Perbedaan Candi Hindu dan Budha

Candi Hindu dan Budha

Candi merupakan suatu bangunan bersejarah yang dibangun sebagai simbol budaya, agama, dan peradaban pada masa itu.  Indonesia sendiri memiliki banyak bangunan candi, baik candi Hindu maupun candi Budha yang tersebar di hampir seluruh Pulau Jawa dan Bali. Umumnya candi digunakan oleh masyarakat pada masa itu sebagai tempat pemujaan dewa dan dewi umat Hindu atau Budha. Selain menjadi tempat ibadah, beberapa candi yang tidak dilengkapi dengan simbol-simbol agama juga tetap dinamakan candi. Misalnya saja candi-candi yang ternyata difungsikan sebagai tempat pemandian, istana, gapura, dan lain sebagainya.

Arsitektur bangunan candi dirancang dengan sentuhan seni yang tinggi. Tak heran jika hasilnya begitu luar biasa dan membuat siapapun yang melihatnya saat ini berdecak kagum. Lihat saja bagian orneman ukiran dan seni pahantnya. Dari segi ornamen saja kita bisa membayangkan bahwa pada masa itu, kerajaan Hindu dan Budha memiliki para arsitek dengan ilmu arsitektur yang tinggi. Kemudian dilihat dari segi relief yang biasa terdapat pada bangunan candi juga membuktikan bahwa pada masa itu keindahan seni telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan kerajaan.

Lantas, apa perbedaan antara candi Hindu dan Budha? Informasi lengkapnya bisa Anda simak berikut ini:

Candi HinduCandi Budha
FungsiCandi Hindu umumya berfungsi sebagai makam para raja Hindu yang pernah berkuasa. Abu jenazah para raja dimakamkan di candi.Candi Budha memiliki fungsi sebagai tempat ibadah atau tempat pemujaan para dewa bagi keluarga kerajaan dan masyarakat di zaman itu.
StrukturSebagian besar bangunan candi Hindu umumnya terdiri dari 3 bagian, yaitu bhurloka (bagian dasar candi yang menyimbolkan dunia fana), bhurvaloka (tubuh candi yang menyimbolkan dunia permurnian), dan svarloka (bagian atas/ atap candi yang menyimbolkan dunia para dewa).Sebagian besar bangunan candi Budha terdiri dari 3 bagian, yaitu Kamadhatu (bagian dasar candi yang menyimbolkan manusia yang identik dengan penuh dosa), Rupadhatu (bagian tengah candi yang menyimbolkan kehidupan manusia di dunia fana yang penuh dengan nafsu), dan Arupadhatu (bagian atas candi yang menyimbolkan manusia yang telah mencapai nirwana).
Bentuk Puncak CandiBagian teratas atau puncak pada bangunan candi Hindu disebut Ratna yang bentuknya meruncing.Bagian teratas atau puncak pada bangunan candi Bundha disebut Stupa yang bentuknya tambun.
Arca CandiSebagian besar bangunan candi Hindu biasanya dihiasi dengan arca-arca 3 dewa utama dalam kepercayaan Hindu (trimurti). Ketiga dewa utama tersebut adalah Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa.Sebagian besar bangunan candi Budha dihiasi dengan arca-arca Budha seperti arca kelompok Dyani Bodhisatwa dan kelompok Dyani Budha.
Bentuk Bangunan CandiCandi-candi Hindu memiliki bentuk candi yang ramping.
Contoh: Candi Prambanan
Candi-candi Budha memiliki bentuk bangunan candi yang tambun dan besar.
Contoh: Candi Borobudur
Arah Pintu UtamaPada bangunan candi Hindu, pintu utama candi berada di arah Barat.Pada bangunan candi Budha, pintu utama candi berada di sebelah Timur.
Bahan Pembuatan CandiSebagian besar bangunan candi Hindu dibuat dari batu-batu merah yang tidak dibakar, bahkan ada beberapa candi yang dibuat dari batu bata biasa.Sebagian besar bangunan candi Budha dibuat dari batu andesit yang telah mengalami pemotongan secara rapi.
Atap CandiAtap candi-candi Hindu menunjukan adanya undakan yang biasanya terdiri dari 3 tingkat undakan.Atap candi-candi Budha umumnya hanya berupa satu tingkatan yang terdiri dari undakan-undakan berukuran kecil namun jumlahnya banyak dan membentuk satu kesatuan dengan bentuk lengkungan halus.
Bentuk Puncak secara UmumCandi-candi Hindu memiliki bentuk puncak Dagoba yang berbentuk tabung.Candi-candi Budha memiliki bentuk puncak kubus
Hiasan Relung dan Gawang Pintu pada CandiPada candi Hindu terdapat hiasan kepala Kala tengah yang terlihat menyeringai lengkap dengan bagian rahang bawah. Hiasan ini diletakan di bagian atas pintu. Pada pintu juga tidak terdapat Makara.Gawang pintu pada bangunan candi Budha umumnya berupa Gaya Kala Makara, yaitu kepala Kala dengan peringai mulut yang mengaga lebar namun tanpa rahang bagian bawah. Hiasan ini biasanya berada di atas pintu utama dan terhubung dengan Makara ganda.
Style Hiasan Relief pada CandiPada sebagian besar bangunan candi Hindu, hiasan relief terlihat lebih rendah dan teksturnya tidak terlalu menonjol. Gambar relief lebih mirip dengan tokoh-tokoh pewayangan Bali.Pada sebagian besar bangunan candi Budha, hiasan relief terlihat lebih tinggi serta bertekstur menonjol. Gambar relief dibuat dengan gaya natural.
Tata LetakUmumnya candi Hindu dibangun dengan tata letak yang asimetris dan linier sesuai dengan topografi wilayah setempat. Bangunan candi utama berada di belakang dan jauh dari pintu masuk. Bangunan candi utama juga biasanya dibangun di tanah yang paling tinggi di kawasan kompleks candi. Terdapat candi perwarayang terletak di depan bangunan candi utama.Umumnya bangunan candi Budha dibangun dengan tata letak mandala konsentris dan simetris. Bangunan candi utama terletak di bagian tengah kompleks candi dan bangunan utama ini dikelilingi oleh candi-candi kecil yang ditata rapi.

Kedatangan para pedagang, penjajah, dan penyerang ternyata turut mempengaruhi teknik konstruksi dan gaya arsitektur bangunan candi Hindu dan candi Budha. India, misalnya, memiliki pengaruh yang paling besar terutama dari segi gaya arsitektur candi (gaya arsitektur klasik). Selain India, terdapat dua budaya lainnya yang turut sedikit mengubah gaya arsitektur bangunan candi-candi Hindu dan Budha yang ada di Indonesia. Sebut saja Arab dan China. Sedang pengaruh dari bangsa-bangsa Eropa baru terlihat ketika memasuki abad ke-18 dan 19.

Candi-candi di Indonesia dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori candi dilihat dari latar belakang keagamaan dan candi dilhat dari hierarki dan ukuran. Kategori candi berdasarkan latar belakang keagamaan terbagi menjadi 4, yaitu:

  • Candi Hindu (Candi Prambanan, candi di kawasan Dieng, Candi Gebang, Candi Gedong Songo, Candi Cangkuang, dan Candi Penataran)
  • Candi Budha (Candi Borobudur, Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Sari, Candi Sumberawan, Candi Banyunibo, Candi Jabung, Candi Muara Takus, Candi Muara Jambi, dan Candi Biaro Bahal).
  • Candi Siwa-Budha (Candi Jawi)
  • Candi Sekuler/ Non-Religius (Candi Ratu Boko, Candi Tikus, dan Candi Wringin Lawang)

Referensi:

Comments

comments