Perbedaan Kation dan Anion

Anion dan Kation

Ion adalah sebuah atom atau kumpulan atom yang mana jumlah elektronnya tidak sama dengan jumlah proton, memberi muatan listrik positif atau negative bersih. Anion adalah sebuah ion yang bermuatan negatif dan tertarik ke anoda (elektroda positif) pada elektrolisis. Kation memiliki muatan positif bersih, dan tertarik ke katoda (elektroda negative) selama elektrolisis.

Kation dan Anion merupakan hal yang berlawanan dalam kimia dan berdiri untk dua tipe utama dari ion yang dibentuk. Ion merupakan keadaan zat dimana kehilangan atau mendapat electron dibandingkan dengan keadaan sesungguhnya. Ketika elemen tetap pada bentuk aslinya, mereka dikenal sebagai atom. Namun, kebanyakan elemen tidak tetap pada keadaan atomiknya di alam; mereka cendenrung mendapat atau memberi electron untuk menjaga kestabilan seperti gas mulia. Sebagai langkah awal dari formasi senyawa, atom-atom ini merubah mereka ke posisi atau keadaan zat yang disebut ‘kation’ atau ‘ anion’. Suatu kation dibentuk ketika suatu atom memberi electron; suatu anion dibentuk ketika suatu atom mendapat electron. Hal ini merupakan perbedaan utama antara kation dan anion.

Tabel Perbandingan

AnionKation
DefinisiAnion adalah sebuah atom atau molekul yang bermuatan negative, dengan kata lain memiliki jumlah electron lebih daripada proton Kation adalah sebuah atom atau molekul yang bermuatan positif, dengan kata lain memiliki jumlah proton lebih daripada elektron
MuatanNegatifPositif
Contoh(O2-), sulfida (S2-), fluorida (F-), khlorida (Cl-), bromide (Br-), iodide (I-), nitride (N3-), dan hidrida (H-) Sodium (Na+), besi (Fe2+), dan timbal (Pb2+)
EtimologiBahasa Yunani ano (naik)Bahasa Yunani kata (turun)
Elektroda tertarik ke selama elektrolisiAnodaKatoda
Tipe elemenNonmetalMetal

Etimologi

Anion berasal dari Bahasa Yunani ‘ano’, berarti ‘naik’. Kation berasal dari bahasa Yunani pasangannya ‘kata’, yang berarti ‘turun’.

Kation

Sebagaimana disebut di atas, suatu kation dibentuk ketika suatu atom memberi electron. Inti atom terdiri dari proton yang bermuatan posited. Suatu atom, pada keadaan aslinya, memiliki jumlah electron dan proton sama. Elektron bermuatan negative dan memiliki muatan mirip dengan proton. Oleh karena itu, ketika suatu atom memberi electron, atom membentuk muatan positif relative, sebagai mana jumlah proton pada inti melebihi jumlah electron pada kulit atom. Karenanya, kation bermuatan positif. Kation bisa berupa elemental atau kompleks di alam. Suatu kation kompleks akan mengandung beberapa elemen yang terkumpul bersama yang berbagi muatan positif. Hal ini umum di antara elemen blok d. Selain itu, sebuah elemen tunggal bisa memiliki beberapa kation tergantung dari keadaan oksidasinya, yaitu muatan singular, muatan ganda, muatan tiga, dsb. Beberapa kation umum termasuk: Na+, Ca2+, Fe3+, etc.

Kation

Kation

Anion

Sebagaimana disebut pada pendahuluan, suatu anion dibentuk ketika suatu atom mendapat electron. Oleh karenanya, akibat tambahan electron ini, jumlah electron didalam kulit atom melebihi jumlah proton di dalam inti. Sebagaimana proton bermuatan positif, dan electron bermuatan negtif, anion membentuk muatan negative.

Anion biasanya dibentuk oleh unsur non logam supaya mendapatkan konfigurasi gas mulia. Selama proses elektrolisis, anion tertarik ke anoda, sebagaimana anoda menghasilkan muatan positif. Anion bisa berupa unsur atau kompleks di alam. Suatu kompleks anion mengandung beberapa elemen yang tergabung bersama yang membagi muatan negatif. Hail ini umum di antara unsur blok d. Juga, sebuah unsur tunggal bisa memiliki beberapa anion teragntung dari kondisi oksidasinya, yaitu. muatan singular, muatan ganda, muatan tiga, dsb. Beberapa kation yang umum termasuk: F-, O2-, NO3-, dsb.

Anion

Anion

Formasi Muatan

Ketika suatu kation seperti sodium diwakili sebagai (Na+), muatan ‘+’ yang menyertainya, menandakan bahwa itu memiliki satu eleketron lebih sedikit daripada jumlah total protonnya. Persamaan tidak seimbang dari electron dan proton ini memungkinkan sodium memiliki muatan positif. Demikian pula, ketika anion khlorida diwakilkan dengan (Cl-), muatan ‘-‘ menunjukkan bahwa itu memiliki satu proton lebih sedikit daripada total jumlah elektronnya. Jika tanda ‘+’ atau ‘-‘ dibarengi oleh angka seperti +4 atau -2, maka hal itu menunjukkan bahwa: kation dengan muatan +4 memiliki 4 elektron lebih sedikit daripada jumlah total proton dan anion dengan muatan -2 memiliki 2 proton lebih sedikit daripada jumlah total electron.

Ikatan

Ikatan Ion

Ikatan Ion

Sodium dan klorin mengikat secara ionic untuk membentuk sodium klorida

Sebagai hasil dari bermuatan positif dan negatif, anion dan kation biasanya membentuk ikatan. Hal ini dikenal sebagai ikatan ion dan terjadi akibat saling ketertarikan dari muatan ion yang berlawanan. Mereka membentuk ikatan Kristal, yang mana ion yang bermuatan berlawanan terikat satu sama lain.

Contoh

Contoh dari Anion termasuk oksida (O2-), sulfide (S2-), fluoride (F-), khlorida (Cl-), bromide (Br-), iodide (I-), nitride (N3-), dan hidrida (H-).

Contoh kation termasuk sodium (Na+), besi (Fe2+), dan timbal (Pb2+).

Referensi:

Comments

comments