Apa bedanya Bea dan Cukai

Bea dan Cukai

Istilah bea cukai sepertinya sudah menjadi istilah yang cukup sering didengar oleh banyak orang. Bea cukai mungkin terdengar lebih akrab bagi Anda yang kerap bepergian ke luar negeri atau bagi Anda yang terlibat dalam ekspor impor. Khalayak umum pun tak asing dengan istilah bea cukai yang kerap disebut-sebut dalam media massa. Akan tetap, banyak orang yang hanya pernah mendengar tanpa memahami lebih dalam mengenai perbedaan antara bea dan cukai. Beberapa orang tidak tahu sama sekali mengenai kedua istilah ini. Beberapa beranggapan bahwa bea dan cukai sama saja. Tidak ada salahnya untuk belajar lebih jauh mengenai pengertian kedua istilah ini sehingga Anda bisa memahami perbedaan di antara keduanya. Bea dan cukai merupakan dua istilah yang berbeda dan digunakan dengan tujuan yang berbeda pula.

BeaCukai
PengertianBea Masuk: pungutan terhadap barang impor
Bea Keluar: pungutan terhadap barang ekspor
Pungutan terhadap barang dengan kriteria tertentu
Fungsi- Mengurangi tingkat impor
- Menjamin ketersediaan bahan baku industri dalam negeri dan melindungi sumber daya alam
- Pemasukan negara
- Menekan konsumsi
- Pemasukan negara
Objek- Bea Masuk: barang impor
- Bea Keluar: beberapa barang ekspor
Rokok, minuman beralkohol, etil alkohol

Pengertian Bea

Pertama-tama, kita bisa mempelajari lebih dalam mengenai pengertian bea. Bea sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bea masuk dan bea keluar. Masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda. Pada dasarnya bea masuk dan bea keluar meruapkan pungutan yang dilakukan negara berdasarkan undang-undang pabean.

Bea Masuk

Bea masuk merupakan pungutan yang dilakukan oleh negara berdasarkan undang-undang pabean dan dikenakan pada barang-barang impor. Dengan kata lain, jika Anda mengimpor barang dari negara lain, Anda tidak hanya berkewajiban untuk membayar harga barang tersebut beserta ongkos kirimnya melainkan juga harus membayar pungutan pada negara yang berupa bea masuk tersebut. Besaran bea masuk yang dikenakan berbeda tergandung jenis barang yang diimpor.

Bea Keluar

Bea keluar merupakan pungutan yang dilakukan oleh negara berdasarkan undang-undang pabean dan dikenakan pada barang-barang ekspor. Bea keluar ini hanya dikenakan pada beberapa jenis barang ekspor. Barang-barang tersebut biasanya merupakan barang-barang yang menjadi kebutuhan di dalam negeri seperti minyak kelapa sawit (CPO), pasir besi, beberapa jenis kayu, rotan, dan lain sebagainya. Barang yang kena bea keluar biasanya merupakan produk mentah atau setengah jadi.

Fungsi Bea

Negara melakukan pungutan baik untuk barang ekspor maupun impor bukan tanpa tujuan sama sekali. Pungutan negara tersebut dilakukan karena ada tujuan khusus yang menaunginya. Salah satu tujuan pengenaan bea pada barang-barang tersebut adalah untuk mengurangi tingkat impor. Impor sudah menjadi transaksi antar negara yang penting, tetapi bukan berarti bahwa impor tidak membawa dampak buruk. Impor perlu diatur dan salah satu cara untuk mengatur impor ini adalah dengan mengenakan bea masuk. Setelah dikenakan bea masuk, barang yang dibeli dari luar negeri tersebut akan mempunyai harga beli yang lebih mahal. Harga yang lebih mahal akan memaksa orang untuk mengurangi daya beli terhadap barang tersebut terlebih jika padanan barang tersebut bisa ditemukan di dalam negeri. Impor tetap dilakukan apabila dalam negeri tidak menyediakan barang kebutuhan yang tersedia di luar negeri tersebut. Bea masuk dikenakan untuk melindungi produksi dalam negeri dari gempuran produk impor. Bea keluar dikenakan untuk melindungi sumber daya alam dalam negeri sekaligus menjamin ketersedian bahan baku berupa barang mentah untuk industri di dalam negeri.

Tujuan lain pengenaan bea pada barang-barang tersebut tak lain dan tak bukan adalah untuk pemasukan negara. Bea masuk yang dikenakan pada barang impor secara tidak langsung merupakan pajak tidak langsung yang akan masuk ke kas negara. Dengan kata lain, pungutan yang masuk ke kas negara tersebut nantinya akan digunakan untuk mendanai pembangunan yang dilakukan di Indonesia.

Pengertian Cukai

Selanjutnya, kita akan belajar lebih jauh mengenai cukai. Sebagaimana bea, cukai juga merupakan pungutan yang dilakukan oleh negara. Akan tetapi, ada sedikit perbedaan yang ditemukan dalam cukai jika dibandingkan dengan bea. Pungutan tersebut dikenakan pada barang-barang tertentu yang mempunyai karakteristik khusus sesuai dengan undang-undang cukai. Ada beberapa karakteristik yang menyebabkan barang tertentu terkena cukai. Cukai akan dikenakan pada barang yang perlu dikendalikan tingkat konsumsinya. Selain itu, cukai juga perlu dikenakan pada barang dengan peredaran yang perlu pengawasan. Barang tersebut juga perlu dikenai cukai jika pemaikaian barang tersebut akan menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan hidup maupun masyarakat. Cukai akan dikenakan pada barang yang pemakaiannya memerlukan pembebanan pungutan negara demi mewujudkan keseimbangan dan keadilan.

Kriteria tersebut menjadi dasar penentuan cukai. Negara tertentu bisa saja menentukan beberapa barang sesuai dengan kriteria tersebut untuk dikenakan cukai. Akan tetapi, barang yang sama bisa saja tidak dikenakan cukai di negara lain karena tidak memenuhi kriteria tersebut. Nah, ada beberapa barang yang dikenakan cukai di Indonesia. Barang yang pertama adalah rokok. Jika Anda membeli rokok, berarti Anda membayar cukai yang ditalangi terlebih dahulu oleh produsen rokok. Pita cukai yang ditemukan pada kemasan rokok merupakan bukti pelunasan cukai pada produk rokok tersebut. Barang lain yang dikenakan cukai di Indonesia adalah minuman beralkohol dan etil alkohol. Jika melihat kriteria barang yang dikenakan cukai, Anda mungkin cukup maklum mengapa rokok, minuman beralkohol, dan etil alkohol perlu dikenakan cukai oleh negara.

Fungsi Cukai

Dengan demikian, Anda sudah bisa menyimpulkan fungsi cukai itu sendiri. Fungsi yang dimiliki oleh cukai hampir sama dengan fungsi yang dimiliki oleh bea. Pertama-tama, cukai dikenakan dengan tujuan untuk mengurangi tingkat konsumsi. Ada wacana yang mengatakan bahwa pungutan cukai akan terus naik dari tahun ke tahun. Anda bisa membayangkan harga rokok di masa mendatang yang jauh lebih mahal dari harga yang tertera saat ini akibat cukai yang semakin lama semakin tinggi. Dengan harga yang tinggi, diharapkan bahwa konsumsi rokok bisa ditekan karena orang biasanya akan enggan membeli produk dengan harga yang sangat mahal. Pengurangan konsumsi barang-barang tersebut dilakukan tidak hanya dengan nilai cukai yang semakin meningkat dari tahun ke tahun melainkan juga dengan pengetatan aturan untuk produsen dan konsumen barang-barang tersebut.

Cukai tak berbeda dengan bea yang merupakan pungutan negara sehingga cukai tersebut nantinya juga akan disetorkan ke kas negara. Pemasukan negara dari cukai dan sumber pemasukan lain akan digunakan untuk membiayai segala rencana pembangunan negara.

Comments

comments