Perbedaan Astronomi dan Astrologi

Astronomi dan Astrologi

Astronomi tidaklah sama dengan astrologi. Namun, tidak sedikit yang memiliki persepsi salah antara keduanya dengan menganggap astronomi dan astrologi itu sama. Malah tidak jarang pula yang mengartikan astronomi sebagai astrologi dan sebaliknya. Keduanya memang mengandung kata “astro” yang berarti bintang. Meskipun demikian, astronomi dan astrologi tidak boleh disamakan. Agar tidak salah kaprah, berikut diberikan perbedaan astronomi dan astrologi yang bisa Anda pelajari lebih lanjut.

AstronomiAstrologi
Ilmu TentangBenda langitTakdir / sifat manusia berdasarkan benda langit
KajianMengkaji asal-usul, sifat kimia, sifat fisika, meteorologi, gerak, dan evolusi benda-benda langitMengkaji seputar keberadaan dan kenyataan manusia, termasuk takdir yang dihubungkan dengan benda-benda langit
Ahli dan metodeAhli astronomi disebut astronom yang bekerja dengan metode ilmiah dalam pengkajian dan menggunakan data sistematis yang teruji kebenarannyaAhli astrologi disebut astrolog yang mana tidak memerlukan metode ilmiah karena meyakini hubungan tidak membutuhkan sebab musabab, lebih bersifat ramalan nasib manusia terlepas benar atau salah
Penggunaan rasi bintangSebagai ArahMeramal Takdir
Jumlah Rasi1312
Pengolahan dataScientific berdasarkan data yang terujiBerdasarkan mitologi
KajianObservasi / PengamatanKeyakinan

Definisi

Astronomi adalah ilmu yang melibatkan pengamatan benda-benda langit dan kejadian alam yang terjadi di luar atmosfer bumi. Astronomi sering pula disebut sebagai ilmu bintang atau ilmu perbintangan

Astrologi adalah sebuah kepercayaan atau ilmu semu yang meyakini keberadaan dan takdir manusia bisa dikaitkan dengan tata letak benda-benda langit, terutama matahari, bulan, planet, dan lunar node. Astrologi sebenarnya berupa sebuah keyakinan yang didasarkan pada mitos dan legenda.

Kajian

Perbedaan astronomi dan astrologi berikutnya bisa dilihat dari bidang kajian. Astronomi mengkaji asal-usul, sifat kimia, sifat fisika, meteorologi, gerak, dan evolusi benda-benda langit. Benda langit yang dimaksud tidak hanya sebatas matahari, bumi, bulan, dan bintang tetapi juga mencakup galaksi yang begitu luas. Sebagai satu contohnya mengkaji pergerakan benda langit yang dapat dijadikan patokan perhitungan awal bulan.

Astrologi mengkaji keberadaan dan kenyataan manusia, termasuk takdir yang dihubungkan dengan benda-benda langit. Fokus kajian ada pada korelasi yang tidak terbukti antara gerakan fisik benda langit dengan urusan manusiawi. Jadi bisa dibilang sebatas keyakinan yang melegenda. Misalnya saja peristiwa terkait kejadian yang menimpa diri seseorang, ciri kepribadian yang dibawa sejak lahir, peristiwa di dunia, dan sebagainya.

Ahli dan Metode

Seorang ahli astronomi disebut astronom. Seorang astronom bekerja menggunakan metode ilmiah atau sains dalam pengkajian dan menggunakan data sistematis yang teruji kebenarannya.

Ahli astrologi disebut astrolog yang tidak jarang pula disebut ahli nujum. Dalam pengkajian seorang astrolog tidak memerlukan metode ilmiah karena meyakini hubungan tidak membutuhkan sebab musabab. Hal ini karena kajian lebih bersifat ramalan nasib manusia terlepas ramalan tersebut benar atau salah.

Penggunaan Rasi Bintang

Perbedaan astronomi dan astrologi bisa dikaji lebih lanjut dari penggunaan rasi bintang. Astronomi menggunakan rasi bintang hanya sebagai arah. Misalnya pengkajian rasi bintang untuk mengetahui evolusi bintang mulai dari lahir sampai matinya bintang. Adapun matahari sebenarnya merupakan bintang raksasa yang juga bisa mati bila bahan bakarnya sudah habis.

Astrologi menggunakan rasi bintang untuk meramal takdir atau nasib manusia. Sebagai contoh seseorang yang lahir awal Juni dikatakan memiliki rasi bintang atau zodiak Gemini. Dimana seorang Gemini memiliki nasib peruntungan berbeda dengan seseorang yang memiliki zodiak lain. Baik itu nasib peruntungan dalam hal karir, kesehatan, hingga percintaan.

Jumlah rasi bintang

Menurut ilmu perbintangan astronomi ada 13 rasi bintang yang berada di ekliptika. Masing-masing memiliki posisi dan letak berbeda.

Astrologi hanya mengenal 12 rasi bintang. Adapun kedua belas rasi bintang dalam astrologi yang diyakini yaitu Capricorn, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, dan Sagitarius. Masing-masing rasi bintang tersebut memiliki peruntungan berbeda berdasar posisi atau kedudukan bintang di langit.

Ramalan

Ramalan astronomi memanfaatkan ilmu sains seperti hukum fisika dan tidak menghubungkan pergerakan benda langit dengan kehidupan manusia. Ramalan astronomi murni untuk mempelajari peristiwa alam yang terjadi di alam semesta. Ramalan astronomi pun lebih ditujukan untuk mengetahui bagaimana evolusi atau pergerakan benda langit terjadi. Sebagai contoh, ramalan atau prediksi asteroid akan menabrak bumi, bintang apa yang terdekat dengan bumi, kapan matahari kehabisan bahan bakar, dan sebagainya. Ramalan tersebut diolah dengan metode ilmiah yang dikuasai.

Ramalan astrologi berupa ramalan nasib manusia yang didasarkan pada pergerakan benda-benda langit. Para astrolog meyakini posisi benda-benda langit memiliki pengaruh pada kehidupan manusia dan peristiwa yang akan terjadi di dunia. Ramalan astrolog ini tidak mempunyai dasar metode ilmiah namun dari legenda.

Pengolahan Data

Perbedaan astronomi dan astrologi berikutnya yakni pada pengolahan data. Astronomi sebagai ilmu mendasarkan pengolahan data pada pendekatan ilmu sains. Para astronom tidak dapat menyentuh obyek yang dikaji secara langsung. Obyek sebagai sumber informasi data yang didapat pun hanya berupa berkas cahaya yang disebut gelombang elektromagnetik. Namun, dengan memanfaatkan pendekatan matematika dan fisika para astronom mampu menafsirkan apa yang terjadi pada benda langit meski bermodal data seberkas cahaya saja. Adapun satu hal yang dipegang teguh para astronom yaitu hukum dan prinsip fisika berlaku sama di seluruh alam semesta. Data menurut ilmu astronomi pun amat berharga lantaran pengamatan tidak dapat diulang dengan kondisi yang sama persis. Hal ini mempertimbangkan faktor cuaca yang cukup menentukan.

Bagi astrolog bintang sebagai rasi bintang atau konstelasi memiliki kedudukan tinggi. Orang-orang jaman Yunani kuno pun mempercayai bintang-bintang memiliki pengaruh pada kehidupan di bumi. Dari sinilah berkembang legenda atau mitologi yang berasal dari peradaban kuno terkait rasi bintang. Ringkasnya pengolahan data dalam bidang astrologi didasarkan pada mitologi.

Landasan kajian

Para ahli astronomi, astronom bekerja dengan landasan observasi atau pengamatan. Pemodelan ilmiah seperti matematika, fisika, dan kimia dimanfaatkan seperlu memahami benda-benda langit di luar bumi. Berbeda dengan para ilmuwan yang bekerja di laboratorium, para astronom tidak bisa melakukan manipulasi obyek yang dikajinya. Laboratorium para astronom itu sendiri adalah alam semesta.

Astrologi berlandaskan pada keyakinan yang telah mengakar kuat pada adat dan budaya. Karena inilah astrologi kerap disebut ilmu semu. Dimana pembuktiannya pun sulit dilakukan.

Sumber:

Comments

comments