Fixed and Growth Mindset

Pola Pikir manusia (Mindset) memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap kehidupan. Pola pikir yang tepat dapat membuat anda meraih potensi maksimal sedangkan pola pikir yang salah dapat menghancurkan kehidupan. Semua hal dalam kehidupan ini tergantung dari cara pandang kita. Kali ini kita akan membahas tentang pola pikir yang saling  bertolak belakang yaitu fixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir bertumbuh).

Dalam penelitiannya, Carol Dweck, penulis buku psikologi terkemuka Mindset: The New Psychology of Success, Manusia memiliki kepercayaan dasar tentang bagaimana kita melihat dan mempercayai karakter pribadi kita. Sebuah pola pikir tetap (selanjutnya akan disebut: Fixed Mindset) mempercayai bahwa karakter, kecerdasan, kemampuan dan kreativitas adalah sebuah bawaan / bakat yang tetap yang tidak bisa diganti. Disisi lain, pola pikir bertumbuh (selanjutnya akan disebut: Growth Mindset) mempercayai kegagalan bukanlah sebuah bukti bahwa seseorang tidak cerdas, namun merupakan sebuah tantangan untuk berkembang dan meningkatkan kemampuannya. Dua pola pikir ini berpengaruh sangat besar terhadap kesuksesan maupun kegagalan seseorang dibidang kerja, hobby, personal dan sangat mempengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang.

Diagram Perbedaan Fixed Mindset dan Growth Mindset

Definisi

Konsekuensi dari mempercayai bahwa kecerdasan dan kepribadian seseorang dapat dikembangkan dibandingkan sesuatu yang tidak bisa diubah sangat besar. Dweck mengungkapkan:

Selama dua puluh tahun, penelitian saya menunjukkan bahwa bagaimana kepercayaan anda terhadap diri anda dapat mengarahkan hidup anda. Hal tersebut dapat menentukan apakah anda menjadi orang yang anda inginkan dan apakah anda dapat mencapai hal – hal yang anda impikan. Bagaimana hal ini terjadi? Bagaimana kepercayaan dapat mengubah psikologi dan kehidupan anda?

Mempercayai bahwa kemampuan dan bakat anda sudah terukir di batu – fixed mindset, membuat anda merasa penting untuk terus menerus membuktikan diri. Jika anda percaya bahwa anda hanya punya tingkat kecerdasan ‘tertentu’ anda ingin menunjukkan bahwa anda mempunyai kecerdasan yang lebih tinggi dari itu.

Saya melihat banyak sekali orang yang ingin membuktikan dirinya – didalam kelas, di karier, dihubungan pribadi. Di setiap kesempatan mereka ingin meyakinkan kecerdasan, kepribadian dan karakter mereka. Setiap situasi selalu dievaluasi: apakah aku akan berhasil atau gagal? Apakah aku terlihat cerdas atau bodoh? Apakah aku akan diterima atau ditolak? Apa aku akan menjadi pemenang atau pecundang?

Ada pola pikir lain yang tidak menganggap kecerdasan, kepribadian dan karakter adalah sesuatu yang tetap, atau selalu meyakinkan diri sendiri dan orang lain bawah ia memiliki kartu As walaupun kartunya hanya bernilai tujuh. Growth Mindset menganggap kualitas dasar ini dapat dikembangkan dengan usaha. Walaupun setiap orang memiliki talenta bawaan, semua orang dapat mengembangkan lewat pengalaman.

Apakah orang dengan growth mindset menganggap semua orang dapat menjadi apapun, orang yang penuh motivasi dan pendidikan dapat menjadi Einstein atau Beethoven? Tidak, namun mereka percaya potensi maksimal tiap orang masih belum diketahui, sehingga mustahil untuk melihat apa yang dapat dilakukan seseorang dengan penuh semangat, pelatihan dan pantang menyerah.

Pembuktian v Pertumbuhan

Man-in-Mirror

Pada inti Growth Mindset, orang penuh semangat untuk belajar, bukan untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Mereka menganggap kecerdasan dan kretivitas, bahkan cinta dan persahabatan, dapat dikembangkan lewat usaha dan latihan dengan sungguh. Kegagalan tidak membuat mereka patah arang, bahkan mereka menganggapnya sebagai pelajaran. Dweck menjelaskan:

Mengapa menghabiskan waktu untuk berkali kali membuktikan betapa hebatnya anda, ketika anda bisa menjadi lebih hebat? Mengapa menyembunyikan kelemahan ketika dapat mengalahkannya? Mengapa mencari teman yang hanya menaikkan rasa percaya diri anda ketika dapat mencari seseorang yang dapat menantang anda untuk bertumbuh? Dan mengapa mencari yang sudah dicoba danbenar, ketika ada pengalaman yang dapat mengembangkan anda? Semangat untuk mengembangkan diri anda dan ketika itu tidak berjalan dengan lancar, adalah tanda pola pikir yang bertumbuh (growth mindset). Pola pikir ini membuat orang maju disaat masa – masa paling menantang dalam hidupnya.

Ide ini bukanlah ide yang benar – benar baru. Namun ini bukan semata mata “Anda bisa melakukan apapun!”. Namun lebih ke bagaimana pola pikir manusia dapat diprogram ulang.

Kesuksesan

Runner crossing finish line

Dweck mengutip dari peneliti kreativias, bawah sifat terpenting untuk suatu pencapaian kreatif adalah pantang menyerah dan bertahan ketika menghadapi kegagalan.

Ketika anda memasuki suatu pola pikir, anda memasuki dunia baru. Di dunia fixed mindset – kesuksesan adalah tentang membuktikan bahwa anda cerdas dan berbakat. Memvalidasi diri anda sendiri. Sebaliknya di dunia growth mindset – semuanya tentang bagaimana mengembangkan diri anda untuk belajar sesuatu yang baru. Mengembangkan diri.

Kegagalan

Businessman sitting on concrete steps with head in hands

Di dunia fixed mindset, kegagalan adalah sebuah kemunduran. Mendapatkan nilai yang jelek. Kalah dalam perlombaan. Dipecat. Ditolak. Semua itu artinya anda tidak cukup cerdas atau bertalenta. Di dunia lainnya, kegagalan adalah sebuah tanda kurangnya pertumbuhan. Tidak mencapai potensi maksimal anda.

Usaha

usaha perjuangan

Dalam dunia fixed mindset, usaha adalah hal yang buruk, seperti kegagalan, artinya anda tidak cukup cerdas atau bertalenta. Jika anda cerdas, anda tidak akan berusaha terlalu keras untuk mencapai sesuatu. Sedangkan pemilik growth mindset beranggapan usaha yang membuat anda menjadi cerdas dan bertalenta.

Tantangan

Schoollokaal van een lagere school. Lerares en leerling staan bij Aap Noot Mies bord (een vergroot leesplankje), kinderen in bankjes kijken toe. 1968.

Pada sebuah penelitian pada anak berumur empat tahun, peneliti menawarkan puzzle yang mudah. Setelah mereka menyelesaikan puzzle tersebut, mereka menawarkan mereka untuk mengulan puzzle yang mudah tersebut atau mencoba puzzle yang lebih sulit. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada usia dini pun sudah terlihat mana pola pikir anak yang tetap mana yang bertumbuh.

Mereka yang berpola pikir tetap / “fixed” tetap pada sisi aman, memilih puzzle yang mudah untuk menunjukkan kemampuan mereka, mereka tidak melakukan kesalahan. Mereka yang berpola pikir berkembang / “growth” merasa aneh mengapa orang mau melakukan puzzle yang sama berulang – ulang karena mereka tidak mempelajari sesuatu yang baru.

Dengan kata lain anak dengan fixed mindset ingin memastikan kesuksesan mereka supaya “terlihat cerdas” karena tidak melakukan kesalahan, sedangkan anak dengan growth mindset ingin mengembangkan dirinya dan tidak takut gagal, karena sukses bagi mereka adalah menjadi semakin cerdas.

Kritik

murid mengangkat tangan

Seorang gadis kelas tujuh mengatakan:

Saya pikir kecerdasan adalah sesuatu yang anda harus latih. Itu bukanlah sesuatu yang diberikan ke anda. Kebanyakan anak, jika mereka tidak yakin akan suatu jawaban, tidak akan menjawabnya. Namun aku tidak, aku akan mengangkat tangan, karena jika aku salah, aku tau jawabanku akan dikoreksi. Atau aku akan mengangkat tangan dan bertanya “bagaimana hal ini dipecahkan?” Dengan melakukan hal tersebut berulang – ulang akan menaikkan kecerdasan saya.

Studi mengatakan bahwa orang dengan fixed mindset hanya tertarik mendengar kritik yang sesuai dengan kemampuan mereka saat ini. Bahkan mereka tidak tertarik mendengar jawaban yang benar, ketika mereka menjawab dengan salah, karena mereka sudah menganggap itu sebuah kegagalan. Sebaliknya orang dengan growth mindset, mendengarkan dengan baik kritik dari orang lain, karena mereka beranggapan mungkin itu dapat memperluas pengetahuan mereka, entah jawaban mereka salah atau benar bukanlah sebuah masalah.

Pujian

pujian

Pujian dapat mengarahkan seseorang ke suatu pola pikir tertentu. Peneliti melakukan percobaan terhadap anak dengan hasil tes yang sama, yang satu dipuji dengan

“Kamu hebat sekali, kamu dapat nilai 90. Pasti kamu sangat cerdas dan berbakat dalam hal ini”

sendangkan kelompok lainnya dengan:

“Kamu hebat sekali, kamu dapat nilai 90. Pasti kamu berkerja dengan keras

Hasilnya cukup mengejutkan, siswa yang dipuji dengan pujian pertama lebih banyak yang menolak untuk soal yang lebih sulit. Mereka tidak mau memperlihatkan kelemahan dan ketidakmampuan mereka. Sebaliknya siswa yang dipuji dengan pujian kedua, 90% setuju untuk soal yang lebih sulit.

Studi ini menyimpulkan bahwa dengan pujian pertama, sukses berarti anda pintar, gagal berarti anda kurang pintar. sedangkan pujian kedua mengindikasi, kegagalan bukan berarti anda bodoh, namun anda harus bekerja lebih keras lagi.

 

Setelah mempelajari perbedaan antara fixed mindset dan growth mindset anda sekarang tahu bahwa untuk menjadi semakin cerdas, kreatif, atletik, sukses dan lainnya anda hanya perlu berfokus pada proses untuk menjadi semakin baik, bukan pada hasil yang terjadi saat ini. Tak perlu takut untuk terus bertumbuh dan menjadi semakin baik, tidak perlu takut apa hasilnya.

 

Referensi:

The two basic mindset that shape our life

Carol Dweck, Mindset: The New Psychology of Success

Comments

comments