Perbedaan Haji dan Umroh

Haji dan Umroh

Sebenarnya masih banyak orang yang keliru tentang perbedaan haji dan umroh. Kedua jenis ibadah umat muslim ini sudah jelas berbeda, meskipun pelaksanaannya tergolong hampir mirip namun terdapat beberapa hal pembeda diantara keduanya. Sebagai umat muslim sendiri, kita mesti mengetahui dengan detail mengenai haji dan umroh. Ibadah haji merupakan suatu ibadah yang hukumnya wajib untuk umat muslim yang telah mampu menjalankannya. Akan tetapi kita pun mesti mengetahui dasar-dasar yang membedakannya.Meskipun pada intinya ibadah haji dan umroh sendiri sama-sama dilakukan di kota Mekkah.

Ibadah haji juga termasuk salah satu rukun Islam, jadi hukumnya adalah wajib untuk seorang muslim yang telah mampu. Adapun kewajiban ibadah haji sendiri sudah dijelaskan pada Al-Quran dan juga hadist dari Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan terminologi, ibadah haji merupakan suatu ibadah yang dilaksanakan kepada Allah melalui pelaksanaan manasik yang sudah ditetapkan berdasarkan sunnah baginda Rasulullah SAW Haji dilaksanakan di waktu, tempat dan juga amalan yang sudah disyariatkan serta dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Ibadah umroh berdasarkan terminologi merupakan bentuk ibadah dengan berziarah menuju baitullah dengan cara melakukan sa’i, tawaf dan mencukur rambut. Ibadah umroh sendiri umumnya dikenal sebagai “haji kecil”. Pelaksanaan ibadah umroh tak terikat oleh waktu, yang artinya kita sebagai umat Islam dapat melakukannya kapan saja. Untuk mengetahui perbedaan haji dan umroh, kita bisa melihat tabel ringkasan yang membedakan kedua jenis ibadah tersebut dibawah :

Ibadah HajiIbadah Umroh
HukumWajib bagi yang sudah mampuSunnah Muakkad
WaktuBulan Djulhijah, tanggal 9-13 DjulhijjahKapan saja
RukunIhram, Tawaf, Sya’i dan Tahalul (mencukur rambut)Wukuf, mabit, melempar jumroh, dan semua rukun umroh
Lama Pelaksanaan4 hari2-3 hari

Hukum Haji dan Umroh

Perbedaan yang paling mendasar antara ibadah haji dan umroh adalah hukumnya. Dimana ibadah haji mempunyai hukum yang wajib untuk setiap kaum muslim dengan kemampuan finansial yang mencukupi untuk melakukan ibadah haji tersebut. Selain dari finansialnya, mampunya seseorang yang hendak melakukan ibadah haji adalah untuk keluarga yang akan ditinggalkannya. Kemampuan dalam hal fisik juga perlu dipertimbangkan, sebab untuk menjalankan ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat, sehat, dan juga prima. Sementara hukum dari ibadah umroh itu sendiri yaitu sunnah muakkad, yang artinya sunnah yang dianjurkan atau diutamakan.

Waktu Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umroh

Perbedaan haji dan umroh juga dapat dilihat dari waktu pelaksanaannya. Meskipun kedua ibadah ini dilakukan pada tempat sama, yakni kota Mekkah. Akan tetapi tak dapat dilakukan asal-asalan atau sewaktu-waktu saja. Pelaksanaan ibadah haji dilakukan hanya pada bulan Dzulhijjah tepatnya di tanggal 9-13 Dzulhijjah. Jadi ibadah haji tidak boleh dilaksanakan diluar waktu haji yag telah ditentukan tersebut. Bila melakukan ibadah haji diluar waktu yang telah ditentukan, maka haji yang dilaksanakannya pun tidak sah. Hal ini juga mengungkapkan bahwa ibadah haji hanya dapat dilaksanakan sekali dalam setahun. Berbeda halnya dengan ibadah umroh yang dapat dilaksanakan sewaktu-waktu diluar waktu ibadah haji dan waktu yang telah dimakruhkan, yakni pada hari Nahar tanggal 10 dzulhijjah, Arafah tanggal 9 dzulhijjah, dan juga hari tasyrik di tanggal 11-13 dzulhijjah.

Tata Cara Pelaksanaan dan Rukun

Haji dan umroh juga berbeda dalam hal tata pelaksanaan dan rukunnya. Ketika umroh, maka seseorang perlu menunaikan rukun umroh yan diantaranya Tawaf, Ihram, Sya’i dan juga tahalul atau memotong rambut. Sementara untuk haji sendiri, rukun ibadah haji yaitu semua rukun pada umroh beserta tambahan 3 rukun yang lainnya yang perlu dilakukan diantaranya wukuf di padang arafah, lalu menginap atau mabit di kota Muzdalifah dan terakhir melempar jumroh atau batu kecil di kota Mina.

Lama Pelaksanaan Haji dan Umroh

Bila dilihat berdasarkan urutan dari ibadah wajibnya, ibadah haji lama pelaksanaannya sendiri tergolong lebih lama daripada ibadah umroh. Pelaksanaan ibadah haji memerlukan waktu 4 hari paling cepat, sementara ibadah umroh sendiri hanya memerlukan waktu selama 2-3 jam. Untuk itu, pelaksanaan ibadah haji sendiri memerlukan kondisi fisik lebih kuat daripada ibadah umroh. Sebab membutuhkan waktu yang lebih lama.

Berdasarkan tabel dan penjelasan perbedaan haji dan umroh yang sudah diulas di atas, haji dan umroh juga memiliki tempat yang berbeda. Walaupun pada intinya kedua jenis ibadah ini dilaksanakan di kota Mekkah, namun ibadah haji sendiri menunaikan rukun di beberapa tempat di luar kota Mekkah. Diantaranya seperti yang dijelaskan pada rukun haji diatas, dimana rukun haji seperti Wukuf dilakukan di Arafah, menginap atau mabit dilakukan di Muzdalifah sementara melempar jumroh atau batu kecil dilakukan di Mina. Selain itu, jika dilihat tingkat keramaiannya tentu melakukan yang melakukan ibadah umroh ini lebih sedikit jumlahnya dibanding ibadah haji. Hal yan pertama dikarenakan ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja, selain itu hukum ibadah umroh sendiri adalah sunnah muakkad. Jadi umat muslim tentu lebih mengutamakan melakukan ibadah haji terlebih dulu baru melakukan umroh jika mampu.

Tak hanya itu saja, ibadah haji merupakan ibadah yang hanya bisa ditunaikan sekali setahun. Sementara semua umat muslim yang ada di dunia tentunya ingin menjalankan ibadah haji bersamap-sama menuju kota Mekkah. Hal tersebut tentunya membuat pelaksanaan ibadah haji di kota Mekkah sangat ramai dan tumpah ruah karena hampir seluruh umat muslim yang melaksanakan haji berkumpul di kota Mekkah. Dengan mengetahui perbedaan ibadah haji dan umroh di atas tentunya bisa menambah wawasan kita untuk mempermudah dalam menjalankan kedua jenis ibadah tersebut. Jika kita sudah memahami ibadah haji dan umroh, tentu kita dapat meluruskan niat beribadah, dan bukan untuk hal lainnya seperti berjalan-jalan maupun berwisata, berbelanja, apalagi hanya sekedar untuk pamer kepada orang lain.

Untuk Anda yang sudah mampu melaksanakan ibadah haji, tentu sudah merupakan kewajiban untuk melakukan ibadah haji. Namun jika ternyata sudah menjalankan ibadah haji tetapi ingin berkunjung ke Mekkah, maka Anda bisa melakukan ibadah umroh. Melalui perbedaan haji dan umroh diatas, kita pun tak akan keliru ketika menjalankan salah satu dari keduanya.

Comments

comments