Perbedaan Asam dan Basa

Asam dan Basa

Bahan kimia tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Mungkin kita memang tidak terlalu banyak memerhatikan tentang bahan kimia di sekitar kita. Padahal, setiap hari aktivitas kita selalu bersentuhan dengan bahan kimia, seperti sabun, obat luka, pencuci pakaian, pencuci piring dan lain sebagainya.

Seluruh senyawa kimia terbagi menjadi 2 yakni asam dan basa. Banyak juga yang tidak bisa membedakan keduanya, atau pun kebingungan dalam melihat mana yang asam dan mana yang termasuk basa. Bahkan tak jarang ada juga yang tidak tahu sama sekali mengenai asam dan basa. Maka dari itu, berikut ini dijelaskan secara lengkap perbedaan asam dan basa dalam kehidupan kita.

AsamBasa
RasaMemiliki rasa asamMemiliki rasa pahit
Derajat KeasamanMemiliki derajat keasaman
pH < 7
Memiliki derajat keasaman
pH > 7
Warna kertas lakmus BiruMenjadi MerahTetap Biru
Warna kertas lakmus MerahTetap MerahMenjadi Merah
Ion yang DihasilkanJika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H+Jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH-
Interaksi KimiaDonatur protonAkseptor proton
Sifat SenyawaKonduktor listrikBukan konduktor listrik
Teori LewisPenerima elektron bebasPengirim elektron bebas

Rasa

Asam merupakan zat dengan ion H+ berkonsentrasi tinggi. Derajat keasaman yang dimiliki yakni berkisar antara 1 hingga 6. Kata asam sendiri berasal dari bahasa Latin yakni acidus yang memiliki arti asam. Senyawa asam, dengan derajat keasaman tinggi tersebut menyebabkan rasa asam pada senyawa tersebut.

Sedangkan senyawa basa sendiri merupakan zat yang memiliki ion OH- berkonsentrasi tinggi. Derajat keasaman yang dimiliki basa yakni berkisar pada 8 serta 14. Dengan derajat keasaman sempurna maka senyawa tersebut akan memberikan rasa pahit. Basa akan dikatakan alkali ketika melepaskan serta mengandung OH- atau ion hidroksida kuantitatif.

Derajat Keasaman

Derajat keasaman yang dimiliki oleh senyawa asam yakni berkisar antara 1 hingga 6 (pH <7). Senyawa asam akan bereaksi pada logam, yakni kalsium serta basa yakni natrium karbonat. Asam, secara tradisional merupakan senyawa kimia yang akan memberikan solusi di mana air murni memiliki aktivitas lebih kecil dibandingkan ion hidrogen, jika dilarutkan ke dalam air.

Pada asam, ada asam lemah terkonsentrasi dan asam kuat yang memiliki sifat korosif. Asam yang tidak memiliki sifat korosif yakni asam borat serta carboranes. Asam pekat akan berbahaya bagi kita karena mampu merusak kulit. Asam pekat yang merupakan basis konsentrat, mampu membuat seseorang terkena luka bakar cukup serius.    Jika terkena mata akan mengakibatkan kebutaan. Untuk itu, jika Anda terkena asam pekat maka segera cuci menggunakan air mengalir hingga bersih.

Sedangkan basa memiliki derajat keasaman yakni berkisar pada 8 serta 14 (pH > 7). Karena tingginya derajat keasaman yang dimiliki oleh senyawa basa, basa juga bisa menyebabkan terjadinya pelapukan. Basa ada yang memiliki sifat sangat korosif yakni kalium hidroksida dengan derajat keasaman sebesar 13,5 dan natrium hidroksida (lye/soda kaustik) dengan derajat keasaman sebesar 13 dari 14. Basa dikatakan merupakan lawan dari asam. Netralisasi adalah sebutan untuk reaksi antara basa dan asam.

Basa lemah yakni amonia seringkali dipakai untuk membersihkan. Basa kuat bisa juga disebut sebagai kostik. Basa yang larut dalam air seperti Arrhenius, saat kondisi standar memiliki derajat keasaman sebesar 7. Contoh dari penggunaan basa pada kehidupan sehari-hari yakni plester, pelarut desinfektan, deodoran, antasida dan lain sebagainya.

Warna Kertas Lakmus

Asam akan merusak logam, merubah warna lakmus biru menjadi merah serta jika keasaman akan berkurang jika dicampurkan dengan basa. Sebaliknya juga begitu, di mana basa akan mengubah lakmus merah menjadi biru dan tingkat kebasaannya akan berkurang jika dicampur dengan asam. Asam dan basa pun bisa dikategorikan dalam 2 jenis yakni kuat ataupun lemah.

Karat pada logam bisa dihilangkan menggunakan asam, asam juga bisa digunakan untuk mengolah mineral, aditif pada minuman dan makanan, elektrolit pada baterai hingga menghasilkan bensin serta pupuk. Sedangkan basa, biasanya akan dipakai sebagai bahan untuk pembersih oven, pencuci pakaian dan piring serta untuk menghilangkan noda.

Walaupun asam maupun basa bisa menyebabkan perubahan pada kertas lakmus, tapi ada warna yang tidak akan bisa diganti. Contoh, jika kertas lakmus merah kemudian diberi senyawa asam maka warna kertas lakmus tidak akan berubah. Begitu juga sebaliknya, jika kertas lakmus biru diberi senyawa basa maka kertas lakmus tidak akan berubah warna.

Ion yang Dihasilkan

Pada teori asam basa yakni teori Arrhenius, jika reaksi penetralan terjadi maka akan terbentuk H2O yang merupakan hasil dari ion OH- dan H+. Kandungan yang dimiliki basa yakni ion OH-. Ketika basa larut dalam air, ion hidroksida akan dilepaskan. Ion hidroksida sendiri adalah satu atom oksigen serta hidrogen yang memiliki muatan negatif di masing-masing zat tersebut. Sedangkan pada senyawa asam hanya akan melepaskan ion hidrogen saja. Kesimpulannya yakni senyawa asam jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ sedangkan senyawa basa akan menghasilkan ion OH-.

Interaksi Kimia

Menurut teori Bronsted-Lowry, reaksi asam basa merupakan proses terjadinya perpindahan proton dari senyawa satu ke senyawa lainnya. Di mana senyawa asam merupakan donatur proton dan senyawa asam adalah akseptor proton. Asam dan basa akan saling menetralisir, satu dengan yang lainnya. Basa maupun asam dengan kaustik akan bereaksi pada zat yang lainnya.

Sifat Senyawa

Baik senyawa asam maupun basa memiliki derajat keasaman atau pH yang berada pada angka -7 hingga +7. Air murni sendiri memiliki nilai nol dan merupakan nilai menurun. Hal tersebut disebut juga sebagai asam sedangkan jika di atas nol maka termasuk dalam alkali (kategori dasar).

Asam sendiri merupakan konduktor listrik karena ion H+ yang ia miliki, tidak seperti senyawa basa yang tidak memiliki ion H+. Untuk tekstur, basa memiliki tekstur yang cukup licin. Contoh penggunaan asam sebagai konduktor listrik yang baik yakni pada baterai mobil. Asam dan basa akan saling menetralisir, satu dengan yang lainnya. Basa maupun asam dengan kaustik akan bereaksi pada zat yang lainnya.

Teori Lewis

Menurut Teori Lewis, pada basa, pada interaksi kimia basa akan bertugas menjadi akseptor proton sedangkan asam akan menjadi donatur proton. Ketika basa larut dalam air, ion hidroksida akan dilepaskan. Ion hidroksida sendiri adalah satu atom oksigen serta hidrogen yang memiliki muatan negatif di masing-masing zat tersebut. Sedangkan pada senyawa asam hanya akan melepaskan ion hidrogen saja.

Referensi:

Comments

comments