Apa bedanya Barang dan Jasa

Barang dan Jasa

Perbedaan barang dan jasa yang ada di Indonesia bisa dilihat dari berbagai aspek, seperti komponen pembuatan, cara pemasaran, dan lainnya. Pemahaman akan perbedaan tersebut umumnya dapat dijadikan tolok ukur untuk menentukan nilai jual. Berikut adalah beberapa perbedaan barang dan jasa yang bisa Anda pelajari.

BarangJasa
BentukNyataAbstrak
JumlahBisa dihitung penjualan per unitnyaTidak bisa dihitung 'unit' nya, bisa dilihat nilai omzetnya
Produksi dan KonsumsiDilakukan terpisahBisa dilakukan terpisah / bersamaan
PerpindahanBarang dapat dipindahkanTidak dapat dipindahkan, karena bentuknya abstrak
KepemilikanBarang bisa berpindah kepemilikan setelah dibeliJasa hanya bisa dinikmati, tidak ada kepemilikan

Bentuk

Sebuah barang memiliki wujud yang nyata. Barang dapat dilihat, dipegang, atau dirasakan. Sehingga anda dapat tahu bagaimana  bentuknya bola atau kubus, teksturnya halus atau kasar warnaya, beratnya dan sebagainya. Contoh barang adalah meja, kursi, bolpen, batu bata, besi dan lainnya.

Sedangkan Jasa tidak memiliki wujud yang nyata atau disebut abstrak. Jasa tidak dapat anda pegang namun dapat dirasakan manfaatnya. Contoh jasa adalah jasa transportasi, jasa penerbangan, jasa pembangunan. Ketika anda membeli jasa transportasi, anda tidak membeli mobil yang mengangkut anda, anda membeli ‘jasa’ untuk memindahkan anda dari suatu tempat ke tempat yang lainnya.

Jumlah

Barang lebih mudah untuk dihitung jumlahnya. Contohnya untuk menghitung jumlah meja dapat dihitung 1 buah 2 buah dan seterusnya. Demikian juga menghitung beras dapat menghitung 1kg, 1ton dan seterusnya.

Sedangkan jasa tidak semudah itu untuk dihitung. Jasa transportasi tidak bisa dihitung 1 jasa transportasi, namun lebih spesifik ke 1 tiket Jakarta – Surabaya, 1 tiket Semarang – Medan, bukan dihitung per kilometer, namun setiap jasa memiliki harganya tersendiri. Contoh lainnya jasa desain, tidak bisa dihitung 1 jasa desain, namun lebih ke tingkat kerumitannya dan sebagainya. Tidak dapat disamakan 1 jasa desain logo / website / grafis yang satu dengan yang lain.

Produksi – Konsumsi

Proses produksi barang terpisah dengan konsumsinya. Sebagai contoh bolpen diproduksi di pabrik, kemudian dijual ditoko dan kemudian baru dipakai oleh pengguna di tempat lainya.

Namun tidak dengan jasa, jasa dapat dimanfaatkan langsung ditempat. Contohnya jasa pijat, anda sebagai orang yang merasakan manfaat langsung merasakan manfaat disaat dan tempat yang sama oleh orang yang memproduksi manfaat (pemijat)

Sistem transaksi

Sebuah produk dalam bentuk barang umumnya diciptakan untuk bisa dijual kembali sesuai dengan manfaat yang diberikan pada konsumen. Lain halnya dengan jasa yang terkadang sulit dijual kembali apabila tidak dilengkapi dengan peninjauan untuk aspek pendukungnya. Sebagai contoh saat ada perusahaan yang memproduksi barang berupa mie instan, produk mie instan ini tentu sangat mudah dijual ke masyarakat mengingat fungsinya sebagai pemenuh kebutuhaan nutrisi. Lain halnya dengan jasa yang misalnya berhubungan dengan transportasi, ketika alat transportasi tidak dipelihara dengan baik, maka jasa yang berhubungan dengan transportasi tersebut akan sulit dijual ke masyarakat.

Pola kepemilikan

Masih berkaitan dengan sistem transaksi, produk yang berupa barang akan langsung berpindah kepemilikan ketika konsumen membeli produk barang yang bersangkutan. Berbeda halnya dengan jasa yang tidak akan berpindah kepemilikan dari pemilik pada konsumen, meski konsumen sudah membayar harga tertentu untuk menikmati jasa yang bersangkutan. Contoh sederhananya dapat terlihat ketika Anda membeli produk makanan, barang makanan tersebut akan segera berpindah tangan pada Anda sebagai pembeli. Berbeda ketika Anda membeli tiket penerbangan melalui penyedia jasa untuk melakukan perjalanan dari kota satu ke kota lainnya, Anda hanya bisa menikmati layanan selama penerbangan tanpa bisa memiliki pesawat yang digunakan untuk mengangkut Anda

Komponen utama

Perbedaan barang dan jasa juga terletak pada komponen utama yang seringkali diperhatikan untuk memberi nilai dan menentukan kualitas sebuah produk. Komponen tersebut antara lain:

  1. Desain atau motif

Sebuah barang akan lebih diminati oleh konsumen ketika desain atau motifnya menarik dan eksklusif. Bahkan tak jarang motif yang eksklusif akan menjadikan harga produk barang yang bersangkutan mahal. Hal tersebut tentu berbeda dengan jasa yang terkadang tidak terpengaruh oleh motif. Hal ini karena jasa umumnya lebih berpatokan pada kualitas dan fungsi.

  1. Daya tahan atau baku mutu

Perbedaan antara barang dan jasa bisa dilihat dari daya tahan atau baku mutu produk. Seorang konsumen umumnya lebih senang membeli barang yang daya tahannya lebih lama, seperti ketika dirinya membeli sepatu atau tas, tentu yang dipilih adalah produk yang daya tahannya lebih dari satu tahun dibanding produk yang hanya bertahan beberapa bulan saja. Lain halnya dengan jasa yang terkadang tidak diperhatikan masalah daya tahannya, tetapi lebih diperhatikan kualitasnya. Contohnya saat ada seorang konsumen yang ingin menikmati jasa agen travel ke daerah tertentu, tentu yang lebih dipilihnya adalah penyedia jasa travel yang memberikan lebih banyak kemudahan dan kualitas layanan yang prima.

  1. Keistimewaan atau ciri khas

Produk jasa terkadang tidak memiliki ciri khas khusus yang bisa ditawarkan pada konsumennya. Lain halnya dengan barang yang terkadang perlu memiliki ciri khas untuk meningkatkan harga jual maupun prestige pemiliknya.

  1. Packaging atau kemasan

Sebuah produk berupa barang tentu akan lebih diperhatikan packaging atau pengemasannya, karena harga sebuah produk barang terkadang dipengaruhi pula oleh standar kemasannya. Namun tidak sama halnya dengan jasa, yang terkadang tidak terlalu diperhatikan kemasan, mengingat yang dipentingkan adalah fungsi dan kualitas jasa.

  1. Nama brand atau merek

Untuk masalah brand atau merek, seorang konsumen pasti akan lebih memilih barang maupun jasa yang sudah memiliki brand besar. Hanya saja dalam proses pemasaranny di masyarakat ada yang membedakan antara perolehan brand suatu barang dan jasa. Brand atau merek sebuah produk barang akan terjadi ketika barang yang dijual mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas bahan terbaik. Hal ini tentu berbeda dengan jasa yang baru bisa membesarkan merek atau brand jasa, ketika pelayanan jasa yang bersangkutan terhadap konsumen dilakukan secra profesional. Contohnya saja saat ada konsumen yang lebih memilih brand barang mesin cuci tertentu, pasti ada keistimewaan yang diberikan seperti putaran halus tanpa desing, hemat listrik, dan sebagainya. Berbada dengan penawaran jasa, seperti jasa pengiriman yang brandnya baru akan dikenal ketika layanan yang diberikan selalu tepat waktu, profesional, dan barang yang dikirim tetap dalam keadaan baik sampai lokasi pengiriman.

Interaksi pembeli dan penjual

Jika dilihat dari interaksi antara pembeli dan penjual, perbedaan barang dan jasa terletak pada intensitas interaksi, dimana dalam pemakaian jasa, konsumen akan terlibat lebih lama, karena konsumen yang bersangkutan perlu memilih terlebih dahulu mana penyedia jasa yang sesuai untuk kebutuhannya. Untuk penggunaan jasa, umumnya pembeli juga akan berhubungan langsung dengan penyedia jasa. Berbeda dengan interaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual pada pembelian barang. Terkadang konsumen tidak akan langsung bertemu dengan produsen barang, terlebih ketika penjualnya adalah pihak ketiga.

Proses penyimpanan

Satu lagi perbedaan barang dan jasa yang bisa dipelajari, yaitu terkait proses penyimpanan. Dalam transaksi ekonomi, sebuah barang yang dibeli konsumen bisa langsung disimpan jika tidak ingin digunakan segera. Lain halnya dengan jasa yang kebanyakan tidak bisa disimpan. Sebagai contoh, saat ada konsumen yang membeli mobil, saat tidak digunakan mobil bisa disimpan di garasi. Lain halnya dengan jasa pembelian tiket pesawat maupun jasa pengurusan pajak, kedua jasa ini tidak memiliki tempat untuk penyimpanan.

Comments

comments