Perbedaan Bangsa dan Negara

Bangsa dan Negara

Apa Perbedaan Bangsa Dan Negara

Ketika menyebutkan Bangsa Indonesia dan Negara Indonesia masih banyak yang bingung dan gamang apa yang membedakan kedua frasa tersebut. Pada kenyataannya sebuah bangsa bisa eksis tanpa adanya sebuah negara yang menaunginya. Misalnya saja bangsa Kurdi yang menjadi salah satu bangsa atau kelompok etnis terbesar di Timur Tengah namun tidak pernah memiliki negara. Selama ini bangsa Kurdi menempati wilayah-wilayah di Turki, Suriah, Irak, Iran, dan juga Armenia namun tidak mendapatkan kesempatan untuk diakui sebagai negara yang berdaulat. Jadi apa sebenarnya yang membedakan bangsa dengan negara? Sebelum membahas lebih lanjut berikut adalah tabel yang menunjukkan perbedaan bangsa dengan negara.

BangsaNegara
Elemen pembentukKesamaan ras, agama, bahasa, sejarah, budaya, dan kesamaan kultural lainnyaPenduduk, pemerintahan, wilayah, dan kedaulatan
Tipe organisasiKesatuan sosial, kebudayaan, emosional, dan psikologisOrganisasi politik
WilayahTidak membutuhkan wilayah tertentuMembutuhkan wilayah kedaulatan yang tetap
KedaulatanTidak membutuhkan kedaulatanMembutuhkan kedaulatan yang membedakannya dari bentuk organisasi masyarakat yang lain
Cakupan wilayahLebih luwes penyebarannya berdasarkan kesamaan latar belakangSulit untuk memperluas wilayah dan cenderung tidak berubah
KesatuanDalam satu negara bisa ada lebih dari satu bangsaTidak boleh ada negara lain dalam sebuah negara
KestabilanLebih stabil dibandingkan negaraMengandalkan kedaulatan agar bisa tetap stabil

Elemen pembentuk negara lebih kompleks dibandingkan bangsa

Sebuah negara baru bisa disebut negara apabila memenuhi semua kriteria elemen pembentuknya yaitu memiliki penduduk, memiliki pemerintahan, memiliki wilayah yang tetap, dan memiliki kedaulatan. Apabila ada salah satu saja elemen yang tidak terpenuhi maka belum bisa disebut dengan negara. Dalam praktek politik internasionalnya ada satu elemen lagi yang menentukan terbentuknya negara yaitu adanya pengakuan dari negara lain. Seperti yang terjadi pada Pakistan di mana negara Pakistan sudah menyatakan kemerdekaan dan memenuhi semua elemen yang diperlukan untuk menjadi sebuah negara namun masih banyak negara lain yang belum mengakui Pakistan sebagai sebuah negara merdeka, termasuk Israel dan Amerika Serikat.

Sedangkan sebuah bangsa terbentuk karena adanya kesamaan ras, bahasa, budaya, sejarah, dan juga kesamaan aspirasi politik yang membentuk sekumpulan orang menjadi kesatuan dengan identitas yang khas dan unik. Meski begitu, elemen pembentuk bangsa tidak harus tetap seperti yang disebutkan di atas, bisa hanya sebagian saja dan bisa ada elemen yang lain.

Tipe organisasi pada negara dan bangsa

Negara adalah sebuah organisasi yang dibentuk dengan cara-cara atau jalan politik. Struktur politik inilah yang menyediakan dan mengelola sumber daya bagi penduduknya dan juga penjamin keamananannya. Organisasi politik pada sebuah negara juga diatur secara legal dan eksis secara fisik. Sementara untuk bangsa merupakan organisasi yang strukturnya tidak menggunakan jalan politik melainkan menggunakan kesatuan yang membentuk sebuah bangsa. Struktur pada bangsa lebih bisa memenuhi hubungan antar manusianya dengan cara yang emosional, psikologis, dan juga spiritual.

Negara menempati wilayah yang tetap

Syarat untuk bisa menjadi negara adalah wilayah yang tetap dengan batas-batas tertentu yang disepakati oleh negara lainnya dan diikat melalui perjanjian internasional. Upaya-upaya yang dilakukan sebuah negara untuk memperluas cakupan wilayahnya tidak mudah untuk dilakukan dan menjadi isu internasional karena ada kepentingan negara lain yang dilibatkan. Misalnya saja isu perebutan wilayah Laut Cina Selatan yang saat ini menjadi rebutan bagi beberapa negara di Asia Pasifik di mana Cina sangat agresif untuk mengklaim wilayah tersebut adalah wilayah Cina. Atau upaya Belanda untuk memperluas wilayahnya dengan membendung wilayah lautnya menjadi daratan, dan sebagainya. Sedangkan untuk bangsa agar bisa tetap eksis tidak membutuhkan wilayah tetap tertentu seperti yang terjadi pada bangsa Kurdi dan Yahudi sebelum tahun 1948.

Kedaulatan bagi bangsa dan negara

Kedaulatan adalah esensial bagi sebuah negara yang menentukan apakah pemerintah yang terbentuk punya kuasa terhadap penduduknya atau tidak. Kedaulatan juga berarti sikap negara tersebut terhadap isu-isu internasional sebagai bagian dari posisi negara tersebut di hubungan internasional. Negara yang tidak berdaulat terancam guncang dan pecah seperti kudeta-kudeta dan juga perang saudara yang terjadi di berbagai negara di Timur Tengah. Bangsa tidak memerlukan kedaulatan untuk eksis, seperti pada India yang masih menjadi bangsa ketika di bawah kekuasaan Inggris dan baru menjadi negara ketika merdeka dari Inggris pada tahun 1947.

Bangsa bisa menempati wilayah yang lebih luas

Ada banyak contoh di mana bangsa bisa menempati wilayah yang tidak terbatasi oleh batas-batas negara. Misalnya lagi-lagi adalah bangsa Kurdi yang menempati berbagai wilayah di Timur Tengah, kemudian ada bangsa Yahudi yang sebagian besar sudah punya negara sendiri di Israel namun banyak juga yang masih menjadi penduduk Amerika Serikat, kemudian bangsa Perancis yang tersebar ke beberapa negara seperti Belgia, Italia, Swiss, dan juga Kanada.

Bisa ada lebih dari satu bangsa dalam satu negara

Dengan semakin pesatnya perkembangan globalisasi di mana arus perpindahan manusia sudah sulit untuk dibendung, bukan hal yang aneh apabila dalam satu wilayah negara terdapat lebih dari satu bangsa yang menjadi penghuni. Contohnya adalah negara Amerika Serikat yang merupakan negara imigran di mana penduduk asilnya yaitu suku Indian saat ini jumlahnya semakin menurun. Tetapi untuk negara tentu tidak mungkin ada lebih dari satu negara berkedaulatan penuh dalam satu wilayah negara atau negara dengan kepala negara yang berbeda. Karena untuk bentuk negara perserikatan, terdiri dari negara-negara bagian yang dipimpin oleh Gubernur dengan otonominya, namun masih di bawah Presiden atau kepala pemerintah yang sama.

Bangsa lebih stabil dibandingkan negara

Negara tidak bisa menjadi negara tanpa kedaulatan. Apabila kedaulatan sudah hilang maka negara tersebut juga akan hilang misalnya karena kolonialisme. Tapi tidak begitu dengan bangsa. Misalnya apa yang terjadi pada Jepang dan Jerman pada masa setelah PD II di mana kedua negara ini diilucuti kedaulatannya oleh sekutu. Namun bangsa yang berada di Jepang dan Jerman tetap bertahan hidup dan eksis sampai akhirnya mereka mendapatkan kedaulatan mereka kembali dan menjadi negara yang bebas.

Negara merupakan hasil dari rekayasa manusia

Negara dibentuk karena usaha-usaha manusia secara fisik berdasarkan keinginan untuk menguasai wilayah tertentu dan keinginan untuk mendapatkan kebutuhan hidup. Sedangkan bangsa adalah sesuatu yang berasal dari latar belakang seseorang, panggilan kulturalnya sehingga meski secara wilayah kenegaraan terpisah, kesatuan bangsa tidak bisa diputus begitu saja.

Negara punya hukum yang mengikat

Negara punya kewenangan secara hukum yang bisa memaksakan aturannya kepada penduduk dan memberikan hukuman apabila ada penduduk yang melakukan pelanggaran. Sedangkan bangsa tidak memiliki kewenangan tersebut. Secara sederhana perbedaan bangsa dan negara secara hukum adalah jika bangsa menyerukan – negara memerintah, bangsa membujuk – negara memaksa, bangsa melakukan boikot – negara memberikan hukuman. Hal ini dikarenakan bangsa adalah sebuah kesatuan sedangkan negara merupakan organisasi politik.

Referensi :

Comments

comments