Perbedaan Elektrolit Kuat dan Lemah

Elektrolit Kuat dan Lemah

Berdasarkan kuat-lemahnya daya hantar listrik, larutan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Larutan elektrolit kuat dan Larutan elektrolit lemah. Larutan elektrolit kuat yaitu larutan elektrolit yang mengalami ionisasi sempurna. Indikator pengamatan: lampu menyala terang dan timbul gelembung gas. Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang mengalami sedikit ionisasi (terion tidak sempurna). Indikator pengamatan: lampu tidak menyala atau menyala redup dan timbul gelembung gas pada elektrode.

Elektrolit KuatElektrolit Lemah
IonisasiDalam larutan terionisasi sempurnaDalam larutan terionisasi sempurna
Jumlah ion dalam larutansangat banyaksedikit
Daya hantar listrikkuatlemah
Derajat ionisasimendekati 1(α ≅ 1)kurang dari 1 (α < 1)
Contoh AsamHCl, HBr, HI, HNO3, HClO3, HClO4, dan H2SO4HF, HC2H3O2 (acetic acid), H2CO3 (carbonic acid), H3PO4 (phosphoric acid), dll
Contoh BasaNaOH, KOH, LiOH, Ba(OH)2, and Ca(OH)2NH3 (ammonia), C5H5N (pyridine), and dan beberapa lainnya, semuanya mengandung 'N'
GaramNaCl, KBr, MgCl2-

Definisi

Elektrolit adalah zat yang saat dilarutkan ke air, memecah menjadi kation (ion plus) dan anion (ion minus). Mereka terionisasi, bedanya Elektrolit kuat mengionisasi sepenuhnya (100%), sedangkan elektrolit lemah hanya sebagian (biasanya 1-10% saja). Artinya spesies utama dalam larutan elektrolit kuat adalah ion, sedangkan untuk elektrolit lemah adalah senyawa yang tidak terionisasi.

Kategori

Elektrolit kuat dapat ditemukan di tiga kategori yaitu asam kuat, basa kuat dan garam. sedangkan untuk Elektrolit lemah hanya ditemukan di asam lemah dan basa lemah.

Menentukan Elektrolit

Ahli kimia harus mampu melihat formula seperi HCl atau NaOH, dan dengan cepat mengetahui mereka tergolong di klasisifikasi mana. Karena penting mengetahui mereka sedang bekerja dan ion atau senyawa.

Contohnya ketika membuka botol berlabel “NaCN” (Garam), mereka mengandung Na+ dan CN-, sedangkan botol berlabel “HCN” (asam lemah) mengandung H+ dan CN-.

Perbedaan saat membuka keduanya adalah hidup dan mati. HCN atau Hidrogen Sianida, merupakan gas bercaun, sedangkan ion CN- (dalam NaCN), bukanlah gas, hanya bisa tersalurkan di benda padat ataupun cair. Tapi bagaimanapun juga, ion CN- adalah bercaun. (Zat ini mengunci Fe3+ di hemoglobin yang menyebabkan otak akan kekurangan oksigen.). Sianida terdapat dikedua botol tersebut, baik tersalurkan dalam bentuk CN- maupun HCN, keduanya sama – sama mematikan.

6 langkah untuk menentukan kategori:

  1. Apakah formula termasuk 1 dari 7 asam kuat?
  2. Apakah formula ini termasuk dalam bentuk Metal(OH)n? Jika ya, itu adalah basa kuat.
  3. Apakah formula ini termasuk dalam bentuk Metal(X)n? Jika ya, itu adalah garam.
  4. Apakah formula ini dimulai dengan “H” Jika iya mungkin itu asam lemah
  5. Apakah terdapat atom Nitrogren? Jika ya mungkin basa lemah
  6. Tidak ada ke-5 tanda diatas? Kemungkinan besar itu adalah non-elektrolit.

Langkah agak membingungkan ketika memasuki langkah ke-4. Untuk memastikan formula ini adalah asam lemah / basa lemah anda harus tau formula molekulnya, terutama jika senyawa mengandung unsur karbon.

Referensi:

 

Comments

comments