Perbedaan Efektif dan Efisien

Efektif dan Efisien

Pada sebuah perusahaan / bisnis kata efektif dan efisien sering kali dipakai. Kedua kata ini dipakai untuk mengukur kinerja, apakah efektif, apakah efisien, begitu biasanya orang bertanya. Keduanya mungkin terdengar mirip, namun sebenarnya efektif dan efisien memiliki arti yang berbeda, dan kedua sering dipakai saling bertukar. Berikut kami jelaskan perbedaan antara dua kata tersebut.

EfektifEfisien
ArtiMelakukan suatu tugas, kemudian mencapai target dan menyelesaikannya.Melakukan suatu tugas dengan optimal, contohnya dengan cara yang paling cepat / murah.
Meperhatikan HasilYaYa
Memperhatikan UsahaTIdakYa
Memperhatikan ProsesTidakYa
Memperhatikan waktuTidakYa

Arti kata

Efektif berarti mengerjakan sesuatu dengan benar – dan mencapai target yang dikehendaki. Sedangkan Efisien berarti mengerjakan sesuatu dengan rasio terbaik antra hasil dan sumber daya.

Idealnya semua orang / perusahaan ingin sekaligus efektif dan efisien. Namun keduanya tidak selalu berjalan bersama, kadang bisa efektif namun tidak efisien, atau efisien tapi tidak efektif, atau lebih parah lagi tidak efisien dan tidak efektif.

Contohnya, diberikan tugas membunuh serangga dalam sebuah rumah.

1. Efektif , tapi tidak efisien

Anda bisa mengebom, atau membakar isi rumahnya supaya semua serangga disana mati. Efektif? Ya. Mengapa demikian? karena tugas untuk membuh semua serangga terpenuhi. Semua serangga mati dalam sekejap mata. Efisien? Tidak. Membeli sebuah bom, atau membakar rumah, membutuhkan biaya yang besar, apalagi setelah itu rumah yang harganya mahal juga hancur. Untuk membunuh serangga dibutuhkan uang ratusan juta hingga milyaran rupiah tentu sangat mahal. Itu tidak efektif.

2. Efisien, tapi tidak efektif

Ada membeli racun murahan. Harganya cuma 50ribu rupiah. Kemudian jebakan ini anda pasang dan banyak sekali serangga yang memakannya. Tapi kok tidak semuanya mati? Ada yang makan langsung mati, ada yang butuh beberapa hari, ada yang setengah mati hingga akhirnya mati terinjak kaki anda. Tapi bolehlah karena racun ini murah. Efisien? Tentu saja. Dengan hanya 50 ribu dan waktu memasang yang singkat 70% dari serangga dirumah mati. Efektif? Tidak terlalu. Karena masih ada beberapa serangga yang hidup, dan beberapa butuh beberapa hari baru mati.

3. Tidak efektif dan tidak efisien

Anda membawa batu, mencari semua serangga yang kelihatan kemudian anda pukul. Mereka mati dalam sekali pukulan. Efektif? Tidak. Banyak serangga yang masih hidup. Mereka bersembunyi di celah2 perabotan tapi tidak bisa anda pukul. Ketika anda pergi mereka muncul lagi. Tugas tidak terlaksana. Efisien? Tidak. Batu memang murah, tidak butuh membelinya hanya perlu mencari di taman. Tapi anda seharian berkeliling – keliling mencari serangga. Menghabiskan waktu berhari – hari untuk menghabisi serangga.

4. Efektif dan Efisien

Anda menelpon tukang serangga langganan anda. Mereka datang dalam beberapa jam semua serangga mati tak berbekas. Efektif? Ya. Semua serangga mati tak berbekas. Efisien? Ya. Memang anda membayar pembasmi serangga. Namun, anda tidak menghabiskan waktu dan uang yang banyak, alhi serangga tau persis bagian mana yang harus disemprot, bagian mana yang harus dijaga, mereka dapat bergerak secara cepat dan benar karena setiap hari mereka belajar untuk membasmi serangga.

Contoh singkat lainnya anda ingin membeli mobil yang cepat:

Mobil A cepat sekali, dalam 3 detik bisa mencapai 100km/jam. Tapi bahan bakarnya 1 liter hanya untuk 3 km.

Efektif? Sangat efektif.  Efisien? Tidak terlalu.

Mobil B cukup cepat, dalam 6 detik bisa mencapai 100km/jam. Tapi bahan bakarnya 1 liter bisa untuk 10 km.

Efektif? Cukup Efisien? Tentu saja.

Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi

Semua tentu ingin meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Namun bagaimana caranya?

Untuk meningkatkan efektifitas, kita perlu berfokus untuk mencapai target. Apa saja yang bisa dilakukan supaya target tercapai? Apakah ini bisa? Anda harus memikirkan semua cara supaya target dapat dipenuhi.

Contoh: Karyawan mengerjakan 80 benda dalam jam kerja. Padahal target produksi 100 benda? Bagaimana cara untuk memenuhi target? Karyawan diajak kerja lembur. Menambah jumlah karyawan. Mengajari karyawan supaya bekerja lebih cepat. Banyak sekali yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, namun tidak semua cara itu efisien.

Sedangkan untuk menginkatkan efisiensi, biasanya perlu dipikirkan cara – cara baru, terutama sesuatu yang mengurangi biaya, tenaga dan waktu. Dimulai dari usaha yang telah dilakukan yang menghabiskan banyak biaya, tenaga atau waktu, jika hal tersebut dikurangi, apakah hasilnya menurun jauh. Jika ternyata tidak, kurangi saja.

Contohnya: bagaimana supaya menigkatkan efisiensi kerja karyawan? Periksa dulu biaya / tenaga terbesar yang dikeluarkan karyawan saat kapan? Oh ternyata saat lembur. Ketika lembur karyawan mendapatkan uang lebih banyak, tapi sebenarnya energi mereka sudah habis, terlalu capek. Jika mereka tidak boleh lembur, apakah hasil pekerjaan mereka akan menurun banyak? Jika tidak jangan menganjurkan karyawan untuk lembur. Dengan kerja 8 jam hasilnya 80 benda. Kerja lembur 4 jam hanya menambah 15 benda. Jika begitu artinya lembur = tidak efisien.

Video perbedaan Efektif dan Efisien

Referensi:

 

Comments

comments