Perbedaan Adhesi dan Kohesi

Adhesi dan Kohesi

Gaya tarik menarik partikel adalah suatu sifat yang dimiliki oleh zat. Dalam hal ini, gaya tarik menarik partikel ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu adhesi dan kohesi. Adhesi adalah merupakan gaya tarik menarik antar partikel yang jenisnya berbeda. Karena jenisnya berbeda, akibat dari adanya gaya ini adalah dua zat tersebut akan melekat bila dicampurkan. Artinya, zat yang satu dan yang lainnya dapat menempel dan molekulnya saling tarik menarik. Contohnya: Air di atas telapak tangan, bercampurnya kopi dalam air.

Jenis kedua yaitu kohesi, kohesi ini merupakan kebalikan dari adhesi, yaitu gaya tarik menarik antar partikel yang sejenis. Karena sejenis, akibatnya adalah dua zat tersebut tidak dapat bercampur sekalipun berada dalam satu wadah. Molekul dari zat tersebut saling tolak menolak dan tidak menempel antar satu dan yang lainnya. Contohnya, oli dan air (tidak dapat bersatu sekalipun di satu wadah), air di atas daun talas, dll. Gaya kohesi pada zat padat biasanya lebih kuat daripada zat cair dan gas.

Tabel Perbedaan Adhesi dan Kohesi

AdhesiKohesi
MolekulMolekulnya/ pertikelnya berbedaMolekulnya sejenis
Efek/ akibatKapilaritas dan meniskusKapilaritas, tegangan permukaan dan meniskus.

Akibat Dari Adanya Adhesi Dan Kohesi

Ada 3 hal peristiwa unik yang terjadi akibat dari adanya kedua jenis gaya tarik menarik partikel tersebut.

  1. Peristiwa Kapilaritas

Peristiwa ini merupakan sebuah fenomena naik turunnya zat cair melalui pipa kapiler atau celah sempit. Hal ini sangat dipengaruhi oleh gaya adhesi dan kohesi itu sendiri. Air yang naik pada pembuluh kaca dikarenakan gaya adhesinya lebih besar atau lebih kuat dari gaya kohesi. Sebaliknya, permukaan raksa yang turundalam pembuluh kaca dikarenakan gaya kohesinya lebih besar daripada adhesi. Peristiwa kapilaritas ini banyak terjadi dalam kehidupan sehari- hari, contohnya:

  1. Naiknya minyak tanah pada sumbu kompor.
  2. Naiknya ir pada akar tumbuhan hingga ke ujung daun.
  3. Masuknya darah melalui pembuluh kapiler dalam tubuh manusia.
  4. Tegangan Permukaan

Permukaan zat cair sebenarnya memiliki kecenderungan untuk menegang. Hal ini menjadikan seolah zat cair tersebut memiliki selaput yang fungsinya menahan benda tertentu sehingga tidak tenggelam. Tidak hanya itu, selain zat cair memiliki kecenderungan menegang, zat cair juga memiliki kecenderungan menyusut. Peristiwa ini membentuk luas permukaan menjadi sangat kecil. Contoh dalam kehidupan sehari- hari diantaranya;

  1. Serangga yang dapat berjalan di atas air.
  2. Silet mengambang di atas permukaan air.
  3. Tetesan air pada daun talas.
  4. Meniskus

Terdapat dua jenis meniskus (permukaan) yaitu meniskus cekung dan cembung. dengan demikian, pengertian dari meniskus adalah suatu peristiw dimana permukaan zat cair tersebut cekung atau cembung. Miniskus cembung terjadi jika kohesi lebih kuat dari pada adhesi. Sebaliknya, meniskus cembung terjadi jika gaya adhesi lebih kuat daripada kohesi. Contoh miniskus cembung yaitu air yang dimasukkan dalam pipa kapiler, sementara meniskus cembung contohnya adalah air raksa yang berada dalam pipa kapiler. Keduanya memiliki bentuk permukaan yang berbeda. Dalam kehidupan sehari- hari, peristiwa meniskus juga dapat dijumpai. Hal ini dapat dicontohkan seperti ketika terdapat air yang jatuh di atas permukaan daun tertentu, Bentuknya seperti bola air.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan adhesi dan kohesi. Selain itu, sudah dijelaskan pula akibat dari adanya adhesi dan kohesi yang mana contoh- contohnya juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari- hari.

Referensi:

Comments

comments