Perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2

Diabetes Tipe 1 dan 2

Diabetes mempengaruhi lebih dari 29 juta orang di United States, dan 1 dari 4 di antara yang terpengaruh tersebut tidak sadar mereka memiliki diabetes. Diabetes tipe 1 biasa didiagnosa pada orang yang lebih muda dan muncul ketika tubuh tidak bisa memproduksi cukup insulin. Diabetes tipe, tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang diproduksi. Penyakit ini, sering berkaitan dengan obesitas, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, dan genetika, adalah yang paling sering didiagnosa pada orang dewasa, tetapi angka insidensi naik di antara remaja di Amerika.

Tabel Perbandingan

Diabetes Tipe 1Diabetes Tipe 2
DefinisiSel Beta pada pankreas diserang oleh sel tubuh sendiri dan karenanya tidak bisa memproduksi insulin untuk mengeluarkan gula dari aliran darah. Insulin tidak diproduksi.Diet terkait pelepasan insulin sangat besar dan sering sehingga sel reseptop menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Resistansi insulin ini mengakibatkan sedikit gula dibuang dari darah.
DiagnosisGenetika, lingkungan dan faktor auto-imun, idiopatikGenetika, obesitas (adiposa pusat), ketidakaktifan fisik, berat lahir tinggi/ rendah, GDM, pertumbuhan plasental kurang baik, sindrom metabolik
Tanda-tanda PeringatanLebih mudah haus dan buang air kecil, lapar konstan, penurunan berat badan, penglihatan kabur, kelelahan ekstrim, glikosuriaPerasaan capai atau sakit, sering buang air kecil (khususnya malam hari), perasaan haus yang tidak wajar, penurunan berat badan, penglihatan kabur, infeksi yang sering dan penyembuhan luka yang lama, asimptomatik.
Kelompok Penderita pada UmumnyaAnak-anak/ remajaOrang dewasa, orang tua, beberapa kelompok etnik tertentu.
Grup etnik yang rentanSemuaLebih umum pada Afrika Amerika, Latin/ Hispanik, Amerika asli, Asia, atau penduduk pulau Pasifik.
Efek TubuhDipercaya dipicu penghancuran auto imun sel beta; penyerangan auto imun bisa terjadi mengikuti infeksi viral seperti gondok, rubells cytomegalovirusMuncul berkaitan dengan usia, gaya hidup yang tidak banyak begerak, pengaruh genetika, tetapi kebanyakan karena obesitas.
Sifat fisik umum yang ditemukanKebanyakan normal atau kurusKebanyakan kegemukan atau obesitas.
Anda memiliki ini ketikaTubuh anda memproduksi insulin terlalu sedikit atau tidak sama sekaliTubuh anda masih bisa memproduksi insulin tetapi tidak menggunakannya semestinya (resistansi insulin)
Estimasi persentasi terjadi5% - 10% dari 171 juta orang yang terkena diabetes pada 200090% - 95% dari total kasus. Meskipun proyeksi jumlah dari orang amerika yang memiliki diabetes tipe II pada tahun 2030 akan melipatganda dari 171 juta menjadi 366 juta kasus.
Kelompok umur yang terkenaAntara 5 – 25 (angka maksimum pada kelompok umur ini; Tipe 1 bisa mempengaruhi umur berapa saja)Sampai sekarang, tipe diabetes satu-satunya yang umum pada anak-anak adalah diabetes tipe 1, kebanyakan anak-anak yang memiliki diabetes tipe 2 memiliki riwaya keluarga diabetes, kelebihan berat badan, dan sangat tidak aktif secara fisik. Biasanya berkembang saat puber.
Saluran glukosa/ reseptorMembuka dan menyerap glukosa ke dalam sel untuk digunakan oleh proses setelah induksi insulinTidak bisa membuka dan menyerap glukosa, karenanya glukosa tidak bisa digunakan oleh proses; hasilnya glukosa bertahan di aliran darah.
PenyembuhanTidak adaTidak ada penyembuhan untuk diabetes tipe 2, meskipun kadang operasi perut dan atau perawatan medikasi/ gaya hidup bisa menghasilkan keringanan. Latihan fisik, pengurangan berat badan dan diet kontrol disarankan.
PenangananInjeksi insulin, program diet, check up level gula darah berkala, latihan harian. Tujuan: glukosa optimal, mencegah/ mengatasi komplikasi kronis, meningkatkan kesehatan dengan makanan/PA, kebutuhan nutrisi individualDiet, latiah, pengurangan berat badan, dan banyak medikasi kasus. Injeksi insulin bisa juga digunakan, SMBG
Permulaan gejalaCepat (mingguan) – sering muncul secara akut dengan ketoasidosisLambat (tahunan)

Apa yang Menyebabkan Diabetes?

Diabetes merupakan penyakit dimana tubuh tiba bisa menyimpan dan menggunakan bahan bakar untuk energi secara benar. Bahan bakar yang dibutuhkan tubuh disebut glukosa. Glukosa berasal dari makanan seperti roti, sereal, pasta, nasi, kentang, buah, dan beberapa sayuran. Untuk menggunakan glukosa, tubuh memerlukan insulin. Insulin dibuat oleh organ kelenjar yang disebut pankreas.

Ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin, hal itu menyebabkan kelebihan glukosa darah (gula). Ketika level glukosa tubuh terlalu tinggi, hal itu menjadi kondisi kronis yang dikenal sebagai diabetes.

Diabetes muncul ketika tubuh:

  1. Tiba-tiba memproduksi sedikit insulin atau tidak sama sekali. Ini disebut diabetes tipe 1, yang biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja; namun, tipe 1 bisa terjadi kapan saja dalam hidup seseorang.
  2. Secara bertahap menjadi kebal terhadap insulin yang diproduksinya. Ini disebut diabetes tipe 2, dan merupakan tipe diabetes yang paling umum, utamanya mempengaruhi orang dewasa lebih dari 40 tahun yang memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 2.

Tipe 1 (alias, permulaan remaja atau ketergantungan insulin) diabetes terjadi karena virus atau kelainan autoimun dimana tubuh tidak mengenali suatu organ sebagai bagiannya dan menyerang organ itu. Secara pasti, sistem imun tubuh tersebut menghancurkan sel tertentu pada pankreas. Sel ini disebut sel beta dan mereka memproduksi insulin, suatu hormon yang mendorong sel untuk menyerap glukosa, karena kelainan ini, tubuh berhenti memproduksi insulin.

Diabetes yang paling umum, tipe 2, dikenak sebagai permulaan dewasa atau diabetes non ketergantungan insulin. Biasa sangat berkaitan dengan genetika, obesitas, dan ketidakaktifan secara fisik. Pada diabetes tipe 2, produksi insulin sangat rendah atau sel menjadi kebal terhadap hormon, intinya mengabaikannya. Hal ini berarti level insulin bisa rendah, tinggi, atau norma, dan mungkin bahkan berfluktuasi jika diabetes tidak ditangani dengan hati-hati.

Diabetes Tipe 1Diabetes Tipe 2
OnsetTiba-tibaBertahap
Umur saat OnsetUmur berapa saja (kebanyakan muda)Kebanyakan saat dewasa
Bentuk TubuhKurus atau normalSeringnya kelebihan berat badan
KetoasidosisUmumLangka
AutoantibodiBiasanya ada Tidak ada
Insulin EndogenRendah atau tidak adaNormal, berkurang atau naik
Korkordansi terhadap Kembaran50%90%
PrevalensiKurang lazimLebih lazim – 90% sampai 95% diabetes U.S.

Siapa Yang Menggunakan Insulin?

Karena orang dengan diabetes tipe 1 tidak bisa memproduksi cukup atau sama sekali insulin, mereka perlu untuk memakai insulin setiap hari. Ini mengapa diabetes tipe 1 dikenal sebagai diabetes bergantung insulin.

Orang dengan diabetes tipe 2 boleh atau boleh tidak menggunakan insulin sebagaimana pankreas masi bisa memproduksi insulin yang diatur melalui perubahan gaya hidup (contohnya diet dan latihan). Dengan demikian, diabetes tipe 2 dikenal sebagai diabetes tidak bergantung insulin. Sementara beberapa penderita diabetes tipe 2 mampu menghindari kebutuhan akan insulin selama dekade atau bahan sepanjang hidup, diabetes tipe 2 merupakan penyakit progresif yang berarti memburuk seiring waktu pada kebanyakan individu. Karena hal ini, penderita diabetes tipe 2 mungkin membutuhkan insulin dan pengobatan lain kemudian dalam hidup mereka atau jika mereka tidak hati-hati mengatur diet dan latihan.

Apa yang Dilakukan Insulin

Pankreas memproduksi dan mensekresi insulin, hormon yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Insulin juga membantu menyimpen gizi sebagai kelebihan energi sehingga bisa dipake oleh tubuh lain waktu. Ketika seseorang makan, insulin melepas glukosa darah ke sel-sel tubuh dimana menjadi sumber energi untuk membentuk protein, gula, dan lemak. Antara makanan, insulin mengatur penggunaan protein, gula, dan lemak, yang tersimpan oleh tubuh ini. Otak menerima sinyal insulin untuk mengurangi atau menghentikan nafsu makan. Insulin juga memberitahu hipotalamus untuk mencegah hati  dari kelebihan produksi glukosa. Resistansi insulin mennyebabkan kelebihan pengeluaran asam lemak, kondisi negative yang sering terlihat pada diabetes terkait obesitas.

Dengan level insulin yang rendah, level glukosa darah (gula) naik atau turun melebihi jarak normal; level fluktuasi biasanya umum pada diabetes tipe 2. Tanpa insulin tubuh tidak bisa memetabolisasi gula. Alih-alih sel-sel hancur, gula bertahan dalam darah dan menyebabkan dua masalah utama: menyebabkan sel lapar akan energi, memungkinkan merusak mereka secara permanen, dan bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada mata (contohnya glukoma), ginjal, sel saraf, dan jantung. Level glukosa darah tinggi yang ditangani bisa akhirnya menyebabkan kematian.

Faktor Risko: Siapa yang Terkena?

Hanya sekitar 5% sampai 10% dari kasus diabetes yang didiagnosa adalah tipe 1. Penyakit ini biasanya didiagnosa pada anak-anak dan remaja, meskipun secara teknis bisa menyerang pada umur berapa saja. Ilmuwan tidak mengetahui dengan pasti penyebab diabetes tipe 1 tetapi mengira penyakit ini meliputi kombinasi faktor genetika, lingkungan, dan autoimun.

Orang yang kelebihan berat badan yang tidak latihan, lebih dari 30, dan/ atau memiliki keluarga dektar yang memiliki diabetes tipe 2, memiliki risiko yang sangat tinggi mengalami diabetes tipe 2. Grup etnis dengan resiko tinggi termasuk Afrika Amerika, Latin dan Hispanik, Amerika Asli, Alaska Asli, Asia, dan penduduk Pulau di Pasifik.

Orang lebih mudah terkena diabetes jika mereka merokok, memiliki tekanan darah tinggi atau kolestrol, atau, pada wanita, jika mereka memiliki diabetes gestational atau melahirkan baby yang beratnya lebih dari 9 pon. Test risiko diabetes gratis disediakan oleh Diabetes.org dan hanya membutuhkan beberapa menit untuk selesai.

 

Gejala Diabetes Tipe 1 vs Tipe 2

Gejala diabetes tipe 1 termasuk meningkatnya haus dan buang air kecil, lapar berketerusan, pengurangan berat badan, penglihatan kabur, dan kelelahan yang sangat.

Gejala tipe 2 muncul secara bertahap dan lebih halus dari yang terlihat pada tipe 1. Hal ini membuat menangkap onset pada diabetes tipe 2 lebih susah untuk dikenali untuk penanganan awal. Gejalanya termasuk pengurangan berat badan yang tidak terduga, penglihatan kabur, perasaan capai atau sakit lebih sering, lebih sering buang air kecil (khususnya saat malam). Tingkat kehausan yang lebih tinggi, infeksi yang lebih sering dan penyembuhan luka dan goresan yang lebih lambat.

Perawatan

  • Penderita diabetes tipe 1 perlu untuk mengambil injeksi insulin teratur untuk memindahkan gula dari aliran darah.
  • Penderita diabetes bisa menggunakan manajemen berat, diet, dan latihan, dan – pada banyak kasus – pengobatan sebagai penanganan. Ada kalanya, khususnya kemudian hari, seseorang dengan tipe 2 bisa ditempatkan pada insulin untuk gula darah kontrol yang lebih baik.

Ada beberapa bukti ilmiah bahwa diabetes tipe 2 bisa dibalik dengan pola diet ketat. Khususnya, “Newcatle diet” ini merekomendasi mengurangi pemasukan kalori sampe 800 kalori selama 8 minggu. Ilmuwan yang belajar diet ini menemukan bahwa diabetes tipe 2 disebabkan oleh penyumbatan lemak pada pankreas, mencegahnya memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol level gula darah. Ketika tubuh lapar, tubuh menggunakan lemak pada pankreas. Diet 800 kalori harian meliputi baik tiga 200g suplemen makanan cari dari sup dan shake, dan 200g sayur tanpa tepung atau makanan rendah kalori setara 800g yang lebih enak yang kamu takar sendiri, ditambah 2-3 liter air. Setelah 8 minggu “kelaparan”, pemasukan kalori bisa naik tapi hanya maksimum 2/3 dari level prediagnosis. Latihan dan diet terus-menerus diperlukan untuk menjaga kesehatan level glukosa darah.

 Kesamaan

Orang dengan diabetes tipe 1 dan 2 mengalami banyak gejala yang sama. Mereka juga harus menjaga ketat jumlah gula di dalam darah mereka. Juga sangat penting untuk orang dengan tipe 1 dan 2 untuk tetap berhubungan dengan ahli diabetes (endocrinologist). Ahli-ahli ini berkeja dengan pekerja profesional lain (pengajar perawat diabetes, pengajar ahli diet, dll) untuk memberi pasien perawatan terbaik yang memungkinkan. Orang dengan diabetes harus mengunjungi tim penanganan mereka setidaknya sekali tiap tiga bulan.

 Statistik

Suatu studi diterbitkan pada Mei 2014 menemukan bahwa dari 2001 sampai 2009, kelaziman diabetes tipe 1 naik 21%, tipe 2 naik 30%, di antara anak-anak dan remaja di U.S.

Satu bulan kemudian, pada Juni 2014, CDC mengeluarkan statistik diabetes dan pre-diabetes terbaru. Highlight-nya diberikan, tetapi untuk informasi lebih lanjut lihat infografis berikut (seluruh angka yang berkaitan dengan United States):

  • 29 juta orang memiliki diabetes, 8 juta (1 dari 4) di antaranya tidak terdiagnosa.
  • 86 juta orang – lebih dari 1/3 populasi – memiliki level gula cukup tinggi untuk menunjukkan pre-diabetes. 90% dari orang-orang ini tidak tahu mereka memiliki pre-diabetes.
  • Tanpa pengurangan berat bada dan aktifitas fisik, 15% sampai 30% di antaranya akan menjadi diabetes dalam 5 tahun.
  • Risiko kematian untuk orang dengan diabetes dua kali dari orang tanpa diabetes. Mereka juga memiliki risiko lebih untuk masalah kesehatan serius seperti kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, dan kehilangan jari kaki dan kaki.
  • Lebih dari 18000 remaja didiagnosa dengan diabetes tipe 1 setiap tahun.
  • Lebih dari 5000 remaja didiagnosa dengan tipe 2 setiap tahun.
  • 5% dari semua kasus diabetes yang didiagnosa pada orang dewasa tiap tahun adalah diabetes tipe 1.
  • Kelebihan berat badan dan menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak merupakan faktor risiko paling besar untuk diabetes. Orang dewasa bisa kehilangan berat dan menjalankan aktivitas fisik sedang bisa secara signifikan meningkatkan kemungkinan mencegah atau menunda onset diabetes.

 

Referensi:

Comments

comments