Perbedaan Gaung dan Gema

Gaung dan Gema

Apa Perbedaan Gaung dan Gema?

Saat Anda berteriak di suatu tempat seperti gua, maka suara Anda akan terpantul kembali. Untuk beberapa saat, mungkin Anda bingung apakah suara pantulan tersebut adalah gaung ataukah gema. Walaupun sama-sama suara yang memantul kembali namun gaung dan gema memiliki beberapa perbedaan. Karena itu pelajari terlebih dahulu perbedaannya sehingga nantinya saat Anda mendengar pantulan suara, Anda bisa menentukan apakah pantulan suara tersebut termasuk gema ataukah gaung.

Tentang Pantulan Suara

Pada dasarnya gaung dan gema adalah sama-sama suara pantulan. Bunyi suara pantulan tersebut dibedakan dengan waktunya. Ada pantulan suara yang waktu pantulannya kecil atau cepat dengan suara aslinya. Hasilnya, suara pantulan seperti memantul bersamaan dengan suara Anda atau suara bunyi aslinya. Ada pula pantulan suara yang waktu pantulnya besar atau lebih lama dengan suara aslinya. Hasilnya, Anda seperti mendengar balasan karena setelah suara asli baru selang berapa waktu barulah terdengar suara pantulannya. Waktu pantul ini sendiri tergantung dari jarak Anda dengan media pemantulnya. Semakin jauh jarak Anda atau sumber bunyi dengan media pemantul maka suara pantulan akan semakin lama. Jika jarak Anda atau sumber bunyi dengan media pemantul dekat maka suara pantulannya juga akan semakin cepat.

Perbedaan antara Gaung dan Gema

Setelah membaca sedikit mengenai pantulan suara yang dinamakan dengan gaung dan gema, kini saatnya mempelajari apa saja perbedaan antara gaung dan gema itu sendiri.

GaungGema
Kecepatan pantulan suaracepatlambat
Jarak sumber suaraJarak sumber suara dengan media pantul kecil atau dekatJarak sumber suara dengan media pantul besar atau jauh
Hasil pantulan suaraSuara pantulan tidak lengkap seperti suara sumber bunyi atau saling bertabrakan satu sama lainSuara pantulan lengkap seperti sumber bunyi dan tidak terjadi tabrakan suara

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan antara gaung dan gema, coba pelajari penjelasan dari masing-masing jenis pantulan tersebut di bawah ini.

Jarak Suara Pantulan Gaung dan Gema

Gaung terjadi dengan cepat karena jarak media pantul dengan sumber bunyi sangat dekat. Tidak mengherankan jika suara atau sumber bunyi tidak akan terdengar jelas karena bertabrakan. Untuk mengatasi hal ini, biasanya gedung akan dilengkapi dengan bahan peredam agar tidak terjadi gaung. Studio musik adalah contoh yang sangat jelas di mana ruangan tersebut diberi peredam agar tidak terjadi gaung saat alat musik dimainkan. Jika tidak diberi peredam pasti suara musik Anda tidak akan terdengar indah bahkan terkesan berisik karena bertabrakan dengan pantulannya sendiri.

Jika gaung tercipta karena jarak sumber bunyi dan suara pantulannya dekat, maka lain halnya dengan gema. Gema terjadi karena jarak media yang memantulkan suara jauh dari sumber suara. Pada gema suara Anda seperti sedang mengalir jauh setelah itu barulah terpantul saat suara tersebut menabrak sesuatu seperti bebatuan. Hal ini sama dengan prinsip kerja radar saat mendeteksi sebuah benda di depannya. Suara atau sinyal tertentu dikeluarkan. Getarannya akan terus merambat selama tidak ada media pantul. Saat menemukan media pantul, getaran suara atau sinyal tersebut akan memantul kembali dan petugas tahu bahwa ada sesuatu di depannya.

Hasil Pantulan Suara Gaung dan Gema

Perbedaan antara gaung dan gema juga bisa dilihat dari suara pantulan yang dihasilkan. Jika suara pantulan tidak selengkap sumber bunyi maka suara pantulan tersebut adalah gaung. Misalkan saja, Anda berada di sebuah gedung. Kemudian, Anda meneriakkan kata “Permisi” maka akan terjadi gaung. Jika bunyi pantulan dijabarkan dalam bentuk kata maka akan menjadi seperti berikut

Sumber bunyi: per-mi-si

Suara pantulan:  per-mi-si atau mi-si-si (terjadi gaung)

Sebenarnya suara pantulan lengkap hanya saja suara pantulan awal sudah bertabrakan dengan suara awal sumber bunyi sehingga terkesan tidak jelas atau tidak lengkap.

Untuk meredam suara gaung, biasanya dinding gedung dilapisi dengan karpet, gabus, kapas ataupun wool. Selain itu, gedung biasanya juga didesain tidak rata atau ada bagian tertentu yang didesain cembung untuk menghindari pantulan dekat atau gaung.

Gema relatif tidak menganggu karena suara akan kembali saat suara sumber bunyi sudah selesai diteriakkan. Jika dituliskan dalam kata, maka gema terjadi sebagai berikut

Sumber bunyi atau suara asli: per-mi-si

Suara pantulan: per-mi-si (terjadi gema)

Pada gema, suara pantulan terdengar jelas dan terdengar seperti suara balasan. Hal ini terjadi karena suara Anda tidak bertabrakan satu sama lainnya. Biasanya gema juga bisa digunakan untuk memeriksa kedalaman sebuah jurang atau tebing. Jika suara pantulan lama, maka bisa dipastikan jika jurang tersebut dalam atau tebing tersebut tinggi.

Nah, kini Anda sudah mengetahui perbedaan gaung dan gema serta contohnya. Nantinya, Anda tidak perlu kebingungan lagi untuk menyebutkan pantulan suara yang terdengar. Anda hanya perlu mendengarkan lagi suara pantulan tersebut dengan seksama kemudian menentukan apakah pantulan tersebut termasuk gaung atau gema.

Jika ingin mengetahui perbedaan jenis pantulan tersebut, Anda bisa mempraktekkannya langsung. Anda bisa berteriak di dalam ruangan kosong untuk mengetahui gaung dan berteriak di dekat tebing untuk mengetahui gema. Dengan praktik secara langsung perbedaan gaung dan gema akan semakin jelas.

Comments

comments