Apa bedanya Bank Syariah dan Konvensional

Bank Syariah dan Bank Konvensional

Sebelum melihat apa saja perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Mengetahui definisi keduanya juga cukup penting. Bank Konvensional merupakan bank yang melakukan peran dan aktivitas usaha dengan lebih konvensional yang mana dalam kegiatannya memberikan jasa dalam proses pembayaran dengan lebih umum yang didasarkan pada proses dan juga ketetapan yang sudah ada. Beberapa jenis bank konvensional dalam negeri seperti Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BRI dan masih banyak jenis lainnya.

Bank Syariah adalah jenis perbankan yang mana segala sesuai ketentuannya bersangkutan dengan jenis bank syariah dan unit usaha dalam bentuk syariah, mencangkup bagian kelembagaan, dalam sebuah kegiatan usaha serta semua cara dan juga proses dalam pelaksanaan jenis usahanya. Nama bank syariah sebenarnya hanya digunakan untuk wilayah indonesia saja, sedangkan untuk secara internasional bank syariah bisanya disebut dengan nama bank islam. Contoh dari bank syariah diantaranya adalah Bank BNI syariah, Bank Mandiri Syariah dan masih banyak lainnya.

Walaupun demikian hingga saat ini banyak banyak orang yang masih belum terlalu memahami perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional. Hal ini tentu saja tidak membuat heran karena sering kali beberapa diantara anda juga kurang memahami mengenai istilah baru yang anda gunakan untuk menyebutkan nama bank syariah jika dibanding bank konvensional.

Dalam perspektif islam, sistem dari bank konvensional sebenarnya memang termasuk golongan dalam sistem riba. Dimana in adalah sebuah sistem yang sangat dilarang secara fiqih islam. Dan untuk penerapan dalam sistem bunganya, orientasi yang diterapkan serta beberapa hal lain yang ada didalam bank konvensional memang tidak sejalan dengan sistem keislaman dalam sistem perbankan. Untuk mengatasi hal ini, muncullah bank yang dibuat sesuai dengan syariat islam dalam setiap jenis transaksi yang mereka lakukan. Bank inilah yang akhirnya lebih banyak dikenal sebagai bank syariah. Nah perbedaan dari bank syariah dan bank konvensional ini sendiri pada dasarnya terletak dari beberapa hal. Bukan hanya terkait dengan penggunaannya dengan menggunakan hukum dasar, tetapi harus melihat beberapa aspek yang tak kalah penting mulai dari akad, keuntungan, Pengelolaan Dana, Hubungan Bank & Nasabah dan Promosi dalam keduanya cukup berbeda.

Bank SyariahBank Konvensional
Nama lainSistem bagi hasilSistem bunga
AkadSemua jenis transaksi yang dilakukan dalam bank syariah diharuskan berdasar akad yang harus benar dan harus sesuai dengan syariah islam. Dan tentu saja dasarnya dari Al – Qur’an dan juga hadist yang sudah di fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI.bank konvensional biasanya menggunakan surat perjanjian yang mana dibuat dengan berdasarkan hukum positif yang mana sudah diberlakukan di Indonesia
KeuntunganUntuk bank syariah biasanya menggunakan pendekatan dengan cara bagi hasil pada saat mendapatkan sejumlah keuntungan.bank konvensional biasanya justru menggunakan konsep biaya yang digunakan untuk menghitung jumlah keuntungan
Pengelolaan Danabank syariah akan melakukan penolakan untuk memberikan dana kredit dalam proses investasi dari kegiatan bisnis yang melanggar hukum – hukum islambank konvesional biasanya akan menyalurkan kredit tanpa diharuskan untuk mengetahui bagaimana dan darimana serta kemana uang yang nantinya akan disalurkan.
Hubungan antara bank dan nasabahbank syariah, nasabah akan dilayani sebagaimana seorang mitra atau sebagai partnerbank konvensional biasanya hubungan nasabah dan juga bank akan lebih pada hubungan peran kreditur dan juga debitur
PromosiUntuk bank syariah biasanya menerapkan sistem cicilan dengan memberikan jumlah yang tetap saja dan berdasarnya keuntungan yang didapatkan oleh bankBank Konvensional memiliki banyak sistem promosi yang sangat menarik untuk para nasabah. Salah satunya adalah suku bunga fixed rate rendah yang digunakan untuk KPR sebelum akhirnya memberikan suku bunga dengan jenis Floating rate

Akad

Semua jenis transaksi yang dilakukan dalam bank syariah diharuskan berdasar akad yang harus benar dan harus sesuai dengan syariah islam. Dan tentu saja dasarnya dari Al – Qur’an dan juga hadist yang sudah di fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI. Beberapa diantaranya adalah bagi hasil, pengkongsiannya, Kerja sama dalam tani, Bagi hasil, proses sewa menyewa dan juga keagenannya. Sedangkan untuk bank konvensional biasanya menggunakan surat perjanjian yang mana dibuat dengan berdasarkan hukum positif yang mana sudah diberlakukan di Indonesia.

Keuntungan

Untuk bank syariah biasanya menggunakan pendekatan dengan cara bagi hasil pada saat mendapatkan sejumlah keuntungan. Sedangkan untuk bank konvensional biasanya justru menggunakan konsep biaya yang digunakan untuk menghitung jumlah keuntungan. Pada bank konvensional untuk “bunga” biasanya diberikan pada nasabah. Padahal dana ini berasal dari keuntungan bank dalam meminjamkan dana pada nasabah lain dengan memberikan “bunga “ yang jauh lebih besar jumlahnya.

Pengelolaan Dana

Untuk pengolahan dananya, bank syariah akan melakukan penolakan untuk memberikan dana kredit dalam proses investasi dari kegiatan bisnis yang melanggar hukum – hukum islam. Beberapa diantaranya adalah perniagaan dari barang haram, bunga ( yang disebut riba ), judi dan melakukan manipulasi. Sedangkan untuk bank konvesional biasanya  akan menyalurkan kredit tanpa diharuskan untuk mengetahui bagaimana dan darimana serta kemana uang yang nantinya akan disalurkan. Dengan syarat selama debitur bisa membayar semua cicilan dengan tepat waktu dan juga rutin.

Hubungan Antara Bank Dan Nasabah

Jika di bank syariah, nasabah akan dilayani sebagaimana seorang mitra atau sebagai partner. Hal ini dikarenakan dalam bank syariah nasabah diikat dalam “akad” yang memang jelas – jelas sudah sangat transparan. Sehingga tak heran jika ada banyak nasabah yang mengaku jika hubungan kerja dan emosional bank dengan nasabah memang sangat kuat. Sedangkan untuk bank konvensional biasanya hubungan nasabah dan juga bank akan lebih pada hubungan peran kreditur dan juga debitur. Namun beberapa tahun belakangan ini mereka mulai merubah mindset ini.

Sistem promosi

Untuk bank syariah biasanya menerapkan sistem cicilan dengan memberikan jumlah yang tetap saja dan berdasarnya keuntungan yang didapatkan oleh bank, dengan kata lain jumlah ini sudah disetujui oleh pihak bank dan juga nasabah saat melakukan akad kredit. Selain itu untuk promosi dari bank syariah juga harus disampaikan dengan sangat jelas dan juga harus transparan.

Bank Konvensional memiliki banyak sistem promosi yang sangat menarik untuk para nasabah. Salah satunya adalah suku bunga fixed rate rendah yang digunakan untuk KPR sebelum akhirnya memberikan suku bunga dengan jenis Floating rate. Nah itulah beberapa perbedaan dari bank syariah dan bank konvensional yang mungkin akan menjadi beberapa pertimbangan anda. Dan semoga informasi ini sangat berguna untuk anda.

Comments

comments