras dan juga mudah patah, sementara dalam senyawa kovalen umumnya lebih lunak.

Kepolaran dan Kelarutannya

Ikatan ion yang terbentuk melalui ikatan antara ion positif dan ion negative ini, menyebabkan senyawa yang dihasilkan dari ikatan yang disebut juga dengan nama homopolar ini bersifat polar. Mengingat sifatnya yang polar inilah, secara umum senyawa-senyawa yang berikatan secara ionik tidak larut dalam pelarut yang nonpolar namun larut dalam air atau dalam pelarut polar. Berbeda dengan senyawa kovalen yang umumnya tidak larut didalam air, senyawa ini larut di dalam pelarut nonpolar.

Dalam keadaan lebur dengan bentuknya berupa larutan, senyawa ionik memiliki kemampuan untuk menghantarkan arus listrik yang baik atau bersifat konduktor. Sementara senyawa-senyawa dalam ikatan kovalen tidak  bisa menghantarkan arus listrik, kecuali senyawa kovalen polar yang berbentuk larutan bisa menghantarkan listrik.

Ikatan Kovalen dapat dikatakan nonpolar jika jumlah elekron dibagi rata kepada atom yang membentuk ikatan kimia tersebut. Namun jika elektron tertarik dari atom yang satu ke atom yang lainnya, maka ikatan yang terbentuk disebut ikatan kovelen polar dengan kata lain Ikatan ini merupakan ikatan dengan sifat-sifat yang berada diantara ikatan kovalen dengan ikatan ion sebagai contohnya adalah atom yang terdapat dalam H2O. Ikatan kovalen polar ini dikenal dapat menghantarkan listrik.

Demikianlah informasi mengenai perbedaan ikatan ion dan ikatan kovalen, semoga dapat bermanfaat.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia

Comments

comments