Apa bedanya HIV dan AIDS

HIV dan AIDS

Banyak orang yang bingung ketika membedakan HIV dan AIDS. Sebagian besar orang beranggapan keduanya sama saja. Memang mereka saling berkaitan, tapi keduanya memiliki kondisi yang berbeda. HIV adalah sebuah virus, sedangkan AIDS adalah kondisi dimana virus HIV sudah menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia. Pada beberapa waktu lalu didiagnosis dengan HIV +, merupakan hukuman mati yang tidak lama lagi bakal anda terima, tapi berkat penemuan – penemuan dibidang kesehatan, orang dengan HIV + masih bisa menjalani hidup normal sampai waktu yang cukup panjang.

HIVAIDS
PenjelasanHIV (Human Immunodeficiency Virus), menyerang sistem imun manusia.AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), adalah tahap akhir dari HIV, dimana sistem imun tubuh sudah menurun drastis, yang dapat dihitung dari jumlah CD4 dalam tubuh
Bagaimana penyebarannyaMelalui cairan tubuh
Kontak seksual, jarum suntik, berciuman ketika terdapat luka dimulut, darah ketika kedua kulit sama sama terluka
Hanya terjadi pada orang yang memiliki HIV. AIDS terjadi ketika orang + HIV tidak tertangani dengan baik
PencegahanJangan melakukan:
Seks bebas/tidak aman
Pengunaan jarum suntik bersama

Lakukan pengecekan HIV 1-2x setahun
Ketika sudah divonis HIV +, lakukan pengobatan sesuai anjuran dokter
Gejala1 dari 6 tidak tahu jika mereka terjangkit HIV.
Gejala HIV sering tidak terlihat, oleh karena itu cara terbaik untuk mendeteksi adalah pengecekan darah.
Penurunan kesehatan secara drastis. Virus, bakter atau penyakit kecil pun dapat membuat badan sakit sekali.
DiagnosisTes darah, tes mulut, tes urin, tes antibodiTes darah, tes mulut, tes urin, tes antibodi
PengobatanAntiretroviral, tidak bisa menghilangkan virus HIV dalam tubuh, namun membuat pertumbuhannya sangat lambat Antiretroviral, tidak bisa menghilangkan virus HIV dalam tubuh, namun membuat pertumbuhannya sangat lambat
Jumlah orang yang terjangkitSekitar 36,7 juta orang terjangkit virus HIV (70% berada di afrika)Lebih dari 1,5 juta meninggal karena AIDS

Hubungan antara HIV dan ADIS.

Sama seperti namanya, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel-T dan sel CD4, dimana mereka berdua menyerang virus – virus yang masuk kedalam tubuh. Namun HIV berbeda dengan virus – virus lainnya seperti cacar air. Virus HIV akan tetap hidup dalam tubuh manusia selamanya, ia akan mengikis sistem kekebalan tubuh secara perlahan, sampai akhirnya sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi. Pada saat itu tubuh akan rentan dengan penyakit seringan apapun, baik itu virus, bakteri atau lainnya.

proses dari HIV menuju ke AIDS

Gambar dari AIDS.gov

HIV terdapat 3 fase: infeksi akut, laten dan AIDS. Setiap fase berhubungan dengan jumlah sel CD4 dalam tubuh pasien, atau seberapa banyak sel yang melawan infeksi dalam tubuh. Dengan penanganan yang tepat, orang dengan HIV +, dapat bertahan hidup selama puluhan tahun di fase laten, dan tidak pernah sampai ke fase AIDS. Tanpa perawatan yang memadai biasanya HIV sampai fase AIDS dalam waktu 10 tahun, dimana setelah itu pasien akan sangat lemah dan menuju ke kematian.

Video Proses HIV menjadi AIDS

Bagaimana HIV ditularkan

HIV paling sering ditularkan melalui kontak seksual dengan seseorang dengan HIV + dan melalui jarum suntik yang dipakai bersamaan dengan seseorang yang terkena HIV +. HIV menyebar melalui cairan tubuh, termasuk darah, air mani, cairan vagina, cairan dubur dan air susu ibu. Untuk dapat tertular, cairan tersebut harus menyentuh tubuh orang yang belum sakit pada aera tertentu seperti (vagina, penis, dubur, mulut yang terluka, kulit yang terluka, dan pembuluh darah)

  • Kontak seksual adalah cara yang paling banyak menularkan HIV. Lebih banyak wanita yang tertular HIV, karena area pada vagina lebih besar sehingga virus lebih cepat masuk.
  • Penggunaan jarum suntik yang bergantian merupakan cara kedua terbanyak. Baik untuk menggunakan obat – obatan terlarang, ataupun tattoo dapat membuat darah pengidap HIV+ memasukkan virus ke tubuh manusia.
  • Pada beberapa kasus, Ibu dengan HIV +, dapat menularkan virus ini ke anaknya selama proses kehamilan, kelahiran ataupun saat menyusui. Dengan pengobatan modern yang tepat, ibu dengan HIV+ dapat menghidari penularan ke bayinya.
  • Pada beberapa negara yang belum baik kesehatannya, kadang HIV dapat ditularkan lewat transfusi darah (walaupun sangat jarang, karena transfusi darah di periksa dengan teliti darahnya)

Pengecegahan HIV

  • Perilaku seksual yang sehat dengan tidak berganti – ganti pasangan seksual
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual (walaupun tidak menjamin 100%)
  • Menggunakan jarum suntik yang baru dan steril dalam hal apapun, terutama bagi pengguna obat – obatan terlarang (paling sering terjadi penularan disini)
  • Pengecekan HIV rutin, terutama bagi yang merasa melakukan kegiatan yang memungkinkan untuk penularan virus ini.
  • Mengkonsumsi antiretroviral secepat mungkin ketika mengetahui melakukan kontak dengan seseorang dengan HIV +, Antiretroviral paling bagus untuk mencegah maksimal setelah 72 jam setelah kontak dengan pengidap HIV +
  • Ibu hamil semenjak usia kehamilan dini harap konsultasi dengan dokter, sehingga dengan penanganan yang tepat bayi tidak tertular. (kurang dari 1% bayi tertular HIV, dengan penanganan yang tepat sejak awal)
  • Pada Februari 2015, ilmuan mencoba obat baru yang mungkin dapat digunakan sebagai vaksin. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji keamanan dan keefektivitasannya.

Gejala HIV/AIDS

satu dari enam orang yang terjangkit oleh HIV tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. Gejala HIV + sering kali tidak terlihat, bahkan oleh para dokter, oleh karena itu penting untuk melakukan tes HIV secara rutin, terutama bagi yang beresiko seperti diatas. Pada beberapa orang, mereka akan mengalami gejala seperti flu, namun lebih berat (biasanya 2-4 minggu setelah infeksi). Namun fase yang paling berbahaya adalah fase yang kedua, karena pada fase ini hampir tidak terlihat gejala penyakit apapun, pasien bisa beranggapan mereka sudah sehat, tidak ada masalah apapun, tidak mungkin terjangkit HIV jika sehat. Sebenarnya HIV masih hidup dalam tubuh dan berkembang biak dengan sangat lambat, namun jika sudah mencapai jumlah yang banyak pasien akan memasuki fase terakhir yaitu AIDS. Dimana fase ini sangat mematikan, dengan infeksi sedikit saja, tubuh bisa hancur karena antibodi sudah berjumlah sangat sedikit, dan biasanya pasien hanya bertahan sampai 3 tahun dalam fase ini.

Diagnosis

Banyak sekali orang yang takut melakukan tes HIV, karena menakutkan sekali memiliki virus ini. Namun sebenarnya lebih menakutkan lagi terjangkit virus ini namun tidak mengerti bahwa sedang terjangkit. Pendeteksian lebih awal semakin baik, karena proses medis dapat mencegah virus ini berkembang biak secara cepat. Lakukanlah tes untuk mengetahuinya. Beberapa cara untuk melakukan tes sebagai berikut:

  • Tes yang paling murah dan cepat adalah tes antibodi. Tes ini dapat menggunakan cairan mulut, darah atau urin untuk melihat antibodi HIV, bukan virus itu sendiri. Tes antibodi yang +, memerlukan tes kedua yaitu tes western blot untuk mengkonfirmasi infeksi tersebut. Total tes ini menghabiskan waktu sekitar dua minggu.
  • Tes Antigen, dimana melihat protein yang diproduksi oleh HIV, dan dites melalui darah. Tes ini tidak terlalu sering dilakukan, karena harganya relatif mahal. Namun tes antigen ini sangat baik untuk mendeteksi pada awal gejala (pada fase selanjutnya tidak seefektif saat fase awal). Tes ini sangat cocok untuk mereka yang memang beresiko terkena virus ini. (seseorang yang sering berganti pasangan seksual tanpa pengamanan, pengguna narkoba dengan jarum suntik dan lainnya)
  • Tes genetik yaitu tes PCR dan tes NAT, yaitu dengan mencari material genetik dari HIV didalam darah. Tes ini sangat jarang dilakukan terhadap orang dewasa, biasanya tes ini digunakan untuk bayi yang lahir dari ibu HIV+. Selain itu tes ini digunakan untuk memerika suatu darah apakah steril sebelum di transfusikan ke orang lain.

Penanganan dan Pengobatan HIV/AIDS

Penanganan HIV bermacam – macam tergantung sudah sampai fase mana penyakit tersebut. Ketika HIV diketahui pada fase awal, besar kemungkinan pasien dapat bertahan hidup puluhan tahun kemudian, karena penanganan dilakukan sejak awal.

Penanganan yang paling utama dalam HIV adalah pemberian antiretroviral. Obat ini tidak menyembuhkan pasien dari HIV, dimana virus ini tetap berada dalam tubuh pasien selamanya, namun obat ini menghambat pertumbuhan virus sehingga tidak mencapai ke fase AIDS dengan cepat. Terdapat banyak jenis obat antiretroviral yang kadang dalam proses penyembuhan dapat mengkombinasikan obat yang satu dengan yang lainnya.

Terdapat juga beberapa pengobatan alternatif, seperti akupuntur, namun samapai saat ini belum terdapat bukti klinis yang menyebutkan bahwa akupuntur dapat membantu menyembuhkan penyakit ini.

Beberapa contoh kasus penyembuhan:

  • Penelitian pada 70 orang HIV+ yang dideeksi sejak dini, dan kemudian ditangani secara medis, 14 pasien diantaranya dapat berhenti meminum obat, dan jumlah virus didalam tubuhnya tetap tidak bertambah dalam beberapa tahun(virus tetap tidur walaupun sudah berhenti minum obat).
  • Bayi yang lahir dari ibu HIV+ di Mississippi, Amerika Serikat, diberikan obat antiretroviral dan therapi secara agresif selama 18 bulan. Pada umur 3 tahun, anak ini berhenti meminum obat antiretroviral (permintaan dari ibunya), dan tidak ditemukan HIV dalam tubuh anak ini.

Diluar dari contoh pengobatan diatas, terdapat beberapa orang yang sepertinya tahan terhadap infeksi HIV. Ada kemungkinan dengan mempelajari orang tersebut dapat memberikan arahan baru dalam dunia pengobatan HIV.

Mitos tentang HIV/AIDS

  • “Penyakit dapat menular lewat …” HIV tidak dapat menular lewat udara atau air; lewat kontak sehari – hari seperti: berjabat tangan, memakai gelas, komputer, kloset yang sama; atau keringat, air mata, dan gigitan serangga (bukan seperti demam berdarah yang ditularkan lewat nyamuk)
  • “Penderita HIV hanyalah orang gay, pelacur atau pencandu narkoba”. Walaupun tidak ada data yang jelas tentang fakta tersebut, namun fakta tersebut tidak selamanya benar. Ada beberapa faktor lain yang bisa menularkan seperti penggunaan jarum yang tidak benar dalam proses klinis (tidak steril dan baru), proses tattoo yang tidak steril ataupun istri yang ditulari suami yang tidak mengerti bahwa mereka terjangkit HIV.
  • “HIV adalah hukuman mati” Sekarang pengobatan modern menemukan banyak sekali cara supaya pasien HIV+ memiliki kehidupan yang lebih panjang. Mereka membuat obat yang menjaga supaya virus tidak berkembang dengan cepat, sehingga pasien masih dapat hidup selama puluhan tahun tanpa kehilangan sistem kekebalan tubuh secara drastis.
  • “HIV bisa disembuhkan dengan pengobatan modern” Walaupun benar pengobatan modern menghambat proses virus ini untuk berkembang. Tapi antiretroviral dan obat-obatan yang lain tidak menjamin untuk memberikan pengobatan yang sempurna. HIV tetep dapat mengurangi sistem kekebalantubuh pasien, walaupun pasien sudah mengikuti pengobatan medis. HIV bukan hukuman mati, tapi bukan seharusnya dianggap sebagai penyakit yang ringan.
  • “Rutin meminum antiretroviral membuat aku kebal terhadap HIV” Antiretroviral mengurangi jumlah virus yang ada dalam darah, namun mereka tidak menghalangi virus ini masuk kedalam tubuh. Virus dapat saja “bersembunyi” di suatu tempat, dan masuk kembali ke darah ketika mereka bisa. Mencegah dengan perilaku yang sehat (seperti penjelasan diatas) adalah cara yang terbaik untuk menghindai HIV.

Seberapa banyak penderita HIV?

HIV adalah penyakit global yang menyerang semua demografik, baik langsung maupun tidak langsung. Lebih dari 35juta orang terjangkit oleh HIV (70% berasal dari benua afrika) HIV di negara berkembang membuat penanganan menjadi semakin sulit bahkan mustahil. Di tahun 2015 lebih dari 1,8 juta orang meninggal karena AIDS, dan sebagian besar anak – anak di afrika.

Demografik penderita HIV. Gambar dari Wikipedia

 Referensi:

Comments

comments