Perbedaan Gerhana Matahari dan Bulan

Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan


Gerhana matahari dan gerhana bulan merupakan 2 fenomena alam yang selalu menarik perhatian. Seperti gerhana matahari pada tahun ini yang terjadi tanggal 9 Maret 2016 lalu. Gerhana matahari tersebut menjadi gerhana matahari total yang pertama kali terjadi sepanjang abad 21 di Indonesia. Gerhana bulan dan matahari sendiri sama-sama terjadi dikarenakan terhalangnya sinar matahari ke area bumi atau bulan, meskipun begitu terdapat beberapa perbedaan pada proses terjadinya.

Gerhana MatahariGerhana Bulan
Waktu TerjadinyaSiang hariMalam hari
Posisi bumiMatahari - Bulan - BumiMatahari - Bumi - Bulan
Periode terjadinya 2-3 per tahun 1-2 per tahun
Lama terjadinya ± 6 menit ± 1 jam 40 menit
JenisGerhana total
Gerhana Sebagian
Gerhana Cincin
Gerhana Hibrida
Gerhana Total
Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana Penumbra
Ciri FisikMatahari berwana merah karena cahaya korona dan semburan gasBulan berwarna merah karena efek dari atmosfer

Proses terjadinya gerhana

Terjadinya gerhana matahari dan bulan diakibatkan karena pergeseran letak antara bumi, bulan dan matahari. Hal itulah yang mengakibatkan gerhana ini akan sering terjadi. Pada gerhana matahari, posisi bumi ada di belakang bulan, sehingga ada sebagian area bumi yang mengalami kegelapan, setengah gelap dan terang. Karena sinar matahari yang seharusnya jatuh ke bumi terhalang oleh bulan. Peristiwa ini terjadi ketika bulan mati.
Sinar matahari akan jatuh berbentuk kerucut pada permukaan bumi karena adanya bulan di tengah-tengah. Sehingga ada area bumi yang disebut umbra, yaitu bagian yang gelap karena tidak terkena cahaya. Dan ada area disebut penumbra, yang mengalami gerhana matahari sebagian dan agak redup.

Posisi bumi pada gerhana matahari
Sedangkan pada gerhana bulan terjadi karena poisisi bumi yang berada di antara matahari dan bulan. Hal itu yang menyebabkan cahaya matahari ke bulan terhalang oleh adanya bumi. Peristiwa gerhana bulan ini biasanya terjadi pada bulan baru. Sama halnya dengan gerhana matahari yang membuat bumi memiliki area umbra dan penumbra. Umbra merupakan area bumi yang mengalami gerhana matahari total, dan penumbra yang mengalami gerhana matahari sebagian.

Posisi gerhana bulan

 

Waktu dan periode terjadinya gerhana

Gerhana matahari terjadi antara pagi hingga siang hari. Peristiwa gerhana ini akan membuat suasana sedikit lebih redup. Dan bila terjadi gerhana total akan membuat suasana seperti malam hari. Sedangkan gerhana bulan yang terjadi pada malam hari cenderung tidak terlalu terlihat. Meskipun sebenarnya sedang terjadi gerhana, namun pada masyarakat umumnya tidak akan ada yang mengetahui, kecuali saat itu sedang mengamati bulan, atau mereka yang paham dengan ilmu astronomi.
Banyak mitos yang sering beredar mengenai periode waktu terjadinya gerhana matahari dan bulan ini. Ada yang bilang bahwa gerhana matahari lebih jarang bahkan terkesan langka terjadi ketimbang gerhana bulan. Padahal semua itu salah besar. Justru sebenarnya gerhana matahari lebih sering terjadi daripada gerhana bulan. Menurut perhitungan kasar, dalam 1 abad gerhana matahari bisa terjadi hingga 238 kali. Sedangkan gerhana bulan hanya terjadi sekitar 154 kali saja. Namun mengapa yang jarang dilihat adalah gerhana matahari ?
Hal tersebut diakibatkan karena gerhana matahari sering terjadi di lokasi yang tidak bisa diamati oleh manusia. Berbeda dengan gerhana bulan yang sering terjadi di lokasi yang mudah diamati. Sehingga yang sering terlihat malah gerhana bulan.
Ada pula yang berkata gerhana matahari muncul hanya 350 tahun sekali, hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Menagapa ? Karena meski gerhana matahari terjadi lebih sering, namun kemungkinannya kecil untuk terajdi di lokasi yang sama dalam kurun waktu tertentu. Berbeda dengan gerhana bulan yang bisa terjadi berulang kali di lokasi yang sama. Itu pula yang membuat gerhana matahari jarang terlihat.

Lamanya peristiwa gerhana

Untuk keseluruhan proses gerhana bulan sebenarnya memakan waktu sekitar 6 jam. Namun untuk gerhana bulan totalnya sendiri hanya berlangsung sekitar 1 jam 40 menit. Sedangkan gerhana matahari secara keseluruhan prosesnya berlangsung kurang dari 1 jam, dengan gerhana matahari total hanya sekitar 6 menit.
Gerhana bulan total memang lebih lama dibanding gerhana matahari total, hal itu pula yang menybabkan gerhana bulan lebih mudah diamati. Bahkan gerhana matahari total yang benar-benar dalam posisi tergelapnya pun hanya berlangsung sekitar 1 menit lebih.

Pembagian jenis gerhana matahari dan bulan

Pada gerhana bulan dan matahari memiliki berbagai jenis yang terbagai berdasar posisi bulan atau bumi terhadap matahari. Pada gerhana matahari terbagi menjadi :

  • Gerhana matahari total, yaitu ketika puncak gerhana dan piringan bulan berukuran sama besar atau lebih besar dari piringan matahari.
  • Gerhana matahari sebagian, merupakan posisi ketika puncak gerhana dan piringan bulan menutup sebagian saja pada piringan matahari.
  • Gerhana matahari cincin, yaitu ketika puncak gerhana dimana piringan bulan hanya menutup sebagian piringan matahari. Kemudian piringan matahari yang tidak tertutup tersebut berada di sekitar piringan bulan dan membentuk cincin bercahaya.
  • Gerhana hibrida, merupakan pergesaran dari gerhana cincin dan total. Pada suatu titik di bumi gerhana ini akan terlihat sebagai gerhana total, sedangan di titik lain bumi gerhana ini akan muncul sebagai gerhana cincin.

Sedangkan pembagian jenis gerhana bulan adalah :

  • Gerhana bulan total, yaitu posisi bulan yang tepat di tengah umbra. Gerhana bulan total ini terdiri dari 2 macam yaitu, gerhana bulan total positif dengan ciri warna bulan yang merah merata, dan gerhana bulan total negatif dengan ciri warna bulan merah namun tidak merata.
  • Gerhana bulan sebagian, posisi bumi yang tidak semuanya menutupi matahari. Sehingga masih ada permukaan bulan yang ada di area penumbra.
  • Gerhana bulan penumbra, yaitu keseluruhan permukaan bulan berada di wilayah penumbra, sehingga bulan tetap terlihat dengan warna redup.

Ciri fisik gerhana matahari dan bulan

Pada gerhana matahari dan bulan total umumny sama-sama membentuk efek berwarna merah pada permukaan bulan dan matahari. Untuk gerhana matahari, warna merah disebabkan adanya cahaya korona matahari dan semburan gas di permukaan matahari. Hal ini yang mengakibatkan mata awam tidak boleh menyaksikan gerhana matahari secara langsung. Karena adanya efek radiasi yang bisa menyebabkan kerusakan mata. Perlu kacamata khusus penangkal radiasi atau teleskop untuk melihat gerhana matahari total.
Sedangkan gerhana bulan total cukup aman untuk disaksikan dengan mata telanjang. Jika kurang jelas bisa menggunakan teropong untuk melihatnya. Bulan yang berwarna kemerahan ketika terjadi gerhana disebabkan oleh pantulan atmosfir. Bahkan warna merah bulan ini bisa dijadikan sebagai tolak ukur polusi suatu wilayah. Semakin bulan terlihat merah, maka semakin tinggi tingkat polusi di wilayah tersebut.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_bulan
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari

Comments

comments